Pages

  • Home

travel beauty


Kampung Berseri Astra (KBA) Lengkong Kulon terletak di Pagedangan Tangerang,  Banten. Siapa sangka kalau di kawasan elit ini masih ada kampung yang dikelilingi oleh beton-beton kokoh perumahan dan perkantoran di BSD. Pagi itu saya ada agenda kunjungan ke KBA Lengkong Kulon bersama dengan rekan media dan blogger.

Karena rumah saya nggak begitu jauh dari BSD saya tiba  lebih pagi di KBA Lengkong Kulon atau "Kampung Sawah" begitu biasanya penduduk menyebutnya. Menyempatkan sarapan di dekat perumahan warga sembari ngobrol tentang KBA Lengkong Kulon. Akses jalan masuk ke kampung ini sangat mudah, nggak perlu ribet-ribet bertanya kesana-sini, meskipun kampung tapi mudah ditemukan ketika kita menghidupkan maps di ponsel.

Budaya Palang Pintu saat menyambut tamu masih tetap lestari di Kampung Sawah Lengkong Kulon
Meski berada di area real estate nggak menimbulkan kesenjangan bagi penduduk, justru mereka aktif berkarya. Keberadaan kampung di tengah real estate justru menjadi penyemangat warga, mereka jadi termotivasi untuk tetap berkarya dan memberikan sesuatu yang bernilai bagi kampung mereka sendiri, dan tetap mempertahankan nilai histori bahwa mereka ada. Kalau tanah mereka dibeli pengembang mungkin saja identitas kampung ini hilang. Nyatanya identitas Kampung Lengkon Kulon tetap ada hingga kini dengan semangat kampung yang guyub.


Program CSR Kampung Berseri Astra (KBA)

Keguyuban warga di Desa Lengkong Kulon wajib diacungkan jempol. Karena meskipun diapit kemewahan BSD tak menjadikan penduduknya kekinian dengan gaya hidup semau gue alias siapa lu siapa gue. Karena keguyuban antar warga ini pulalah yang membuat Kampung Lengkon Kulon memiliki aktivitas bersama dan menjadi kampung mandiri. Ini jugalah yang melatarbelakangi Astra melirik Kampung Lengkong Kulon menjadi binaan Astra melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Kampung Berseri Astra.

Kampung Berseri Astra merupakan program tanggung jawab sosial Astra yang diimplementasikan kepada masyarakat dengan konsep pengembangan yang mengintegrasikan 4 pilar program tanggung jawab sosial Astra, yakni Kesehatan (Astra untuk Indonesia Sehat),  Pendidikan (Astra untuk Indonesia Cerdas), Lingkungan (Astra untuk Indonesia Hijau), dan Kewirausahaan (Astra untuk Indonesia Kreatif). 


Program KBA  menjalin kolaborasi antara Astra dan masyarakat, dimana keduanya bersama-sama mewujudkan wilayah yang berseri. Dengan kolaborasi ini pula diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah KBA. Lengkon Kulon adalah salah satu KBA dari 77 KBA yang ada saat ini. Dimanapun instalasi Astra berada selalu berupaya memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya, sesuai dengan butir pertama Catur Dharma Astra, yakni  Menjadi Milik yang Bermanfaat Bagi Bangsa dan Negara.

Astra sendiri memulai program KBA di Lengkong Kulon sejak tahun 2016. Pilar yang pertama kali dijalankan adalah pilar kesehatan melalui Posyandu Melati 3 Desa Lengkong Kulon. Namun bukti nyata keseriusan masyarakat di kampung Lengkong Kulon terlihat sepanjang tahun 2018 ini, tak hanya pilar kesehatan saja, pilar pendidikan, lingkungan, juga kewirausahaan juga berjalan selaras. Tak heran KBA Lengkong Kulon mendapatkan peringkat Utama alias bintang 4 untuk tingkatan KBA. Oh ya, tingkatan KBA ada 5 yakni: Pratama (Bintang 1), Madya (Bintang 2), Nindya (Bintang 3), Utama (Bintang 4), dan Kencana (Bintang 5).

Dian, pendamping dari UI
Menurut mbak Dian yang menjadi pendamping masyarakat KBA Lengkong Kulon dalam menjalankan 4 pilar, KBA Lengkong Kulon memang sangat pantas dijadikan desa yang menginspirasi desa lain karena hanya dalam hitungan satu tahun KBA Lengkong Kulon sudah mendapat peringkat 4. Ini dinyatakan mbak Dian karena ada desa lain yang sudah berjalan programnya selama beberapa tahun tapi belum begitu berkembang seperti KBA Lengkong Kulon. Ya, ini kembali kepada kekompakan atau guyub nya masyarakat dalam mengembangkan 4 pilar.


