Pages

  • Home

travel beauty

#Ayo3mplusVaksinDBD
3M Plus Vaksinasi Upaya Pencegahan DBD

Kasus demam berdarah akhir-akhir ini mulai marak. Tetangga baru saja keluar dari Rumah Sakit karena demam tinggi beberapa dan ternyata di diagnosis Demam Berdarah Dengue (DBD). Ya, cuaca yang sebentar hujan dan sebentar panas berisiko banyak genangan air yang menjadi tempat nyamuk berkembang biak. Sering sekali kita mendengar himbauan agar jangan sampai ada genangan air di sekitar kita. 

Mengosongkan dan membersihkan barang-barang seperti pot bunga, ember, dan tempat mandi burung secara teratur dapat membantu mencegah nyamuk bertelur. Selain itu, menggunakan tirai pada jendela dan pintu, mengenakan pakaian lengan panjang, dan menggunakan obat nyamuk saat menghabiskan waktu di luar ruangan dapat membantu mengurangi risiko gigitan nyamuk. Penting sekali bersama-sama dengan anggota masyarakat lainnya menjaga lingkungan tetap bersih dan terawat untuk membantu mencegah nyamuk berkembang biak di lingkungan rumah.  

Fogging dan penyemprotan juga salah satu upaya untuk membantu mengendalikan populasi nyamuk di wilayah yang lebih luas. Dengan melakukan tindakan pencegahan ini, kita dapat membantu mengurangi penyebaran demam berdarah.

Tapi apakah semua tindakan di atas cukup? Istilah 3M yakni menutup rapat tempat penyimpanan air, menguras tempat penampungan air secara rutin, dan mendaur ulang barang bekas yang dapat menyebabkan genangan air yang selama ini kita upayakan untuk mencegah berkembang biaknya nyamuk demam berdarah ternyata tidaklah cukup. Diperlukan 3M plus vaksinasi. 

Talkshow #Ayo3mplusVaksinDBD 

Kamis, 21 Maret 2024 lalu saya mengikuti Talkshow #Ayo3mplusVaksinDBD dan Buka Bersama Takeda di Dian Ballroom Raffles Hotel, Jakarta. Talkshow ini diadakan bertujuan untuk mengajak partisipasi masyarakat dalam upaya melawan dengue dan mensukseskan target pemerintah untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Selain itu diharapkan dengan adanya talkshow ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya dengue dan pencegahan ya melalui campaign #Ayo3mplusVaksinDBD. Kampanye ini merupakan salah satu upaya edukasi pencegahan dengue dari kemitraan PT Takeda Innovative Medicines (Takeda) dan Dirjen P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

#Ayo3mplusVaksinDBD
Talkshow #Ayo3mplusVaksinDBD 

Dalam sambutannya, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht memaparkan bahwa Takeda meraih penghargaan dalam ajang PR Indonesia Award 2024 untuk kategori Corporate PR untuk kampanye #Ayo3mplusVaksinDBD.  Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan bentuk dedikasi Takeda dan tidak mungkin terjadi tanpa adanya dukungan dan sambutan baik dari pihak-pihak terkait, diantaranya Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kesehatan, para mitra di dunia kesehatan, komunitas, serta masyarakat umum. 

Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines
Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines

Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD bertujuan mengajak lebih banyak masyarakat untuk semakin memahami tentang DBD beserta tindak pencegahan, termasuk memberikan edukasi seputar upaya preventif yang inovatif, seperti Wolbachia dan vaksinasi.

Talkshow yang menghadirkan narasumber dr. Alvin Saputra, Praktisi Kesehatan Indonesia dan dr. Ngabila Salama, MKM Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Taman Sari Jakarta yang dipandu oleh Shahnaz Haque ini benar-benar memberikan edukasi betapa pentingnya bersama-sama mencegah penyebaran nyamuk demam berdarah. 

Pemaparan dr. Alvin mengenai DBD tegas banget, bahwa DBD nggak kayak campak. Kalau kita terkena campak penyakit ini tidak akan berulang atau sekali terjangkit, sedangkan DBD kita bisa berkali-kali terjangkit. Untuk itu diperlukan upaya promotif dan preventif 3M plus vaksinasi. dr. Alvin juga menyarankan jika anak dua hari berturut-turut demam tinggi sebaiknya langsung dibawa ke RS untuk di periksa. Karena deteksi dini adalah kunci untuk mencegah penyakit menjadi lebih parah. Paradigmanya kita harus sehat. 

dr. Alvin Saputra
dr. Alvin Saputra, Praktisi Kesehatan Indonesia 

Dalam kesempatan yang sama  dr. Ngabila menjelaskan tindakan promotif mengenai pentingnya pencegahan berkembangnya nyamuk demam berdarah selain dilakukan secara digital lewat sosmed, bisa juga dilakukan secara konvensional. Kita bisa bersama-sama dengan kader masyarakat dan perangkat desa memberantas penyebaran dan penularan DBD. dr. Ngabila juga menyarankan bagi masyarakat yang mobilitasnya tinggi sering melakukan traveling sebaiknya melakukan vaksin DBD untuk membantu mencegah terkena DBD. 

dr. Ngabila Salama, MKM
dr. Ngabila Salama, MKM - Kepala Seksi Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Taman Sari Jakarta


Kondisi Terkini Dengue di Indonesia

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI, Dr. Imran Pambudi, MPHM menyatakan bahwa untuk mencapai target nol kematian akibat dengue di tahun 2030, diperlukan peran aktif seluruh lapisan masyarakat. Usaha pengendalian dan pencegahan harus dimulai dari keluarga. 

Dr. Imran Pambudi
Dr. Imran Pambudi, MPHM - irektur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Ditjen P2P, Kementerian Kesehatan RI

Dr. Imran menambahkan bahwa saat ini beberapa daerah telah menetapkan status Kondisi Luar Biasa (KLB) Dengue. Sampai dengan minggu ke-11 tahun 2024, terdapat 35.556 kasus DBD di Indonesia dengan 290 kematian. Di bulan Maret ini saja, beberapa daerah sudah menetapkan KLB, seperti Jepara, Enrekang, Kutai Barat, Lampung Timur, dan Kab Nagekeo. Oleh karena itu, pemerintah tidak pernah bosan untuk terus menekankan pentingnya 3M Plus, dan termasuk mempertimbangkan pencegahan inovatif seperti Wolbachia dan vaksin DBD. 

#Ayo3mplusVaksinDBD
Kerjasama Takeda dan Kementerian Kesehatan dalam Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD 

Takeda dan Kementerian Kesehatan menyusun program kerja bersama dan meluncurkan Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD. Kampanye ini kemudian diperkuat dengan berbagai serangkaian dialog, baik dengan para pembuat kebijakan, maupun komunitas sosial, untuk mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan DBD di Indonesia. Vaksin DBD yang saat ini tersedia di Indonesia dapat diberikan kepada kelompok usia 6-45 tahun. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan perlindungan yang menyeluruh dari DBD melalui vaksinasi, dan cari tahu informasi sebanyak-banyaknya agar kita dan orang terkasih dapat terlindungi dari bahaya DBD yang mengancam jiwa.





Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Vaksin DBD
Hati-hati dengan gigitan nyamuk!

Demam berdarah dengue merupakan penyakit yang menakutkan bagi tiap orang. Apalagi bila tanda-tandanya samar dan dikira demam biasa. Padahal penyakit demam berdarah bisa menyebabkan kematian apabila penanganannya terlambat. DBD sudah ada di Indonesia sejak tahun 1968, hingga sekarang penyakit demam berdarah dengue masih menjadi perhatian. Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, dari awal tahun sampai dengan minggu ke-33 tahun 2023 , kasus demam berdarah dengue mencapai 57.884 kasus dengan catatan 422 kematian. Lantas apa penyebab demam berdarah dengue? 



Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah disebabkan oleh infeksi virus dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti berjenis kelamin betina. Nyamuk ini memiliki ciri-ciri bertubuh kecil, berwarna hitam dengan belang putih di seluruh tubuhnya. Kasus demam berdarah dengue terjadi karena perilaku yang kurang aware menjaga lingkungan.


Mengingat Indonesia yang merupakan negara tropis dengan curah hujan yang tinggi, maka nyamuk Aedes Aegypti dapat dengan mudahnya berkembang biak di lingkungan yang ia sukai seperti di genangan air bersih, di tempat yang lembab dan minim cahaya. Oleh sebab itu, semua orang di Indonesia berisiko terkena demam berdarah tanpa melihat umur, di mana mereka tinggal, dan gaya hidup. 


Vaksin DBD
Nyamuk Aedes Aegypty Penyebab Demam Berdarah

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 143.266 kasus demam berdarah yang tercatat sepanjang tahun 2022, 39% nya merupakan golongan produktif dari rentang umur 15-44 tahun. So, tetap berhati- hati ya. Penyakit ini tak hanya menyerang anak-anak saja lho, semua orang berisiko terkena Demam Berdarah Dengue (DBD) jadi jangan sepelekan gigitan nyamuk. Apalagi kalau sampai infeksi demam berdarah berulang, ini sangat berbahaya. Karena infeksi berulang dapat meningkatkan risiko sindrom dengue berat (Severe Dengue) yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa.



Gejala Demam Berdarah Dengue

Terkadang saat sakit terutama demam kita suka menganggap demam biasa akibat kelelahan ataupun karena flu. Padahal salah satu ciri-ciri terkena DBD adalah tiba-tiba demam tinggi. Agar lebih waspada, simak yuk gejala Demam Berdarah Dengue yaitu: 


  • Terasa nyeri pada sendi atau tulang
  • Nyeri daerah perut, otot, punggung, bagian belakang mata
  • Suhu tubuh panas tinggi
  • Kehilangan selera makan
  • Terasa kelelahan atau panas dingin
  • Mual atau muntah
  • Kulit tampak bintik merah atau ruam
  • Kulit mudah memar
  • Pendarahan
  • Sakit kepala
  • Sakit tenggorokan 


Dari gejala-gejala di atas biasanya orang-orang menandai kalau kulit tampak bintik merah adalah gejala demam berdarah. Ternyata gejalanya banyak, kita harus lebih aware lagi dengan segera memeriksakan diri ke dokter agar lebih cepat diberikan pengobatan.



Cegah Demam Berdarah dengan 3M Plus

Seperti kata pepatah "sedia payung sebelum hujan" yang maksudnya lebih baik berjaga-jaga sebelum terjadi. Agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes Aegypti ada baiknya setiap orang mencegah perkembangbiakan nyamuk tersebut di lingkungan masing-masing dengan tindakan 3M plus, yaitu: 

  • Menutup rapat tempat penyimpanan air
  • Menguras tempat penampungan air secara rutin, setidaknya seminggu sekali
  • Mendaur ulang barang bekas yang dapat menyebabkan genangan air

Vaksin DBD
Bersih-bersih lingkungan sekiar jangan sampai ada genangan air!

Kadang kita merasa sudah bersih-bersih dengan melakukan 3M Plus, tapi nyamuk masih saja bertebaran. Kemungkinan ini karena lingkungan di luar rumah yang tak terkendali seperti genangan air, atau saluran air yang tersumbat. Selain itu nyamuk menyukai tempat-tempat tersembunyi seperti lipatan gorden, belakang lemari, dan tempat-tempat yang tidak terjangkau. Kemudian kebiasaan kita yang tidak menutup pintu atau tidak menggunakan pintu dengan kawat nyamuk, juga genangan air karena pengaruh musim dan cuaca. Bahkan saat cuaca panas pun nyamuk semakin merajalela.


Vaksin DBD
Fogging

Maka dari itu diperlukan 3M Plus. Untuk plusnya, tindakan yang bisa dilakukan adalah bergotong royong membersihkan lingkungan, memasang obat nyamuk, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air dan lain-lain. 


Tindakan lain yang bisa kita lakukan untuk melengkapi perlindungan dari DBD adalah dengan melakukan vaksin DBD, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu untuk informasi lebih lanjut.




Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD

Rabu, 27 September 2023 diadakan Peluncuran Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD sebuah kolaborasi antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berkolaborasi dan Takeda. Kerja sama antara keduanya meliputi peningkatan peran serta masyarakat atau pemberdayaan masyarakat; peningkatan kapasitas tenaga kesehatan; penyusunan dan pelaksanaan terkait program koalisi bersama masyarakat menuju nol kematian akibat dengue (zero dengue death 2030); pendekatan terpadu untuk pencegahan dan pengendalian dengue; sinkronisasi data (bridging) dengan SIARVI (Sistem Informasi Arbovirosis); serta peningkatan peran dan kerja sama penentu kebijakan di pusat dan daerah. 


#Ayo3MplusVaksinDBD
Peluncuran Kampanye #Ayo3MplusVaksinDBD

Dr. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHSM., MARS, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menuturkan “Penanggulangan DBD di Indonesia merupakan tantangan yang kompleks. Namun, pemerintah telah berkomitmen untuk mencapai nol kematian akibat infeksi dengue pada tahun 2030 melalui Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021-2025. Kami menghimbau masyarakat untuk bersama-sama, dengan prinsip-prinsip 3M plus dan vaksin mandiri DBD dalam mengatasi tantangan ini dan melindungi masa depan generasi mendatang," 


Dr. dr. Sukamto Koesnoe, Sp.PD-KAI, FINASIM, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa, Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia memaparkan, “Selain anak-anak, orang dewasa juga terancam terkena demam berdarah dengue. Karena terbukti manfaatnya, Perhimpunan Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) telah merekomendasikan vaksinasi demam berdarah juga diberikan pada orang dewasa sampai umur 45 tahun. Saat ini vaksinasi demam berdarah dengue dapat diberikan pada setiap orang pada rentang umur 6-45 tahun sesuai dengan anjuran dari dokter”.


#Ayo3MplusVaksinDBD
Selepas penandatanganan perjanjian kerjasama Kementrian Kesehatan RI dan PT. Takeda Innovative Medicines

Vaksin tidak hanya bekerja dengan merangsang sistem imun untuk membentuk antibodi atau kekebalan tubuh saja, tapi vaksin juga dapat mengurangi risiko demam berdarah berat. Bisa dibilang vaksinasi merupakan pencegahan inovatif.


Jangan sepelekan virus DBD. Virus ini menyerang tubuh manusia dengan cepat, bahkan tanpa disadari. Yuk, dukung upaya pencegahan demam berdarah dengan mendukung gerakan  #Ayo3MplusVaksinDBD. Dengan vaksin DBD kita sudah memberikan perlindungan tambahan bagi diri kita sendiri dan orang-orang tercinta di sekitar kita, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika ingin melakukan vaksin.


C-ANPROM/ID/QDE/0239 | Oct 2023










Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (9)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ►  August 2026 (2)
    • ▼  September 2026 (1)
      • Kucing Lahap Makan Belum Tentu Sehat! Ini 7 Tanda ...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates