Behind The Scene Drama Musikal Khatulistiwa

S elama ini kita diajarkan oleh orang tua juga guru di sekolah kita untuk pantang menyerah dalam memperjuangkan apapun yang kita ingi...


Selama ini kita diajarkan oleh orang tua juga guru di sekolah kita untuk pantang menyerah dalam memperjuangkan apapun yang kita inginkan. Hidup memang membutuhkan perjuangan. Baik untuk kepentingan pribadi, kepentingan orang banyak atau sosial. Hal ini juga yang sebaiknya kita wariskan kepada anak-anak kita. Bahwa perjuangan sudah ada sejak dulu, bahwa untuk memperoleh kemerdekaan juga dilalui dengan berjuang. Mengenalkan kepada anak-anak kita mengenai sejarah perjuangan orang-orang sebelum kita merebut kemerdekaan bangsanya yang kita sebut sebagai pahlawan.

Ya, sejarah tidak boleh dilupakan begitu saja. Situs-situs sejarah, bangunan tua, musium, nama-nama jalan ini menandakan bahwa sejarah itu memang ada. Dan anak-anak kita harus tahu itu. Harus mengenal dan mempelajari sejarah bangsanya. Bagaimana cerita para pahlawan berjuang merebut kemerdekaan. Jangankan anak-anak kita, kita saja pun belum sepenuhnya mengenal sejarah. Nilai-nilai luhur kepahlawanan tidak bisa kita teruskan ke generasi penerus kalau tidak belajar sejarah. Kita harus berjuang melawan lupa.

Sejarah yang di dengungkan dengan menceritakan kembali kepada generasi yang ada akan memperkuat kekayaan pengetahuan diri sebagai bangsa. Bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur yang menjadi dasar pegangan hidup para pejuang dahulu kala untuk mewujudkan kehidupan yang didambakan. Menjadi bangsa yang kuat, berintegritas tinggi mandiri secara ekonomi dan mengatur diri sendiri secara merdeka.


Melalui cara dan media apapun sejarah dapat diceritakan kembali. Entah melalui tulisan, film, dan pertunjukan. Karena kondisi kekinian kita telah terlampau jauh dari jarak saat sebelum proklamasi di bacakan. Masa yang dahulu kala melawan penjajahan secara fisik hanya akan dapat diketahui dalam musium-musium sejarah dan kepustakaan yang menyimpannya. Namun kini masa perjuangan fisik telah berganti dengan era perjuangan mempertahankan akan ingatan sebagai bangsa yang berdiri dengan penuh perjuangan dan pergulatan dengan cara yang sama sekali berbeda.

Drama Musikal Khatulistiwa  adalah aksi nyata yang dilakukan oleh anak bangsa. Berdasarkan inisiatif sosial, Drama Musikal Khatulistiwa yang merupakan karya Josodirdjo Foundation dan ZigZag Indonesia mensosialisasikan dan membudayakan kekayaan seni, budaya dan cerita bangsa Indonesia dengan kemasan yang menghibur dan edukatif. Saya mendapat kesempatan menyaksikan Behind The Scene Drama Musikal Khatulistiwa 18 Oktober kemarin yang berlokasi di Gedung Nyi Ageng Serang. Produser, koreografer, sejarawan dan para talent berkumpul disini. Saya dan teman-teman blogger juga beberapa pengunjung dari pelajar dan mahasiswa berkesempatan melihat langsung bagaimana para talent berlatih untuk hasil maksimal pada pertunjukan 18-20 November nanti.

Sebelum para talent memulai latihan, para tim produksi ngobrol bareng dulu dengan para undangan yang terpilih termasuk blogger. Beberapa tim produksi yang ada di lokasi antara lain Kang Asep Kambali, Adjie N.A, Ifa Fachir, Jefriandi Usman, Auguste Soesastro, Melvi Tampubolon dan ada aktor Rifnu Wikana juga menjadi talent  di Drama Musikal Khatulistiwa yang memerankan Cokroaminoto.


Drama Musikal Khatulistiwa
Asep Kambali (Komunitas Historia Indonesia) - Sejarawan

Kang Asep Kambali pendiri Komunitas Historia Indonesia yang juga seorang sejarawan sangat mengharapkan para pemain Drama Musikal Khatulistiwa bisa memerankan tokohnya dengan baik. Selain itu penjiwaan juga penting, karena banyak orang yang tidak tahu sejarah. Jadi dengan peran yang dimainkan mampu mempengaruhi publik yang menonton. Menurut Kang Asep kita setiap hari menemukan sejarah,  yang disebut sejarah adalah yang mempunyai dampak sosial di masyarakat. Mengunjungi salah satu histori sejarah merupakan cara terbaik untuk untuk mengetahui sejarah. Alasan ini juga yang melatarbelakangi kang Asep mendirikan Komunitas Historia Indonesia. Belajar sejarah sebaiknya dengan melihat langsung, seperti dengan menonton pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa.

Drama Musikal Khatulistiwa
Adjie N.A - Sutradara

Mas Adjie selaku sutradara di Drama Musikal Khatulistiwa mengatakan yang namanya cerita pasti dibelakangnya ada manusianya dan pasti ada peran. Kalau musikal berarti syaratnya pemain harus bernyanyi, disinilah komunikasi terjalin, dialog sambil bernyanyi.



Drama Musikal Khatulistiwa
Auguste Soesastro - Penata Busana

Auguste yang mengurusi kostum para pemain, menjelaskan mengenai perbedaan membuat baju dan kostum. Perbedaannya adalah ada pada teknik pembuatannya. Kalau kostum harus dirancang sedemikian rupa agar pemain merasa nyaman apalagi kalau harus berganti kostum dalam hitungan menit harus tampil lagi. Jadi ada teknik khusus dalam membuat kostum.

Drama Musikal Khatulistiwa
Jefriandi Usman - Koreografer
Drama Musikal Khatulistiwa
Ifa Fachir - Penata Lagu dan Musik

Uda Jefri selaku koreografer dan Mas Ifa selaku komposer menjelaskan bahwa para talent rutin latihan setiap hari Selasa sampai Kamis mulai jam 17.00-23.00. Salut deh!

Drama Musikal Khatulistiwa
Kiri: Melvi Tampubolon - Produser Kanan: Ahmad Emir Farabi - Perwakilan Sun Life

Bu Melvi Tampubolon memaparkan tujuan dibuatnya Musikal Khatulistiwa, diantaranya agar anak-anak kita tahu bagaimana sejarah bangsa Indonesia mulai dari masuknya Belanda dengan VOC nya sampai para pahlawan dan rakyat Indonesia merebut kemerdekaan. Harapannya semoga dengan menonton Drama Musikal Khatulistiwa ini akan membangkitkan apresiasi anak bangsa, dan menjadi inspirasi agar lebih cinta Indonesia dan berkontribusi positif untuk bangsa dan negara.

Ada mas Fabi juga perwakian dari Sunlife, ia mengatakan saat ini masih berlangsung kontes #aksi dari hati di sosial media Sunlife. Lebih jelasnya kunjungi saja Fanpage Sun Life Financial Indonesia atau twitter @Sunlife_id.


Behind The Scene Cerita Cokroaminoto

Behind The Scene Cerita Cokroaminoto

Behind The Scene Cerita Dewi Sartika
foto bersama dengan tim produksi dan para talent
Seru banget loh menyaksikan Behind The Scene Drama Musikal Khatulistiwa, selama ini kalau nonton di teve sepertinya pertunjukan-pertunjukan seperti ini kelihatan gampang membuatnya padahal dibalik itu semua banyak proses yang harus dirangkum mulai dari akting, koreografi, komposer sampai pemilihan kostum.

Selama berada di lokasi saya menonton langsung akting para talent membawakan Drama Musikal yang menceritakan tokoh pejuang Dewi Sartika dan Cokroaminoto.



Yuk biar nggak penasaran dengan Drama Musikal ini seperti apa plus pingin nambah pengetahuan mengenai sejarah jangan sampai nggak nonton ya. Tiket sudah bisa di beli di KiosTix.

You Might Also Like

32 komentar

  1. Seru banget ya mak jadi ga sabar lihat langsung.

    BalasHapus
  2. Aku suka drama musical, unik. Prosesnya nggak mudah ya kalo dibanding darama biasa. Harus belajar koreografi juga, mesti kompak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak salut dengan para talent yang rutin latihan , karena nggak gampang memang butuh kekompakan

      Hapus
  3. Cara yg menyenangkan utk belajar sejarah & sekaligus belajar seluk beluk pementasan :)

    BalasHapus
  4. Aku pernah nonton drama musical tapi belum pernah nonton sebelum pelatihan mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini juga pertama kalinya nonton behind the scene mbak hehe

      Hapus
  5. Behind the scene-nya aja keren banget ya mba..aku suka banget lihat pementasan macam gini, orang-orangnya berdedikasi banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbaak makanya nggak sabar banget ini pengen lihat pertunjukannya

      Hapus
  6. Kita tak boleh melupakan sejarah, karena darinya kita berasal mula^^


    Ah... seru sepertinya, Mbak ><

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru mbak...nonton pertunjukan drama musikal khatulistiwa ini adalah salah satu cara kita belajar sejarah dan mengenalkan anak-anak pada sejarah :)

      Hapus
  7. Dari dl selalu pingin nonton teater....tp belum kesampaian.

    Pasti serru yaa..apalagi sampai menilik dapurnya.
    ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, ini kali pertama saya melihat yang namanya behind the scene :)

      Hapus
  8. Waduh, deket rumah nih. Andai kutau pengen ikut nonton hehe #mantananakteater

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pertunjukannya tgl 18-20 Nov mbak, kalo ini behind the scene nya

      Hapus
  9. wah keren bisa lihat behind the scene nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini kali pertama lihat behind the scene, seruu

      Hapus
  10. emang untuk menghasilkan karya seniyang spektakuler, ada orang2 yang bekerja keras di dalamnya. Dah keliatan nih bakal sukses, semoga ya mba..bts nya aja semangat gtu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiin...kita berharap semoga kisah sejarah ini sukses menginspirasi anak bangsa

      Hapus
  11. Kalau ikut behind the scene gini jadi lebih menghargai proses rumit dari sebuah karya seni ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul..nggak gampang, karya seni patut dihargai banyak ide kreatif disana yang mampu menginspirasi kita

      Hapus
  12. Pengin pepotoan sama Kang Epy, tapi belum kesampaian euy.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha..kang Epy nya lucu euy, btw anaknya cakep kayak emaknya :)

      Hapus
  13. Wah pemain pendukungnya banyak ya mbak? Waktu latiannya juga mpe malam. Moga sukses :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, rutin latihan nya ...semoga lancar dan sukses

      Hapus
  14. Wihhh seru bin keren binggo acaranya behind the scenenya mbak... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup.. semoga pertunjukan tanggal 18-20 Nov sukses

      Hapus
  15. Mbak, foto-fotonya bagus-bagus banget, sangat memperkuat cerita. Keren ih... sukak.

    BalasHapus
  16. wah ada cerita cokroaminoto jugaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...banyak lagi nanti cerita-cerita mengenai perjuangan pahlawan lainnya

      Hapus