Pilar Kesehatan

Melalui Pilar Kesehatan KBA Lengkong Kulon melalui kader kesehatan dan tokoh masyarakat memberikan Program Keluarga Sehat seperti edukasi kepada masyarakat mengenai gaya hidup sehat seperti gizi seimbang dengan makanan organik dari kebun dan program apresiasi ASI eksklusif bernama "Ibu Asiks".  Ya, kasus stunting saat ini bukan hanya menjadi kegelisahan Pemerintah saja tetapi juga kegelisahan kita bersama. Untuk itu masyarakat harus benar-benar mendapat informasi mengenai penyebab stunting dan mencari solusi untuk mengurangi kasus stunting salah satunya dengan sadar dan peduli betapa pentingnya makanan dengan gizi seimbang bukan makanan instan.

Saya bersama ibu-ibu Posyandu dan Posbindu KBA Lengkong Kulon
Di Lengkong Kulon terdapat Posyandu dan Posbindu yang menjadi Pilar Kesehatan. Selain memberikan penyuluhan mengenai stunting, ibu-ibu penggiat Posyandu juga memberi pemahaman kepada warga terutama ibu-ibu mengenai pentingnya 1000 hari pertama kehidupan atau golden period. Dimana pada periode inilah proses pertumbuhan otak dan pertumbuhan anak berlangsung oleh karena itu kebutuhan gizi anak dimasa depan dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. Jika anak kurang gizi anak bisa menderita stunting. Posyandu di KBA Lengkong Kulon beberapa kali meraih prestasi, diantaranya menjadi 5 besar finalis nasional, juga  juara 2 program Posyandu KBA.

Posbindu sendiri merupakan Pos Binaan Terpadu, sasarannya adalah masyarakat usia 15 tahun samapai lansia.  Disini warga terutama lansia bisa mengecek gejala katarak, cek tensi darah, cek asam urat, cek kolesterol maupun diabetes. Kegiatan ini rutin dilakukan untuk mengetahui perkembangan kesehatan warga termasuk deteksi dini penyakit tidak menular. Warga yang belum memiliki BPJS juga berkesempatan mengurus BPJS melalui Posbindu ini. Jadi warga di KBA Lengkong Kulon diharapkan lebih sadar dan peduli lagi dengan kesehatan diri sendiri juga keluarga.

Warga KBA Lengkong Kulon periksa kesehatan gratis 


Pilar Pendidikan

Saat ini KBA Lengkong Kulon memiliki taman baca yang diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin membaca terutama anak-anak baik SD maupun anak SMP. Di Taman Baca aktivitas yang dilakukan selain membaca juga diadakan kegiatan seperti menggambar, bermain, mendengarkan dongeng. Nggak cuma itu anak-anak di Lengkong Kulon juga tetap diajarkan permainan tradisional agar nggak lupa budaya.

Gerobak Baca
Apresiasi yang diberikan Astra berupa Gerobak Baca disambut baik warga, karena gerobak ini melengkapi perpustakaan kecil yang ada di Masjid Al Istiqamah. Yang namanya gerobak tentu bisa didorong, jadi kalau ada kegiatan di KBA Lengkong Kulon Gerobak Baca bisa dihadirkan di tengah-tengah kegiatan yang berlangsung. Bantuan buku dan Gerobak Baca dari Astra ini sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat juga meningkatkan literasi baca, terutama minat baca pada anak. Ya, kekhawatiran para orang tua dimana pun berada pasti sama, yakni khawatir anak kecanduan gadget. Maka dari itu taman baca yang sekaligus diisi dengan berbagai aktivitas yang menarik bagi anak-anak bisa mengurangi kebiasaan anak menggunakan gadget.

Minat baca anak-anak meningkat semenjak ada Gerobak Baca dan sumbangan buku bacaan daru Astra
Program KBA di Lengkong Kulon juga fokus pada pendidikan anak usia dini yakni PAUD Azzahra. Disini bukan cuma pendidikan anak usia dini saja yang bersekolah tapi juga ada anak-anak TK. Total sekitar 45 siswa yang ada di PAUD Azzahra. Melalui program KBA, Astra memberikan beasiswa kepada anak-anak PAUD dan pelatihan kepada guru yang mengajar di PAUD Azzahra.

PAUD Azzahra

Di PAUD Azzahra desa Lengkong Kulon, kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak adalah belajar membaca, menari, juga diajari bercocok tanam sejak dini dengan tujuan agar anak-anak mengenal lingkungannya. Selain itu dengan bercocok tanam anak-anak memahami proses menanam juga manfaat tanaman itu sendiri bagi lingkungan.

Masing-masing pot diberi nama sesuai nama siswa yang menanam
Anak-anak PAUD Azzahra belajar menari

Pilar Lingkungan

Kampung Berseri Astra Lengkong Kulon memiliki kebun komunitas bernama Kebun Sabilulungan. Arti dari Sabilulungan adalah Gotong Royong yang berasal dari bahasa Sunda. Kebersamaan disini untuk mendukung gizi serta kemandirian masyarakat melalui kegiatan ProKlim (Program kampung Iklim) untuk bersama-sama melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim.


Kebun Sabilulungan dibuat dengan memanfaatkan tanah makam seluas lebih kurang 300 meter. Kebun ini ditanami dengan tanaman sayur-syauran seperti terong, kangkung, bayam, pakcoy, caisim, seledri, ada juga jagung, ubi, dan beberapa tanaman lain. Tanaman yang ditanam disini adalah tanaman organik tanpa menggunakan bahan kimia selama proses penanaman hingga panen. Masyarakat yang diberi tanggung jawab mengelola Kebun Sabilulungan mengolah pupuk organik dari sampah organik seperti dedaunan. Daun-daun yang dibiarkan didalam tong kemudian dikelola sedemikian rupa sehingga menghasilkan cairan yang kemudian dimanfaatkan menjadi pupuk untuk tanaman. 

Kangkung yang tak lama lagi siap di panen
Kacang Panjang
Jagung
Dalam proses penanaman, masa tanam sayur-syuran di Kebun Sabilulungan diatur terjadwal. Tujuannya agar proses tanam bisa dilakukan berkesinambungan. Jadi tanah tak dibiarkan kosong, sehabis panen ditanami lagi secara bergantian. Kebun ini jadi terus berproduksi. 

Kalender Tanam Kebun Sabilulungan
Hasil panen dari Kebun Sabilulungan selain dinikmati bersama oleh masyarakat Kampung Sawah Lengkong Kulon juga dijual ke tempat lain, hasil penjualan akan dikumpulkan dan sebagian dikeluarkan untuk menggaji warga yang ditugasi mengelola kebun.


Warga juga mulai membuat taman Toga (Tanaman Obat Keluarga) , dimana taman kecil yang ada di depan Mesjid Al Istiqamah ini dimanfaatkan sedemikian rupa untuk ditanamai dengan tanaman yang berkhasiat sebagai obat.

Pilar Kewirausahaan

Pilar Kewirausahaan merupakan keberlanjutan program melalui bisnis kolektif berbentuk koperasi. Antar pilar yang satu dengan pilar yang lain menag saling mengisi untuk kepentingan bersama. Saat mengunjungi workshop kewirausahaan, saya bertemu dengan H. Benny Rustandi yang biasa disapa dengan Haji Benny dimana di KBA Lengkong Kulon pak Benny menjabat sebagai Sekretaris KBA Lengkong Kulon.  Disini saya banyak mendapatkan informasi mengenai kegiatan warga di KBA Lengkong Kulon, termasuk kegiatan di Workshop Sabilulungan.

Di Workshop Sabilulungan warga bebas menyumbang ide dan kreativitas yang kemudian dikembangkan bersama-sama untuk menjadi sebuah produk yang bisa dihasilkan. Pak Benny berharap masyarakat jangan cepat berpuas diri dengan keberhasilan dan prestasi yang diraih KBA Lengkong Kulon. "Kita semua harus sama-sama terus belajar dan menggali potensi diri", pesan Pak Benny.

Haji Benny


Haji Benny menunjukkan hasil kreativitas di Workshop Sabilulungan
Kang Juna asal Cimahi berkreasi membuat sodet
Sodet hasil Workshop Sabilulungan
Tantangan dalam berwirausaha ini adalah sebisa mungkin memanfaatkan yang ada di lingkungan untuk dikelola menjadi sesuatu yang bernilai. Pak Benny juga berharap agar pemuda setempat nggak gampang mengeluh, harus berani berkembang dan mengeluarkan potensi yang ada didalam diri.


Bantuan Gerobak untuk berjualan hasil kewirausahaan dan lingkungan dari Astra
Ya, saya setuju dengan pendapat Pak Benny, bahwa anak muda sejak dini harus bisa berkarya dengan potensi yang dimiliki. Semoga dengan support dari Astra melalui program CSR Kampung Berseri Astra warga di KBA Lengkong Kulon bisa menjadi agen perubahan dan inspirasi bagi kampung-kampung lainnya.

























Share
Tweet
Pin
Share
27 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (6)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ▼  June 2026 (2)
      • Di Balik Buku Ublik: Ketika Istri Menjadi Editor d...
      • BesTeam, Ketika Dompet Dhuafa Ajak Kita Bestian Sa...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates