Pages

  • Home

travel beauty

GIIAS 2025
Jelajah GIIAS 2025

Beberapa hari lalu, saya akhirnya punya kesempatan main ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Dari luar, suasananya sudah terasa meriah. Deretan mobil-mobil baru, konsep futuristik, dan booth-booth megah dari berbagai brand otomotif bikin mata susah berkedip. Tapi seperti biasa, kalau saya datang ke event besar seperti ini, insting saya selalu tertarik ke satu hal: UMKM lokal. Rasanya selalu ada yang istimewa dari karya tangan-tangan kreatif yang sering “ngumpet” di balik gemerlap industri besar.

GIIAS 2025
Selalu ada saja gebrakan di GIIAS 2025, serasa lihat etalase masa depan
Langkah kaki saya akhirnya berhenti di salah satu sudut yang menarik perhatian. Coba deh bayangkan, di dalam hall berderet mobil mewah, tapi di booth ini kalian justru akan melihat rangka mobil. Iyaaa..rangka mobil. Bikin penasarankan?. Jadi ini adalah Booth Yayasan Astra - Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA). Tahun ini, mereka mengusung tema “Yayasan Astra Demi UMKM dan IKM Indonesia”, dan itu bukan sekadar slogan. Booth ini benar-benar jadi ruang pameran yang memberi nafas pada cerita, perjuangan, dan pencapaian para pelaku usaha kecil dan menengah yang sudah lama dibina oleh Astra.

Booth Astra YDBA
Beberapa produk UMKM & IKM di Booth Yayasan Astra -YDBA di GIIAS 2025

Booth Yayasan Astra YDBA tahun ini menghadirkan beberapa produk UMKM dan IKM unggulan dari berbagai sektor mulai dari manufaktur, bengkel roda empat, bengkel roda dua, kerajinan tangan, kuliner khas daerah, hingga hasil pertanian yang sudah diolah jadi produk bernilai tambah. Semua tampil percaya diri membawa produk berkualitas tinggi, hasil dari proses panjang pembinaan, pelatihan, dan pendampingan berkelanjutan dari Astra melalui YDBA.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah produk-produk dari sektor IKM manufaktur. Rapi, presisi, dan nggak kalah keren dibanding produk dari perusahaan besar. Produk-produk ini bukan hanya layak jual, tapi juga sudah memenuhi standar industri. Bahkan, Astra turut mendorong mereka untuk masuk dalam rantai pasok industri besar. Nggak main-main pada tahun 2024 saja, tercatat nilai transaksi rantai pasok sebesar Rp 4,5 triliun ke Grup Astra, yang melibatkan IKM binaan YDBA. Sebuah angka yang membuktikan bahwa pelaku usaha kecil pun bisa bersaing di level nasional, bahkan internasional.

Booth Astra YDBA
Rahmat Samulo (Ketua Pengurus Yayasan Astra YDBA, Tonny Sumarsono (Advisor Yayasan Astra YDBA), Emma Poedjiwati Prasetio (Sekretaris Yayasan Astra YDBA) di Booth Astra YDBA

Selain produk manufaktur, booth ini juga menampilkan kerajinan tangan lokal mulai dari anyaman, batik, boneka, juga craft. Nggak cuma estetik, tapi juga punya nilai budaya yang kuat. Dan tentu saja, yang nggak boleh dilewatkan: kuliner UMKM!  

Yang saya suka dari booth ini adalah pendekatan mereka yang nggak sekadar menjual produk, tapi juga membagikan cerita. Setiap produk yang dipamerkan punya narasi. Dari mana mereka berasal, bagaimana proses pembinaannya, hingga dampak yang dirasakan setelah bergabung dalam ekosistem Astra. Semua itu membuat saya makin yakin bahwa pemberdayaan UMKM Indonesia bukan sekadar wacana, tapi betul-betul dijalankan dengan serius.

Booth Astra YDBA
Imron Hanafi, Pemilik Industri Kecil Menengah (IKM) PT Besq Sarana Abadi & Muhammad Orlando, Second Generation PT Noerhayat Berkah Sejahtera di Booth Astra YDBA. Mereka adalah binaan Yayasan Astra YDBA yang pendapatannya meningkat 3-4 x lipat dan mampu membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar

Melalui partisipasi di GIIAS 2025, Yayasan Astra melalui YDBA bukan hanya memberi panggung bagi UMKM dan IKM untuk tampil, tapi juga membuka peluang jejaring dan akses pasar yang lebih luas. Program pembinaan mereka mencakup berbagai aspek: dari penguatan sistem manajemen, pelatihan digitalisasi, sertifikasi produk, hingga bimbingan finansial dan pemasaran. Pendekatannya menyeluruh, dan hasilnya pun terasa nyata.

Sebagai pengunjung, saya merasa nggak cuma “jalan-jalan lihat mobil,” tapi juga ikut menyaksikan perjalanan besar dari usaha-usaha kecil yang perlahan mulai menembus batas. Melihat produk-produk lokal bisa tampil sejajar di event besar seperti ini itu bikin hati hangat. Karena di balik setiap produk, ada mimpi yang sedang diperjuangkan. Ada keluarga yang dibantu, komunitas yang diberdayakan, dan masa depan yang dibangun.

Kalau kalian mampir ke GIIAS 2025, jangan cuma fokus ke mobil listrik atau kendaraan canggih aja. Luangkan waktu sebentar untuk jalan-jalan ke booth YDBA. Siapa tahu kalian juga jatuh cinta sama karya anak bangsa yang tumbuh dari semangat dan kolaborasi. Dukungan kita semua bisa jadi bagian dari perjalanan mereka ke tingkat yang lebih tinggi.





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 hadir lagi. Tahun ini GIIAS dimulai tanggal 2 Agustus sampai 12 Agustus 2018 di ICE, BSD. Senang banget deh kalau ada event besar gini diadakan di ICE BSD soalnya nggak jauh dari rumah hihi! Setidaknya kalaupun macet ya nggak separah macetnya Jakarta. Apalagi dari beberapa titik lokasi disediakan shuttle yang memudahkan pengunjung menuju lokasi. Seperti stasiun kereta juga beberapa halte bus. Konsep seperti ini bagus banget sih jadi orang-orang nggak usah berbondong-bondong pakai kendaraan sendiri biar mengurangi macet. Yang juga penting sih sesuaikan juga jadwal kereta dan info bis yang akan kita gunakan menuju stasiun terdekat.

Saya sendiri sejak GIIAS diadakan di ICE BSD setiap tahunnya selalu menjadi salah satu pengunjung pameran automotif terbesar ini. Nah, beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 4 Agustus 2018 saya erkesempatan mengikuti Blogger Gathering Bersama Wuling Motors dan Mobil123.com. Sebagai Portal Otomotif No.1 di Indonesia Mobil123 selama ini dipercaya sebagai portal yang menghubungkan penjual dan pembeli baik itu mobil baru atau pun mobil bekas, bahkan nggak cuma mobil saja motor juga ada.


Begitu tiba di ICE BSD saya langsung mengunjungi booth Mobil123 yang berada di Hall 1. Rame bangeet, di booth ini banyak diadakan aktivitas untuk memanjakan pengunjung yang mampir seperti kuis, bagi-bagi hadiah hanya dengan mendownload aplikasi Mobil123, kemudian ada hiburan juga seperti sulap, dll. Jadi tambah seru, saya pun nggak mau ketinggalan. Untungnya saya sudah lama mendownload aplikasi Mobil123 jadi tinggal tunjuki saja ke mbak yang jaga booth kemudian share foto keseruan selama di booth Mobil123 lalu share di Instagram. Lalu pilih lucky dip nya, dan akhirnya saya dapat payung. Hihi..lumayan persediaan musim hujan.

Nggak berlama-lama di booth Mobil123 saya dan teman-teman blogger menuju Garuda Room untuk mendengarkan paparan mengenai Wuling Motors. Acara dibuka oleh Indra Prabowo Managing Director Mobil123 & Oto Spirit. Indra mengatakan sebagai seorang wartawan beliau biasanya skeptis kalau ada brand baru ataupun pendatang baru di dunia automotif. Termasuk ketika Wuling Motors masuk ke Indonesia, awalnya skeptis tapi lama-kelamaan justru berkesan dengan Wuling Motors, mereka masuk ke Indonesia tidak hanya untuk jualan tapi juga membangun pabrik di Cikarang, Bekasi. 

Indra Prabowo
Wuling Motors membuktikan bahwa mobil China tidak seperti pemain automotif yang sebelumnya. "Awalwal tahun 2000an banyak motor China masuk ke Indonesia yang dijual dengan harga murah tapi after sales nya jelek banget", kata Indra. Di awal tahun 2000an pun masuk beberapa brand dari China an itu pun tidak berusia lama karena mereka tidak punya pabrik dan tidak punya jaringan after sales yang baik. Berbeda dengan Wuling yang punya pabrik dan punya jaringan after sales yang cukup banyak, sampai saat ini Wuling sudah menjual 14.000 mobil. 

Pada kesempatan ini Wuling Motors ingin mengenalkan kepada para blogger lebih jauh tentang Wuling. Ada satu model SUV yang akan diluncurkan tahun depan. Tapi mobil SUV yang dipamerkan di GIIAS 2018 sebenarnya bukan mobil yang exactly existing di China. Jadi setirnya masih setir kiri, jadi di Indonesia nggak seperti ini nantinya karena masih tahap pengembangan. Wuling SUV dipamerkan agar pengunjung memberikan feedback untuk membantu pengembangan sebelum SUV diluncurkan tahun depan. Ada juga mobil listrik yang  imut banget yakni Wuling e100. Pas banget yah saat ini mobil listrik lagi jadi perbincangan hangat di Indonesia. Saya dan teman-teman blogger diajak berkunjung ke booth Wuling melihat langsung mobil-mobil keluaran Wuling.

Dian Asmahani
Dian Asmahani, Brand Manager Wuling Motors menjelaskan tema Wuling Motors di GIIAS 2018 kali ini adalah Drive, Grow dan Progress. Drive sendiri menjelaskan filosofi tagline Wuling Motors Drive For A Better Life. Grow berhubungan dengan produk dan dealer yang ada di Indonesia. Sedangkan progress Wuling Motor ingin menunjukkan komitmen kedepannya seperti apa. Tema grow dipilih karena Wuling Motors sudah satu tahun masuk ke Indonesia dan dimana pabrik Wuling Motors diresmikan pertama kali oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla saat itu.

Wuling Cortez
Dalam waktu yang sama yaitu tanggal 2 Agustus 2017, Wuling Motors meluncurkan produk terbaru mereka yakni Wuling Confero di Senayan City. Dan nggak berapa lama kemudian hanya dalam jangka waktu enam bulan berikutnya diluncurkan Wuling Cortez. Pertumbuhan yang cukup pesat juga terlihat dengans emakin banyak nya dealer Wuling Motors. Pada tahun pertama delaer hanya berjumlah 35 sekarang di tahun 2018 dealer Wuling Motors sudah berjumlah 80. Jadi jaringan Wuling Motors sudah ada 80 baik itu di kota-kota bessar maupun di kota-kota kecil di Pulau Jawa dan Sulawesi.

Wuling Confero S
Wuling Confero sudah mendapatkan berbagai penghargaan sejak diluncurkannya, diantaranya kategori small MPV dari Indonesian Car of The Year 2017 dan Rockie of The Year Otomotif Award 2018.

tanya jawab seputar Wuling Motors dan Mobil123
Komitmen Wuling Motors kedepannya akan terus mengeluarkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia. Salah satunya Wuling sudah memiliki mobil listrik e100. Tapi mobil ini belum bisa diluncurkan di Indonesia karena masih menunggu regulasi dari pemerintah Indonesia. Di China sendiri Wuling e-100 sudah diluncurkan tahun 2017 dengan harga jual sekitar 80 jutaan kalau di rupiahkan, murah memang karena mobil ini mendapat subsidi dari pemerintah China. dan per Juni 2018 tercatat sudah terjual sebanyak 21.000 unit terjual. Mobil listrik cukup diminati di China dan pertumbuhannya pun begitu pesat. 

Mobil Listrik e100
e100 yang imut

Begitu melihat mobil Wuling e100 saya langsung fall in love at the first sight, lebay haha! Soalnya mobil listrik ini warnanya lucu-lucu bahkan bisa disesuaikan dengan keinginan kita. Mobil dengan jarak tempuh average 230km ini bisa di cas di rumah selama 9 jam. Buat para moms mobil ini cocok banget ya untuk belanja dan antar jemput anak sekolah. Udah jadi inceran nih, tinggal nunggu peluncurannya saja. Menurut mbak Dian kalau Wuling e100 ini sudah ready sih, tinggal nunggu regulasi pemerintah saja mengenai mobil listrik.

para pemenang door prize
Puas banget main di booth nya Wuling Motors GIIAS 2018. Oh ya, dia acara gathering ini juga ada bagi-bagi door prize yang bikin deg-degan, berharap dapat haha! By the way selamat untuk teman-teman yang dapat door prize yaa.

Thanks a lot buat Wuling Motors dan Mobil123



www.ceritawuling.id
Instagram : WulingMotorsID | Facebook : Wuling Motors Indoensia
Twitter : @WulingMotorsID | Youtube : WulingMotorsID



Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (7)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (1)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates