Konsep Ekonomi Sirkular untuk Mencapai Kehidupan Berkelanjutan

G uys , pernah dengar istilah Circular Economy nggak? Jujur nih saya baru tau istilah ini saat mengikuti SCG Welcoming Circular 2020 R...


Guys, pernah dengar istilah Circular Economy nggak? Jujur nih saya baru tau istilah ini saat mengikuti SCG Welcoming Circular 2020 Rabu, 22 Januari lalu di The Kasablanka. Ternyata Circular Economy atau konsep ekonomi sirkular merupakan sebuah solusi demi menciptakan kehidupan berkelanjutan (sustainable) untuk masa depan yang lebih baik. 

SCG (Siam Cement Group) Indonesia sebagai perusahaan konglomerasi Indonesia mengajak kita semua termasuk semua pemangku kepentingan untuk berbuat nyata dan saling berkolaborasi. Tujuannya untuk mewujudkan kehidupan berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari dan mempraktekkan langsung konsep ekonomi sirkular. Intinya SCG ingin semua masyarakat sadar dan peduli dengan selalu berperilaku sirkular. Dengan cara memanfaatkan sebesar-besarnya sumber daya dan menekan jumlah sampah atau limbah. 


Memang sih semua orang teriak masalah sampah, tapi apa yang sudah kita lakukan untuk mengurai dan mengurangi sampah juga limbah? Harus dimulai dari SEKARANG mempraktekkan konsep ekonomi sirkular ini. Yups, konsep make - use - return. Circular Economy bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan prinsip 5R yakni:

  1. Reduce: mengurangi penggunaan bahan baku dari alam
  2. Reuse: mengoptimalisasi penggunaan bahan yang dapat digunakan kembali.
  3. Recycle: menggunakan hasil dari proses daur ulang
  4. Recovery: proses pemulihan
  5. Repair atau Refurbished: melakukan perbaikan
Sebenarnya kalau praktek recycle, reuse, dll, sudah sering saya dengar dan beberapa kali saya praktekkan untuk lingkungan kecil saja alias dalam rumah. Seperti menggunakan cup bekas ngopi jadi pot tanaman, pakaian yang udah nggak dipakai dibuat jadi keset kaki, memanfaatkan besek keranjang bekas beli makanan jadi tempat bumbu masak seperti bawang, dll, tapi nggak sampai kepada praktek ekonomi sirkular yang bernilai ekonomi, hehe! 

reusable cup bekas ngopi jadi pot tanaman


Di acara SCG Welcoming Circular 2020 kemarin, Presiden Direktur SCG Indonesia - Pathama Sirikul dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi terbesar di ASEAN dan merupakan negara yang kuat dari sisi politik dan ekonomi. Jadi posisi Indonesia sangat strategis untuk menjadi negara pendorong praktek Circular Economy baik negara ASEAN maupun di dunia. 

Pathama Sirikul 

Sampah jangan cuma dianggap sampah, tapi Sumber Daya bagi yang lain. Konsep ekonomi sirkular melakukan resirkulasi daya dalam rantai nilai untuk meminimalkan penggunaan dan memaksimalkan manfaat sumber daya, produk, suku cadang, dan material untuk menciptakan sistem yang memungkinkan untuk masa pakai yang lama, penggunaan kembali yang optimal, perbaikan & remanufaktur, dan daur ulang. 

Ada yang menarik dari talkshow kemarin yang menghadirkan narasumber: Delicia Aprianne, Environmental Consultant PT SCG Indonesia, Afyan Cholil Asy'ari, Niravle Team, penerima beasiswa SCG  Sharing the Dream dan Dewi Kusmianti, Pelatih Project Niracle di desa Padasuka, Soreang, Bandung.


kiri-kanan: Ibu Dewi Kusmianti - Afyan Cholil Asy'ari - Delicia Aprianne 

Menurut Delicia Aprianne, SCG sendiri memulai konsep ekonomi sirkular dari lingkungan karyawannya sendiri. Dimulai dengan membentuk mindset para karyawan sesyau dengan konsep ekonomi sirkular melalui SCG Circular Way yang fokusnya pada peningkatan kesadaran untuk memaksimalkan sumber daya, mengurangi pemakaian plasrik sekali pakai, dan mendorong agar karyawan menggunakan produk yang awet atau tahan lama.

Di SCG juga dibiasakan budaya mengolah limbah/sampah, dimana limbah atau sampah yang sudah di sortir bisa menjadi sesuatu yang bernilai dan menciptakan banyak manfaat. Memilah-milah mana sampah organik dan anorganik ketika membuangnya ke tempat sampah. Harapannya perilaku seperti menjadi terbiasa dan dibawa ke rumah dan lingkungan sekitar yang tentunya dapat memengaruhi orang lain untuk berbuat hal yang sama. 

Afyan adalah mahasiswa ITB yang berhasil meraih beasiswa dari SCG. Anyway, selama ini SCG Indonesia rutin memberikan beasiswa melalui program SCG Sharing the Dream pada pelajar SMA sederajat dan universitas yang ada di Indonesia. Program beasiswa ini sudah diadakan sejak tahun 2012. Sampai saat ini ada sekitar 2.072 pelajar yang sudah mendapatkan beasiswa. SCG berharap pelajar yang mendapatkan beasiswa kelak bisa menjadi agent of change. 

bunga yang dipegang Afyan adalah hasil daur ulang perca yang dikerjakan warga Padasuka 

Afyan bersama dengan teman mahasiswa lainnya membuat proyek sosial di Desa Padasuka, Soreang, Bandung. Di desa ini kebanyakan masyarakatnya beemata pencaharian sebagai pekerja konveksi rumahan. Kebayangkan kemana sisa hasil kain yang sudah dipotong atau percanya? Saking banyaknya perca-perca ini mereka bakar dan dibuang ke sungai. Udah bikin polusi udara ditambah lagi polusi aliran sungai.  Berlatar bslakang inilah Afyan dan teman-temannya membentuk Team Niracle dan proyek mereka dinamakan Project Niracle. Mereka berinisiatuf mengedukasi warga untuk memanfaatkan limbah perca didaur ulang sehingga menghasilkan sesuatu yang bernilai. 

Salah satu bentuk beasiswa dari SCG adalah dengan menyediakan tenaga ahli untuk membantu melatih warga di Desa Padasuka. Dan Ibu Dewi Kusmianti lah yang berkesempatan menjadi pelatih. Menurut Bu Dewi sampah hang dulunya dibuang sekarang menjadi bernilai ekonomi buat warga sendiri, dan sampai saat ini Bu Dewi bersama dengan Team Niracle terus-menerus memberikan semangat kepada warga Desa Padasuka agar terus bergerak memperbaiki lingkungan dan memperbaiki ekonomi. 

workshop membuat tassel dari sisa potongan kain

Sebelum acara berakhir, saya dan teman-teman juga mendapat kesempatan mengikuti workshop bersama Nike Prima dan Miranti, Founder LivingLoving.net membuat kreasi gantungan berupa tassel untuk tas dengan manfaatkan sisa kain.

kiri-kanan: Nike Prima - Miranti 

Kelihatannya agak ribet membuatnya padahal asik dan nagih pengen bhat yang lebih bagus lagi, hehe! Lumayan banget, saya jadi dapat inspirasi dan ide untuk membuat aneka kerajinan lainnya dengan memanfaatkan pakaian bekas di rumah yang sudah tidak terpakai.

yeaay.. ini dia hasilnya, tassel bisa digantung di tas 

Oh ya, acara SCG Welcoming Circular 2020 ini merupakan awal atau penanda akan diadakannya SCG Sustainable Development (SD) Symposium Indonesia 2020: Circular Economy, Collaboration for Action yang akan digelar 22 Februari mendatang. Forum pertemuan para pemimpin global ini adakah pertama kalinya diadakan di Indonesia. Semoga forum pertemuan nanti sekaligus menjalin kolaborasi untuk mewujudkan praktek ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga kita semua bisa jadi agen perubahan minimal di lingkungan kita sendiri, bersyukur lagi kalau bisa jadi pengaruh atau contoh untuk orang lain. 





You Might Also Like

0 comments