Deklarasi Hari Bahagia Bersama JNE

A pa definisi bahagia menurut kalian guys? Mungkin jawaban kalian akan berbeda-beda pastinya. Karena setiap orang memiliki tolak ukur yang ...


A
pa definisi bahagia menurut kalian guys? Mungkin jawaban kalian akan berbeda-beda pastinya. Karena setiap orang memiliki tolak ukur yang berbeda. Saya sendiri arti bahagia itu jika kondisi fisik dan pikiran sehat hingga bisa fokus bekerja dan bisa berbagi kepada sesama. Jadi bahagia itu harus kita ciptakan sendiri terlebih dahulu.

Selasa,  7 September 2021 lalu saya mengikuti webinar Deklarasi Hari Bahagia Bersama JNE. Di event ini hadir  narasumber inspiratif diantaranya Direktur JNE M. Feriadi Soeprapto, Penulis dan Penggiat Literasi Maman Suherman aka Kang Maman, Kartunis Muhammad “MICE” Misrad, juga beberapa bintang tamu Melanie Subono, Ivan Gunawan, dan Andy F Noya

Kiri-Kanan: Moderator, Kang Maman, Bapak M. Feriadi, Melanie Subono, Ivan Gunawan

Bahagia memiliki definisi yang beragam ternyata, tergantung bagaimana seseorang menilainya. Narasumber Deklarasi Hari Bahagia JNE mendifinisikan secara berbeda-beda namun tetap dalam ikatan frasa sebagai simpulnya yaitu berbuat baik. Namun rasanya perlu sekali diuraikan apa yang disampaikan oleh narsum secara satu persatu. Sebab pula acara ini dibuat dengan konsep bincang santai, jadi tidak terkesan menggurui. Mereka seperti sedang saling berbagi apa itu makna berbagi menurut apa yang mereka sedang kerjakan.

Mice seorang kartunis mengemukakan bahwa dirinya merasa bersyukur “double” katanya. Karena melalui karyanya ia selalu berbahagia, dan hasil karyanya itu juga dapat memberikan kebahagiaan untuk orang lain yang menikmati karyanya. Jadi disitulah letak double bahagia seperti yang dirasakannya. Ia memang selalu dikenal dengan karyanya yang menggemaskan, bercerita lucu namun juga penuh dengan pelajaran yang dapat dipetik. 

Mice Kartunis

Beda lagi menurut Ivan Gunawan, ia juga mengatakan kebahagiaan yang dapat dibaginya melalui foto bersama fans, karena ia merasa tidak semua orang suka padanya, apalagi sampai minta foto bersama dirinya. Dan memang bahagia itu tidak selalu ditentukan dengan nilai sejumlah uang bukan? 

Ivan Gunawan
Melanie Subono yang kini juga bergiat dalam mengulurkan bantuan melalui benih kebaikan juga menyatakan sesuatu yang diberinya sering kali nilainya sangat kecil sekali namun dapat memberi sesuatu yang sangat besar artinya. Pernah suatu ketika ada seorang ibu yang sangat kesulitan dan ternyata hanya memiliki uang senilai 125.000 untuk membayar ongkos Rumah Sakit. Ia juga mengajarkan anaknya untuk tidak menganggap sepele nilai dua bungkus mie instan. Karena nilai dua bungkus mie instan tersebut jika diberikan kepada yang membutuhkan dapat menyambung kehidupan orang lain. 

Andi F Noya yang turut hadir secara online karena sedang melakukan perjalanan ke luar kota memaparkan  bahawa banyak orang menganggap bahwa berbagi itu tunggu kita sejahtera terlebih dahulu. Padahal berbagi bisa kapan saja dan dalam bentuk apa saja baik dalam jumlah besar maupun kecil. Kita juga nggak tahu Tuhan kasih kita umur sampai kapan. Jadi jangan menunda-nunda untuk berbagi. Tidak ada alasan untuk tidak berbuat baik setiap hari.

Kang Maman sendiri merasa sangat bersyukur dan bahagia ketika ia bisa diajak makan bersama berkali-kali dengan bapak direktur JNE M. Feriadi. Sebab tak disangkanya ia diminta menulis sebuah buku sebagai bentuk literasi nilai yang ditanamkan di tubuh perusahaaan JNE. Kita tahu bahwa JNE memiliki highlight branding dengan kalimat Connecting Happiness. Kang Maman sebagai penulis cukup merasa merasa terkejut untuk diminta menulis sebab di setiap pertemuan sambil makan bersama ia tak berpikir untuk menulis tentang bisnis JNE. Lalu dengan permintaan menulis ini ia juga mendapati peristiwa berharga dimana ketika ia bertemu dengan seorang kurir yang bekerja di JNE. Bahwa nilai kebahagiaan yang diberikan adalah kebahagiaan itu sendiri walaupun bukan sekedar materi. 

Sebuah paket yang datang, bahkan paket salah duga alias bukan untuk kita pun sudah sangat membahagiakan. Hanya mendengar teriakan “pakeeeeet” hati sudah girang. Betapa sebuah kiriman yang bahkan tidak merasa membeli sesuatu jika sebuah paket datang kerumah itu begitu membuat perasaan bahagia. Begitupun dengan tugas seorang kurir yang diceritakan dalam bukunya. Jadi penasaran kan bagaimana dengan cerita Kang Maman? Saya pun penasaran dengan isi bukunya.  Teman-teman bisa membeli buku Bahagia Bersama secara offline Toko Buku Gramedia dan juga secara online melalui website gramedia.com serta toko resmi JNE di Tokopedia dan Shopee.

Dirut JNE M. Feriadi menambahkan semua arti bahagia yang disampaikan narasumber, bahwa core bisnis JNE ketika pertama kali berjalan adalah santunan anak yatim. Pesan dari Pak Soeprapto Soeparno yang mengatakan bahwa memberi tak harus menunggu untung. Berikan saja, berbagi saja dahulu jika kita berbisnis dalam urusan agama insyaallah Tuhan yang akan berbisnis dengan kita. Seperti itulah pesan yang dipegang sungguh oleh Dirut JNE. Saya benar-benar merasa beruntung mengikuti webinar Hari Bahagia Bersama yang diadakan JNE, karena sesuatu yang kita anggap kecil ternyata bisa membawa kebahagiaan buat orang lain.  Nggak sabar pengen baca bukunya Kang Maman.






You Might Also Like

0 comments