Hobi menulis di blog nggak terasa sudah 3 tahun saya geluti. Yang awalnya cuma pengen sekadar curhat, tapi lama kelamaan jadi nyandu pengen nulis apa saja. Pertama kali ngeblog yang lucunya cara nulisnya suka-suka saya sama kayak nulis di diary. Nggak peduli dengan singkatan, dimana titik dimana koma, apalagi EYD berantakan banget hehe. Lama-lama setelah blog walking ke blog orang lain, saya jadi malu sendiri, ampun deh ternyata nulis di blog itu bukan cuma buat dibaca sendiri tapi orang lain juga baca dan lihat.
Jujur awalnya untuk ikutan lomba blog atau share tulisan nggak pede, suka nyerah sendiri jangan-jangan ngelihat judulnya aja orang udah malas baca blog saya. Jangan-jangan blog saya isinya nggak menarik, suka galau kata anak sekarang haha. Tapi yang namanya udah suka dengan dunia tulis menulis ya harus move on. Prinsip saya jangan tanggung-tanggung kalau mau belajar, harus benar-benar fokus biar dapat prestasi. Berikut tips saya biar bisa live to the max:
1. Perbaiki Cara Menulis
Kalau mau berubah ya harus siap dikoreksi dan mengoreksi diri sendiri. Terutama cara menulis. Kalau baca blog saya di awal berantakan banget, masih ada kata-katanya yang cara nulisnya kayak lagi sms-an sama teman. Setelah mengikuti workshop menulis beberapa kali saya jadi ngakak sendiri. Saya ingat betul sama pemberi materi waktu itu, kalau menulis ya memang bagaimana cara kita menyampaikannya tetap jadi diri sendiri tapi bukan berarti pake bahasa alay kayak anak sekolah lagi puber. EYD nya tetap diperhatikan, jangan sampai melenceng jauh, apalagi kalau untuk lomba EYD ini jadi pertimbangan juri juga.
2. Meningkatkan Kualitas Diri
Jangan cepat merasa puas, harus meningkatkan kualitas diri. Caranya saya bergabung dengan berbagai komunitas blog dan menulis. Terus belajar dari teman-teman yang sudah lama menulis dan ngeblog, sering-sering ikut kelas menulis, dan jangan ragu untuk ikutan lomba blog. Karena pengalaman saya semakin sering ikut lomba blog saya jadi tau kemampuan saya dan kekurangan saya. Justru ini kesempatan untuk belajar mengeksplore diri.
![]() |
| ikutan workshop menulis elegan |
3. Konsisten
Menulis memang bagi sebagian orang tergantung mood sih, saya juga pernah gitu tiba-tiba mood menghilang susah banget ngembaliinnya. Jangan kelamaan moodnya hilang balikin lagi secepatnya kata suami hihi. Ntar malah malas dan blog nggak keurus sama sekali. Iya sih, udah fokus pengen jadi full time blogger, udah bayar domain, tapi nggak konsisten nulis, ya sayang banget itu namanya belum konsisten, ibarat punya rumah tapi jarang dirapihin kali ya hehe kan nggak enak lihatnya. Makanya saya berusaha untuk selalu konsisten menulis, minimal dalam seminggu 3 atau 4 kali lah soalnya belum berhasil dengan target one day one post.
4. Jaga Kesehatan
Jaga kesehatan penting banget. Kalau nulis kadang suka lupa waktu. Keasyikan nulis suka nggak teratur jadwal makan dan tidur. Apalagi sampai begadang, yang ada saya pernah sakit sampai berhari-hari karena kelelahan. Untungnya saya selalu sedia Theragran-M dan saya konsumsi saat sakit. Theragran-M ini vitamin yang bagus untuk mempercepat masa penyembuhan. Nggak cuma mempercepat penyembuhan, Theragran-M juga sebagai vitamin untuk mengembalikan daya tahan tubuh setelah sakit.

Yang penting untuk tetap sehat harus memaksimalkan waktu berkualitas, jangan cuma duduk berlama-lama tanpa gerak dan kurang minum, karena bakal jadi incaran penyakit. Senyaman apapun itu duduk berlama-lama tetap harus bergerak. Sesekali melakukan gerakan kecil, atau setidaknya meregangkan tubuh. Nggak lupa konsumsi Theragran-M untuk melengkapi kebutuhan vitamin dan mineral untuk tubuh. Theragran-M ini mudah didapat, bisa dibeli di apotik ataupun toko obat. Kalau tubuh fit, kerjaan jadi lancar.
Sesungguhnya dari kesemuanya itu dimulai dari diri sendiri, mau mempraktekkan sedikit ilmu yang kita ketahui saja itu menandakan kita mau berubah. Perubahan yang kecil nantinya akan menjadi perubahan yang tidak disadari akan memperbaiki dan akan menjadi prestasi.
Sesungguhnya dari kesemuanya itu dimulai dari diri sendiri, mau mempraktekkan sedikit ilmu yang kita ketahui saja itu menandakan kita mau berubah. Perubahan yang kecil nantinya akan menjadi perubahan yang tidak disadari akan memperbaiki dan akan menjadi prestasi.




