Pages

  • Home

travel beauty

Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan)
S
adar dan peduli pada lingkungan dimulai dari lingkup terkecil yakni di sekitar kita. Peduli dengan sampah contohnya. Kita bisa membantu mengurangi penumpukan sampah dengan memilah sampah dari rumah. Kemudian peduli dengan penyerapan air tanah, kita bisa membuat biopori untuk mengurangi genangan air. Bisa pula dengan menggalakkan penghijauan di lingkungan sekitar, menanami tanaman atau pohon meski tidak kita rasakan manfaatnya sekarang tapi bisa dinikmati oleh anak cucu kita dengan harapan apa yang kita lakukan saat ini menjadi inspirasi bagi generasi selanjutnya.

Bicara kelestarian alam dan penghijauan dalam skala besar tidak bisa kita lakukan sendiri-sendiri, tetapi kita harus bergandengan tangan bersama. Inilah yang dilakukan Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui gerakan berbasis digital Siap Darling (Siap Sadar Lingkungan) dengan mengajak generasi muda peduli lingkungan untuk melakukan penanaman di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah. Melalui kegiatan penghijauan ini, gerakan Siap Darling menciptakan ekosistem pelestarian lingkungan bersama mahasiswa sebagai agen penggerak perubahan, dengan melakukan aksi penanaman secara berkelanjutan. Gerakan Siap Darling diluncurkan sejak tahun 2019. Selama ini gerakan yang menginspirasi ini menginisiasi sejumlah aksi positif yaitu Candi Darling. 

Para Darling Squad menanam pohon di situs warisan sejarah

Candi Darling merupakan satu lini program dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation yang mengombinasikan upaya konservasi alam dan warisan sejarah dengan melibatkan Darling Squad, gerakan generasi muda berbasis digital dan aktivasi. Dari 80 peserta 10 diantaranya berasal dari luar Wonosobo dan Banjarnegara. Hal ini dilakukan untuk memberi kesempatan Darling Squad luar Wonosobo dan Banjarnegara ikut menanam. Domisili tersebut ada dari Bogor, Tangerang, Cirebon, Gresik, dan Banyuwangi.dari Wonosobo dan Banjarnegara terlibat dalam penghijauan Candi Arjuna, di Kawasan Candi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah. Sebanyak 6.500 pohon dan semak berbunga, menghijaukan Kawasan Candi Dieng (Candi Arjuna, Bima, Gatotkaca, Dharmacala, Setyaki), di mana perawatan akan berlangsung hingga enam (6) bulan.


Lewat penanaman pohon dan semak berbunga di berbagai situs warisan sejarah agar generasi muda dapat berkontribusi melalui giat pelestarian lingkungan dan sekaligus mencintai situs warisan sejarah Indonesia. Gerakan menanam ini diharapkan dapat menginspirasi dan melibatkan lebih banyak mahasiswa untuk lebih peduli pada lingkungan dan menjaga warisan sejarah dalam jangka panjang.


Hingga Juni 2022, gerakan Siap Darling telah melibatkan 2.352 Darling Squad dari 295 kampus di 203 kota/kabupaten. Menurut Abdurrachman Aldila Program Associate BLDF, dalam giat Candi Darling, Darling Squad terlibat aktif dalam konservasi alam dan penghijauan di berbagai situs warisan sejarah. Saat ini Darling Squad telah menginsiasi penanaman di 8 (delapan) Kawasan candi yang tersebar di Pulau Jawa. Secara khusus dalam kegiatan di Kawasan Candi Dieng menghijaukan seluruh area sekitar candi yang terkenal kaya akan keragaman geologi, keanekaragaman hayati, dan situs warisan sejarah.


Sesi talkshow bersama Program Associate Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Abdurrachman Aldila Aktris, perwakilan anak muda peduli lingkungan, dan pemeran web series “Jumpa,” Maizura. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, S.Si.,M.A. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT.


Aksi penghijauan di sekitar situs warisan sejarah disambut baik oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Jawa Tengah. Kepala DLHK Provinsi Jawa Tengah, Widi Hartanto, ST, MT yang hadir sebagai pembicara dan ikut serta dalam kegiatan seremonial penanaman, menekankan pentingnya konservasi lingkungan dan situs warisan sejarah yang dilakukan secara beriringan oleh generasi muda. “Merawat ekosistem di sekitar situs sejarah seperti candi adalah suatu upaya yang kompleks. Terlebih di Kawasan Candi Dieng, yang mana topografinya memungkinkan terjadinya potensi cuaca ekstrem seperti embun es sehingga merusak bibit pepohonan. Oleh karena itu, saya mengapresiasi upaya penghijauan ini sebab kita bisa melihat hasilnya dalam tiga (3) bulan, dan juga dalam jangka panjang. Bila kepedulian terhadap lingkungan ini terus dipupuk, tentu aksi ini tidak akan berhenti hanya di acara ini, tapi bisa menggerakkan masyarakat di sekitar tempat tinggal masing-masing,” papar Pak Widi.


Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Tengah, Sukronedi, turut hadir di acara aksi kolaborasi gerakan Siap Darling untuk menanam di Kawasan Candi Dieng. Menurutnya sebagai negeri yang kaya akan peninggalan sejarah, generasi muda perlu memahami lebih jauh kesatuan nilai antara candi dan lingkungan sekitarnya. Apalagi Provinsi Jawa Tengah memiliki candi terbanyak di Indonesia, hingga 18 kawasan, belum termasuk reruntuhan maupun artefak candi yang terus ditemukan di beberapa daerah. Oleh karena itu, Balai Pelestarian Cagar Budaya menyambut baik kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk swasta dan masyarakat, utamanya generasi muda dalam mendukung upaya konservasi alam dan situs sejarah supaya dilakukan beriringan.


Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji

Penanaman pohon di Kawasan Candi Dieng ini juga dihadiri oleh Vice President Director Djarum Foundation, FX Supanji dan PJ Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto S.H, M.H yang diwakilkan kehadirannya oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Banjarnegara, Ir. Singgih Haryono.


Semoga kegiatan pelestarian lingkungan menanam pepohonan di situs bersejarah ini diadakan berkesinambungan dan semakin banyak mahasiswa di Indonesia yang bergabung dalam kegiatan Candi Darling. Info lengkap mengenai kegiatan Candi Darling bisa diakses melalui https://siapdarling.id/.









Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
di Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia
Perjalanan mengunjungi Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia di Bandung awal Februari 2020 lalu beneran bikin saya jadi senang ngulik-ngulik sejarah. Termasuk sejarah Monumen Kenangan Hormat yang ada di area gedung perkantoran PT. KAI. Kenapa ada monumen ini? Kenapa diberi nama Monumen Kenangan Hormat? Rasa penasaran ini kadang susah untuk bikin saya bersabar sedikit , hihi! 

Kantor Pusat PT. KAI Bandung untuk gedungnya sendirinya pun sudah punya sejarah, maka tak heran kalau bangunan di area ini banyak cerita bersejarah seperti Monumen Kenangan Hormat. Oke, biar nggak penasaran dan biar nambah pemahaman dan wawasan kita semua tentang sejarah saya akan share info yang saya dapatkan setelah sowan ke kantor ini. 

Lima puluh enam tahun lalu, tepatnya pada Jumat 28 September 1962 Djawatan Kereta Api (DKA) saat ini bernama KAI meresmikan sebuah monumen yang diberi nama Monumen Kenangan Hormat. Monumen ini berada tepat di depan pendopo Balai Besar Bandung (saat ini Kantor Pusat Bandung) dan diresmikan oleh Ir. Abu Prayitno selaku Direktur Jenderal Kepala DKA dihadapan ribuan pegawai DKA yabg diperkirakan sekitar tiga ribu orang. Peresmian monumen ini merupakan bagian dari upacara perayaan ulang tahun DKA ke 17.

Hanya boleh berfoto di area depan Monumen Kenangan Hormat, tidak boleh melewati pembatas

Awalnya Monumen Kenangan Hormat adalah monumen milik Staatspoorwagen (SS), perusahaan kereta api Negara saat itu. Jadi untuk memperingati perayaan ulang tahun SS ke 50 dibangunlah monumen peringatan berupa monumen beton yang dihiasi dua buah roda bersayap terbuat dari perunggu. Monumen peringatan diresmikan pada 20 November 1926.

Monumen Kenangan Hormat adalah hasil dari sayembara yang diadakan oleh Perkumpulan Olahraga dan Seni Hiburan Kereta Api (POSHKA). Tujuan pembangunan Monumen Kenangan Hormat adalah sebagai persembahan kepada para pahlawan DKA yang telah gugur dalam menunaikan darma baktinya kepada nusa dan bangsa, khususnya pada DKA. 

Monumen Kenangan Hormat memiliki simbol. Simbol-simbol yang dimaksud adalah sebagai berikut:
  1. Enam tiang yang menggambarkan adanya 6 eksploitasi (Eksploitasi Timur, Tengah, Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh) di DKA yang keseluruhan ikut serta dalam memperjuangkan Republik Indonesia. 
  2. Sebuah atap di atas tiang-tiang, melukiskan Balai Besar DKA melindungi dan memimpin setiap eksploitasi. 
  3. Gambar pejuang mengenangkan kita semasa perjuangan. Nggak sedikit pegawai DKA yang menjadi pejuang menghadapi serangan lawan hanya bersenjatakan bambu runcing. 
  4. Gambar seorang pemeriksa jalan kereta api yang melambangkan kewaspadaan. 
  5. Lima buah anak tangga menuju lantai monumen. Angka lima sebagai pertanda filsafat negara yang berpedoman kepada Pancasila. 
  6. Tulisan berwarna emas dengan warna dasar hitam di kanan dan kiri monumen. Tulisan di kiri berbunyi "Bunga Pudjaan… Karena kematian adalah mati mulia… Mati dalam menegakkan Negara. Engkaulah kiranja jang disebut orang Bunga Pudjaan Bangsa" sedangkan tulisan di kanan berbunyi "Dipersembahkan kepada para Pahlawan DKA jang telah gugur untuk membela Nusa dan Bangsa". 

Monumen Kenangan Hormat 

Sampai saat ini Monumen Kenangan Hormat masih berdiri kokoh dan menghiasi halaman Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia di Bandung. Monumen ini sebagai tanda penghormatan bagi perjuangan para pendahulu kita. Dan sebagai penghormatan pula saat saya dan teman-teman berkunjung kesini kita nggak diperbolehkan foto-foto di dalam pagar monumen, cukup dari luar saja.

Nah, itu sepenggal cerita Monumen Kenangan Hormat yang saya dapatkan. Semoga para pahlawan-pahlawan kita mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan saatnya kita melanjutkan tongkat estafet perjuangan yang telah dimulai oleh pendahulu kita.



Share
Tweet
Pin
Share
30 Comments

Sepertinya tahun ini bakal banyak tulisan tentang Bandung, kalian jangan bosan ya. Soalnya banyak banget momen berharga yang sayang kalau nggak di share di blog saya. Termasuk pengalaman berkunjung ke Kantor Pusat PT. Kereta Api Indonesia (KAI) yang berkesan banget. Makanya saya pengen sharing tentang Kantor Pusat PT. KAI Bandung ini. 

Pertama kali menginjakkan kaki di gerbang Kantor Pusat KAI Bandung ini saya nggak nyangka kalau bangunan kantor masih bangunan lama dan menjadi cagar budaya. Yups, disini kita akan belajar sejarah lagi tentang perkeretaapian Indonesia. Bicara sejarah Kantor Pusat PT. KAI bisa kita telusuri dari lagu anak-anak zaman dulu yang judulnya Naik Kereta Api. Hayo masih pada ingat nggak? 

hormat bendera dulu di depan Kantor Pusat PT. KAI Bandung

Sejarah Kantor Pusat PT. KAI 

Guys, sejarah Kantor Pusat PT. KAI bisa kita telusuri lagu Naik Kereta Api. Sebenarnya lagu aslinya adalah lagu balada yang menceritakan perjalanan menggunakan kereta api pada masa lalu. Lagu ini sejenis lagu folklore atau lagu rakyat yang nggak diketahui pasti siapa pengarangnya. Tapi yang pasti lagu tersebut diciptakan oleh orang-orang yang tinggal di Batavia dan buat medio akhir tahun 1800an. Lagu ini kemudian mengilhami Saridjah Niung (Ibu Sud) untuk menggubahnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang. 

paling dicari kalo gedung lama tuh spot foto kece :) 

Dahulu, satu-satunya jalur menuju Surabaya dari Batavia adalah melalui Bandung (lintas Bogor - Bandung tahun 1881-1884) karena memang jalan pintas melalui Cirebon baru ada tahun 1912 (lintas Manggarai-Cikampek-Cirebon). Saat itu perjalanan dengan kereta malam (Java Nacth Express) belum populer dan belum banyak dilakukan orang. Jadi Bandung saat itu menjadi pitstop atau tempat peristirahatan sementara bagi penumpang yang mau melanjutkan perjalanan ke Surabaya atau daerah Jawa Timur. 

Udah bukan rahasia lagi kan ya kalau Bandung itu kota yang sejuk, apalagi zaman dulu. Nah, orang-orang yang istirahat sementara sebelum melakukan perjalanan banyak yang nginap di hotel, sejak saat itu hotel pun mulai banyak dibangun disekitar stasiun. Salah satunya Hotel Grand National, hotel yang cukup terkenal pada masa itu (tahun 1905). Kemudian pada tahun 1923 kepemilikan hotel berpindah ke Staatspoorwagen (SS) perusahaan milik negara pada masa pemerintahan Kolonial. 

bagian gedung perkantoran PT KAI,  Bandung 

Pada masa itu jalur kereta api juga melayani kegiatan pos dan telekomunikasi hingga saat ini kantor pusat kereta api (kini menjadi PT. KAI), telekomunikasi (kini menjadi PT. Telkom Indonesia) dan pos kereta api (kini menjadi PT. Pos Indonesia) berada di Kota Bandung. 

Okey itu tadi sejarah kantor pusat PT. KAI di Bandung. Lantas ada apa saja di Kantor Pusat PT. KAI? Penasaran kan? Jadi di sana ada Lokomotif TD01, Monumen Kenangan Hormat dan ada Bunker juga. Yups, ada bunker juga disini dan di bunker inilah banyak foto-foto sejarah perkembangan Kereta Api Indonesia. Saya jadi tau sejarah nih, dulu taunya cuma lagu Naik Kereta Api doang. Alhamdulillah udah beneran naik. kereta api dan tau sejarahnya. 







Share
Tweet
Pin
Share
38 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (11)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ►  September 2026 (2)
    • ▼  October 2026 (1)
      • Mengenal Skin Longevity Lewat 5 Protokol Wardah Sk...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates