Pages

  • Home

travel beauty

minimnya pemahaman tentang kusta justru menimbulkan stigma buruk
Stigma buruk tentang kusta masih saja beredar di masyarakat, ini yang menyebabkan kusta sulit untuk ditangani. Padahal saat ini Indonesia menempati peringkat ke-3 dengan jumlah penderita kusta terbanyak di dunia. Kondisi ini sangat memprihatinkan, masyarakat harus lebih banyak mendapatkan literasi mengenai kusta dan sebagai bagian dari masyarakat Indonesia kita wajib sharing apa saja yang kita ketahui mengenai kusta agar tingkat kesadaran masyarakat akan penyakit ini semakin tinggi.

Senin, 13 September 2021 KBR (Kantor Berita Radio) bersama dengan NLR Indonesia mengadakan diskusi Ruang Publik dengan tema Gaung Kusta di Udara. Kegiatan ini dilakukan sekaligus memperingati Hari Radio Nasional, dengan menghadirkan pembicara dr. Febrina Sugianto selaku Junior Technical Advisor NLR Indonesia dan Malika selaku Manager Program & Podcast KBR.

Gaung Kusta di udara bersama KBR dan NLR Indonesia 

KBR sebagai corong untuk menyampaikan berita ke masyarakat agar masyarakat mendapatkan informasi dengan mudah dan meningkatkan pemahaman masyarakat salah satunya mengenai kusta. Menurut Malika pemahaman masyarakat akan kusta sangat minim sehingga ini mejadi penyebab lambatnya penanganan penderita kusta. Banyak masyarakat yang masih beranggapan kusta adalah penyakit kutukan dan akan menjadi aib keluarga jika diketahui oleh orang lain. Masyarakat benar-benar minim informasi.

Malika - Manager Program & Podcast KBR 

NLR Indonesia adalah sebuah organisasi non pemerintahan (LSM) yang mendorong pemberantasan kusta dan inklusi bagi orang dengan disabilitas termasuk akibat kusta. Didirikan di Belanda pada 1967 untuk menanggulangi kusta dan konsekwensinya di seluruh dunia dengan menggunakan pendekatan tiga zero, yaitu zero transmission (nihil ppenularan), zero disability (nihil disabilitas) dan zero exclusion (nihil ekslusi). Saat ini NLR juga beroperasi di Mozambique, India, Nepal, Brazil dan Indonesia. Di Indonesia sendiri NLR mulai bekerja di tahun 1975. Pada 2018 NLR bertransformasi menjadi entitas nasional dengan maksud untuk membuat kerja-kerja organisasi menjadi lebih efektif dan efisien menuju Indonesia bebas kusta. Sama seperti aliansia NLR Internasional, NLR Indonesia memiliki slogan: "hingga kita bebas dari kusta" . 

Angka kusta tahun 2020 sudah menurun yakni 16.700 penderita dibanding tahun 2019 yang mencapai 17.439 penderita. Menurut dr. Febrina penurunan angka ini justru ada kabar baik dan kabar buruk. Kabar baiknya penurunan kasus ini mencapai effort, sedangkan kabar buruk nya ditengah pandemi bisa jadi screening yang dilakukan tidak secara rutin karena ada restriksi. Tetap saja ya meskipun mengalami penurunan kasus ini angkanya masih terbilang tinggi. Banyak masyarakat kita yang tidak paham dengan bahasa medis dan tidak terbuka dengan pengobatan medis terutama di daerah. Untuk itu literasi tentang kusta ini harus digaungkan. 

Dalam paparannya dr. Febrina menjelaskan bahwa kusta memang dapat menularkan tetapi perlu digarisbawahi bahwa penularan kusta tidaklah mudah. Apalagi kalau kita tidak intens bertemu dengan OYPMK (Orang Yang Pernah Mengalami Kusta). Dan yang paling penting untuk diketahui oleh masyarakat bahwa kusta itu bisa diobati. Jadi jangan khawatir dan merasa malu kalau ada saudara atau keluarga kita yang menderita kusta. Justru dengan 3x minum obat dan terapi yang dianjurkan dokter kusta yang diderita tidak akan menularkan ke orang lain. 

dr. Febrina Sugianto - Junior Technical Advisor NLR Indonesia 
Apa dampaknya kalau kusta tidak segera ditangani oleh dokter? Kusta yang lamban ditangani atau diobati justru bisa menyebabkan disabilitas atau cacat.

Penyebab Kusta

Penjelasan saya diatas mengenai stigma masyarakat, literasi dan minimnya pemahaman mengenai kusta belum lengkap rasanya kalau belum kita bahas seluk-beluk penyebab kusta.

Kusta atau lepra disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Leprae. Bakteri ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya melalui percikan cairan dari saluran pernapasan (droplet), yaitu ludah atau dahak, yang keluar saat batuk atau bersin. (sumber: alodokter. com). Jadi kusta dapat menular jika orang lain terkena infeksi bakteri melalui droplet atau percikan ludah yang dikeluarkan saat bersin atau membuang dahak secara terus-menerus atau mengalami kontak dengan penderita dalam waktu yang lama. 

Jenis-Jenis Kusta

Kusta sendiri dikelompokkan dalam 2 jenis, yaitu :

1. Kusta Tipe PB (Pausi Basiler) atau Kusta Kering
Pada jenis ini biasanya kuman lebih sedikit dan dianggap tidak menular

2. Kusta Tipe MB (Multi Basiler) atau Kusta Basah
Jenis kusta MB adalah yang paling banyak diderita oleh masyarakat Indonesia, dimana kuman lebih banyak jumlahnya dan menyebar dibagikan tubuh yang lain. Ditandai dengan fungsi syarat yang berkurang dan beberapa area mengalami mati rasa. 

Gejala kusta pada masing-masing orang berbeda-beda, Beberapa penderita ada yang mengalami mual, badan panas, juga gatal-gatal yang tak tertahankan diseluruh tubuh. Untuk itu sangat disarankan bagi masyarakat untuk segera ke Puskesmas terdekat apabila memiliki gejala-gejala seperti diatas agar segera diambil tindakan oleh dokter. 

Yuk, kita gaungkan kusta bersama-sama agar angka kasus kusta semakin menurun.  Seperti yang dikatakan dr. Febrina edukasi mengenai kusta sangat penting untuk membuang jauh-jauh stigma buruk tentang kusta. Edukasi bukan melihat dari kaca mata belas kasihan. 








Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Saya selalu gemas kalau melihat orang-orang yang merokok di fasilitas umum seperti di halte bis, angkutan umum, taman bermain anak, warung makan, dan di fasilitas umum lainnya. Yang bikin sebal saat saya menegur secara baik-baik kalau asap rokoknya sangat mengganggu, bukannya mengalah malah marah. Parah banget ya, seolah-olah kita yang nggak merokok disuruh beradaptasi dengan perokok. Please deh! Sadarkah dengan merokok ditempat umum saja sebenarnya sudah menunjukkan sikap egois. Nggak memikirkan orang lain yang ada didekatnya ataupun disekitarnya apalagi sampai ada anak-anak, benar-benar jadi contoh yang nggak baik untuk generasi penerus. Well, kalau merokok di ruangan sendiri ya silahkan saja, nikmati asapnya sendiri. Dengan punya ruangan sendiri tentu nggak mengganggu orang lain. 

Di lingkungan saya nggak terhitung berapa banyak perokok, mulai dari anak-anak sampai orangtua. Yang membuat saya sering mengelus dada anak-anak yang masih berseragam SD sudah merokok. Kalau anak SMP dan SMA jangan ditanya lagi karena sudah biasa. Kenapa bisa semudah itu rokok dikonsumsi oleh anak-anak? Ya, karena rokok di Indonesia harganya sangat terjangkau. Coba kalau harga rokok mahal orang-orang pasti mikir dua kali untuk beli rokok apalagi masyarakat yang tergolong miskin.

digital painting by Ono Sembunglango
Menurut temuan WHO di Indonesia rokok masih ada ditemukan yang harganya paling murah di dunia. Bayangkan saja masih ada rokok yang sebungkusnya dijual seharga 5000 rupiah. Itupun masih bisa dibeli ketengan yang per batangnya sekitar 500 rupiah saja. kalau dirata-ratakan dari semua merek rokok di Indonesia per batangnya terhitung murah yakni 1000 rupiah. Benar-benar terjangkau oleh masyarakat miskin sekalipun.


Kampanye Perempuan Mendukung #RokokHarusMahal

Gempuran rokok murah memang sangat mengancam. Bukan cuma anak-anak saja tapi juga kita para perempuan. Selain mengganggu kesehatan juga mengganggu finansial dalam keluarga. Padahal bahaya merokok tertera jelas dibungkusnya "Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan dan janin", tapi tetap saja masih banyak orang menghisap rokok nggak membuat orang berhenti.

Yang membuat orang benar-benar bisa berhenti merokok kalau tidak punya uang dan sakit. Beneran deh! Saya lihat sendiri bagaimana lingkungan masa kecil saya hingga sekarang. Beberapa beneran berhenti merokok karena sakit paru dan butuh biaya pengobatan. Hanya karena rokok murah tapi biaya pengobatan mahal.

program radio Ruang Publik KBR
Saya perempuan mendukung #RokokHarusMahal. Saya senang sekali dengan inisiatif radio KBR lewat program radio Ruang Publik KBR Jum'at 11 Mei 2018 lalu mengadakan talkshow mengkampanyekan Perempuan Mendukung #RokokHarusMahal. Acara yang dihadiri oleh narasumber Nina Samidi, Communication Manager Komisi Nasional Pengendalian Tembakau dan dr. Fauziyah, M.Kes, Wakil Ketua Umum Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia di Riau menambah insight bagi saya mengapa masalah yang ditimbulkan oleh rokok benar-benar harus jadi perhatian kita bersama.

Menurut Nina Samidi di ASEAN Indonesia berada di urutan ketiga dengan penjualan rokok termurah dan termasuk sangat terjangkau dari pendapatan per kapita kita. Jadi kalau dibilang rokok di Indonesia mahal itu nggak benar. Karena kalau dihitung pendapatan per kapita harga rokok rata-rata semua merek ternyata harga rokok di Indonesia paling terjangkau setelah Singapura dan Brunei. Kalau Singapura dan Brunei pendapatan per kapita mereka memang tinggi sekali. Sebagai pembanding dengan negara lain, di Singapura harga rokok 120 ribu/bungkus, Australia sekitar 200rb-300rb/bungkus. Indonesia sendiri berada di atasnya Srilangka dan Bangladesh.

Beberapa waktu terakhir semua negara menaikkan harga rokoknya dengan sangat signifikan, terutama Thailand tahun 2014 harga rokok di Thailand USD 15/bungkus sekarang sudah hampir USD 20/bungkus. Karena kenaikan itu mereka mencatat prevalensi perokok dimana angka perokok jadi menurun. Di Indonesia jumlah perokok semakin banyak karena harga rokok yang murah. Dan cuma di Indonesia saja yang bisa kita temukan rokok dijual ketengan. Diluar negeri rokok nggak dijual eceran, nggak dipajang kayak warung-warung kecil. Coba saja lihat sekarang spanduk iklan rokok terang-terangan menuliskan harga rokok baik itu harga per bungkus ataupun per batang. Mirisnya lagi iklan-iklan rokok ini banyak kita temui di sekitar sekolah. Iklan seperti ini ingin menarik perhatian anak-anak sekolah kalau rokok itu sangat murah dan sangat terjangkau dengan uang saku mereka.

"Di Indonesia cuma industri rokok yang mempertahankan harga rokoknya murah dan semakin murah semakin bagus!'' ujar Nina Samidi. Tanpa kita sadari permasalahan rokok menjadi tekanan mental bagi seorang ibu karena terganggu perekonomiannya. Banyak kita lihat keluarga di Indonesia yang menyisihkan alokasi belanja bulanan untuk rokok. Semua perempuan yang mempunyai pasangan perokok mungkin bisa merasakannya. Malah kalau pemasukan pas-pasan dan dikasi pilihan nasi, rokok, dan tempe dengan uang 10ribu maka perokok memilih nasi dan rokok. Lebih memilih makan nasi tanpa lauk ketimbang nggak merokok. Miriskan? Sudah miskin, makan untuk diri sendiri dan keluarga tak bergizi. Apa nggak pernah terpikirkan efeknya kalau sakit-sakitan dan biaya berobat yang mahal. Makanya #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu.


Harga Rokok Mahal Petani Tembakau Gulung Tikar?

Nina Samidi memaparkan tidak ada sejarahnya di dunia Pengendalian Tembakau dimana kalau harga rokok tinggi maka petani tembakau akan gulung tikar. Karena penurunan prevalansi rokok itu sanagat lambat seperti juga peningkatannya. Logikanya apapun produknya kalau dijual dengan harga mahal produsen pasti senang, dengan harga yang tinggi produsen akan lebih makmur, tapi kenyataannya tidak. 

Petani kita nggak ada hubungannya dengan harga rokok. Di Indonesia untuk produksi rokok 60% impor dari China dan Brazil. "Sebenarnya tanah di Indonesia nggak cocok untuk tanam tembakau", kata mbak Nina. Tembakau hanya ditanam pada musim kemarau. Sedangkan iklim di Indonesia sangat labil, sebentar hujan sebentar panas. Daun tembakau yang sudah ditanam kalau kena air atau hujan langsung rusak dan otomatis harga belinya jadi lebih murah oleh pabrikan rokok di Indonesia. 

Semua pengusaha pasti lebih memilih barang bagus tapi murah, salah satunya dengan cara impor. Impor dengan harga murah tapi kualitas bagus daripada produk lokal tapi kualitas jelek. Jadi nggak ada hubungannya harga rokok mahal dengan kesejahteraan petani tembakau kita. Petani belum tentu sejahtera meskipun harga rokok laku keras di pasaran.


Merokok Merusak Kesehatan

Dr. Fauziyah mengatakan salah satu yang menyebabkan rusaknya kesehatan karena rokok adalah karbon monoksida nya yang dapat menyebabkan paru. Kita lihat berapa angka kematian yang disebabkan oleh rokok salah satunya penyakit jantung koroner. Saat talkshow dr. Fauziyah juga menceritakan bagaimana pengalamannya saat menjadi dokter pendamping jamah haji. Pernah calon jamaah tercyduk membawa rokok dalam jumlah banyak, ketika ditanya alasannya selain untuk dihisap sendiri juga untuk dijual kepada jamaah haji yang memerlukan rokok. Sampai segitunya ya pengaruh rokok, saat harus concern dengan ibadah pun masih memanfaatkan kesempatan untuk berbisnis rokok.

Harga rokok di Arab Saudi bisa 4-5 kali lipat lebih mahal dibanding harga rokok di Indonesia. Makanya beberapa kali pernah ditemui jamaah haji yang membawa rokok dalam jumlah banyak. Selama jadi tim haji, dr. Fauziyah selain mengobati jamah juga sekaligus melakukan promosi tentang bahaya rokok agar jamaah haji tetap sehat saat melaksanakan ibadah hajinya. Menurut dr. Fauziyah sekarang pemerintah menegaskan kalau jamaah haji tidak sehat maka tidak bisa melunasi ONH nya.


Merokok Menyebabkan Pertengkaran di Rumah Tangga 

Pernah mendengar berita perceraian hanya gara-gara rokok? Kejadian ini pernah menimpa orang yang saya kenal. Sang suami perokok berat dan tak ada tanda-tanda untuk berhenti atau setidaknya mengurangi kebiasaan merokoknya. Pertengkaran sering terjadi karena ekonomi sulit, sang istri harus membagi-bagi uang yang ada untuk biaya hidup termasuk makan, uang sekolah anak, susu anak, termasuk rokok suami, dll. Ini beneran terjadi loh, istrinya meninggalkan suami karena sudah nggak tahan dengan kebiasaan rokoknya.

Suami kesayangan saya ini perokok dari sebelum menikah. Setelah menikah saya sudah wanti-wanti agar menghentikan kebiasaan merokoknya. Sejak 5 tahun lalu suami benar-benar berhenti merokok atas keinginannya sendiri, dengan alasan kesehatan diri sendiri dan orang lain yang secara tidak langsung menjadi perokok pasif. Tapi ada satu alasan yang benar-benar bikin saya tambah bangga, selain alasan kesehatan alasan ekonomi jadi pertimbangan. "Sayang selama ini buang uang, mending ditabung buat kebutuhan hidup," kata suami. Jadi sejak 5 tahun yang lalu setiap harinya uang yang biasa dibelikan rokok ditabung harian dalam celengan dan rutin sampai sekarang, nggak pernah diambil kecuali memang benar-benar butuh. 💰 Kebiasaan merokok memang sulit dibendung apalagi harga rokok di Indonesia terjangkau. Meskipun ada orang yang ngaku ekonominya sulit tapi mampu beli rokok seolah-olah rela tak makan yang penting merokok. Bayangkan saja harga rokok di Indonesia beberapa merek bisa dibeli dengan harga 15ribu atau 20ribu sebungkus belum lagi rokok bisa dibeli ketengan. Dengan harga serendah itu kelompok miskin dan anak-anak bisa menjangkaunya. 😣 Mirisnya lagi ada kelompok miskin yang alokasinya berada di urutan kedua setelah beras, lebih besar ketimbang dana untuk memenuhi gizi keluarga. 🚬 Saya ikut mendukung Pemerintah agar menaikkan harga rokok. Yuk, ikutan dengerin diskusi "Perempuan Dukung Rokok Harus Mahal" di Green Radio Pekan Baru. Atau bisa juga melalui radio-radio jaringan @kbr.id di nusantara atau streaming di KBR.id/KBR Apps atau tonton di FB Live Kantor Berita Radio-KBR mulai jam 9 pagi ini. 📻 Teman-teman juga bisa menyuarakan aspirasi nya mendukung rokok harus mahal melalui lomba blog, keterangan lengkap ada di flyer ya.. (geser gambar). #RokokHarusMahal #Rokok50Ribu
Sebuah kiriman dibagikan oleh Tuty Queen (@tutyqueen) pada 10 Mei 2018 jam 6:38 PDT

Syukurnya suami saya sudah berhenti merokok sejak 5 tahun lalu. Beneran bikin emosi memang kalau melihat suami menghabiskan 2 bungkus rokok dalam sehari, dan rokok yang dihisap suami harganya 15-17rb/bungkus. Bayangkan saja sehari harus keluar uang hampir 40 ribu rupiah. Meskipun merokoknya nggak pernah di dalam rumah tapi tetap saja baju, rambut dan badan bau rokok, bikin nggak nyaman. Tapi itu dulu saat awal-awal masa pernikahan, sekarang saya sudah nyaman banget sejak suami nggak merokok lagi, selain uang rokok yang biasanya sehari 40ribu untuk rokok jadi tabungan harian juga suami mudah-mudahan sehat terhindar dari efek samping rokok. Makanya saya sangat mendukung kampanye KBR Perempuan Mendukung #RokokHarusMahal.








Share
Tweet
Pin
Share
16 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates