
Hi friends! Nggak terasa ya sudah di pertengahan September. Beberapa bulan lagi 2018 akan berlalu, dan akhir tahun siap-siap liburan lagi hihi. Kalau saya bakal merenungi perjalanan tahun ini, apakah resolusi yang sudah saya buat list nya di awal tahun sudah tercapai. Termasuk yang menjadi highlight resolusi di tahun ini yakni kesehatan dan keuangan. Nggak berani merencanakan liburan ke luar negeri dulu tahun ini masih luar kota dan dalam kota saja. Yups, mengingat budget yang terbatas dan masih memprioritaskan kebutuhan lain. Kan hidup harus ada prioritas, jadi itu yang saya tanamkan sampai sekarang. Meski perlahan tapi saya yakin kalau sudah diniatkan pasti dikasih lebih.
Ngomongin resolusi
kesehatan dan keuangan, di tulisan saya sebelumnya Belajar Dari Pengalaman Agar Nggak Menyesal Kemudian
saya jadi benar-benar disiplin dalam mengelola keuangan. Setiap bulan
penghasilan yang didapat sudah saya pisah-pisahkan, buat kebutuhan rumah
tangga, asuransi kesehatan, tabungan, dan dana darurat. Setelah semua
dibayarkan kalau masih ada sisa baru deh buat yang lain, tapi meski begitu
tetap aja penginnya irit. Bukan karena pelit sama diri sendiri, tapi mikirnya
kalau ditabung beberapa tahun kedepan kan lumayan hehe. Selain sudah
punya asuransi kesehatan, jadi punya investasi juga. Betapa tenangnya hidup
kalau sudah punya keduanya. Selama menjalani hidup jadi sudah punya jaminan.
Yuk kita bahas apa pentingnya asuransi dan investasi.
Manfaat Asuransi
Salah satu kebiasaan suami
yang benar-benar sudah hilang sekarang adalah merokok. Selain untuk alasan
kesehatan juga karena muncul kesadaran dari diri sendiri kalau merokok
buang-buang uang. Sejak empat tahun lalu suami nggak merokok lagi dan uangnya
ditabung harian senilai harga rokok. Lumayan buat nambahin bayar asuransi
kesehatan kami berdua dan sisanya buat ditabung, nabungnya juga di celengan
kayak waktu kecil dulu.
Asuransi itu wajib. Udah
ngerasain betapa repotnya sewaktu sakit nggak punya asuransi. By the way
apa sih sebenarnya arti asuransi? Beberapa hari lalu tepatnya tanggal 14
September 2018 saya mengikuti workshop bersama Prudential Indonesia.
Seperti biasanya saya senang sekali kalau ikutan workshop apalagi yang
berhubungan dengan keuangan. Selain dapat ilmu untuk diri sendiri, saya pun
dengan senang hati berbagi lewat tulisan.
![]() |
| Kamelia Muhamad, AVO PR dan External Communication Prudential |
Menurut Himawan Purnama,
AVP Head of Product Development Prudential Indonesia asuransi adalah
perjanjian dua belah pihak dimana satu pihak wajib membayar iuran sedangkan
pihak yang satunya wajib memberikan jaminan. Asuransi itu sebenarnya prinsip
arisan. Secara garis besar asuransi dibagi menjadi asuransi umum dan asuransi
jiwa. Makanya kedua asuransi ini asosiasinya beda. Asuransi jiwa sendiri
dibagi menjadi dua, yakni asuransi tradisional dan asuransi unit link.
Nah, sekarang ini kan lagi banyak orang yang membahas unitlink. Kebetulan
sekali saya dapat pencerahan dari mas Himawan soal asuransi jiwa unit link.
Asuransi jiwa unit link merupakan asuransi dimana
kita selain mendapatkan manfaat proteksi tapi juga mendapatkan manfaat
investasi di dalamnya. Konsep dasar asuransi jiwa unit link adalah perusahaan
bertindak sebagai pengelola/penanggung. Dalam asuransi jiwa unit link premi yang
kita bayarkan kemudian akan menjadi unit. Kemudian harga dari unit yang
terbentuk tersebut akan mengikuti kinerja dari investasi yang dipilih.
Kelebihan dari asuransi jiwa unit link salah satunya adalah asuransi ini sangat
fleksibel. Selain punya banyak asuransi tambahan, pada asuransi unit link
nasabah bisa melakukan single top up kapan saja untuk mengisi kantong unit.
Nasabah juga bisa melihat semua transaksi dan laporan setiap tahun. Intinya di
asuransi unitlink ini kantong unit yang kita miliki jangan sampai kosong.
Karena dari kantong tadi pengelola akan mengambil uang nasabah untuk proteksi.
![]() |
| Himawan Purnama |
Prudential memiliki
asuransi jiwa unit link andalan sejak tahun 1999 yakni Prulink Assurance
Account (PAA), kemudian pada tahun 2007 hadir Prulink Syariah Assurance
Account (PSAA). Kedua asuransi milik Prudential ini memberikan perlindungan
kepada nasabah. Tahun 2018 ini Prudential akan meluncurkan produk barunya. Apa
ya? Saya juga penasaran. Mudah-mudahan produk yang akan diluncurkan nanti lebih
banyak manfaatnya ya untuk nasabah.
Manfaat Investasi
Sehabis bahas asuransi,
selanjutnya mas Irvan Ferdiawan, AVP Head of Investment Prudential Indonesia
membahas secara sederhana mengenai investasi dan manfaatnya. Menurut mas
Irvan investasi itu nggak ada yang bagus dan nggak ada yang jelek. Karena kalau
ngomongin investasi adalah yang pas buat kita. Investasi nggak susah yang
penting kita disiplin. Investasi itu manfaatnya untuk mempercepat tujuan impian
kita. Misalnya nih kita cuma punya uang 1 juta tapi pengin punya rumah yang
harganya 1 Milyar, nah cara cepatnya untuk mewujudkan impian itu ya dengan
investasi.
Memang bisa investasi
mewujudkan impian kita? Bisa, selama kita konsisten. Benar-benar sisihkan uang
untuk investasi, salah satunya dengan mengubah gaya hidup. Misal, ngopi dalam
sehari ngeluarin duit 50 ribu kalau kebiasaan ini dihilangkan dan ditabung selama
10 tahun bayangkan berapa hasilnya. Hanya dengan ngurangin minum kopi kita bisa
investasi. Belum lagi kalau kita investasikan untuk jangka waktu
tertentu, duh masa tua udah tenang banget ya. Ini yang namanya masa tua
bahagia, bisa jadi milyuner. Simpel kan? Nggak perlu gede, meski kecil tapi
rutin dan disiplin.
![]() |
| Irvan Ferdiawan |
Yang namanya investasi itu
kayak orang lari. Pertama kali mau lari rasanya malas banget, tapi begitu kita
udah lari kita jadi kecanduan, keringat rasanya enak pokoknya jadi nagih pengen
lari terus. Begitu juga investasi. Senang banget kan kalau kita bisa ketagihan
investasi. Memang kesannya kita jadi pelit tapi membayangkannya duit yang
diinvestasikan ujung-ujungnya jadi gede, siapa yang nggak mau ya kan? Tapi semuanya kembali kepada mindset kita sih. Harus benar-benar matang pertimbangannya.
Well, balik ke unit link.
Investasi memang bisa maju bisa mundur, atau bisa naik bisa turun tergantung
iklim perekonomian kita. Dalam unitlink investasi ini tugasnya menjadi
pendorong. Saat membuka unitlink nasabah yang menentukan mau investasi jenis
apa. Perusahaan hanya menjalani mandat dari nasabah, jadi nasabah jangan sampai
salah pilih diawal. Pilih investasi sesuai dengan kebutuhan. Kadang kita suka
merasa investasi itu sulit, karena kebutuhan kita banyak, khawatir investasi
itu bohong, tapi sayangnya kita belum memulai juga. Intinya sih kembali kepada mindset seperti yang saya sebutkan tadi dan harus dimulai
dari diri sendiri.
#PastiDikasihLebih





