
Sejak rajin jual barang preloved di salah satu ecommerce, saya jadi tambah akrab dengan salah satu jasa pengiriman terbesar di Indonesia yakni JNE. Nggak cuma dalam hal jual barang saja saya mengirimnya via JNE, kalau belanja online saya juga request ke seller-nya agar kirim dengan JNE. Selain lebih aman dan nyaman, nyampe nya juga on time, ini poin penting banget. Jadi kalau sudah percaya dengan pelayanannya nggak pengin pindah ke lain hati. Apalagi semakin sering melakukan pengiriman dengan JNE, semakin banyak poin yang terkumpul karena jadi member JLC. By the way teman-teman tau kan apa itu JLC? Atau teman-teman yang biasa kirim paket udah pada jadi member JLC? Okey, saya jelasin sedikit ya apa itu JLC.
JLC atau JNE Loyalty Card
Sejak tahun 1990 JNE sudah mendapatkan banyak pelanggan, dan saat itu JNE membuat suatu program untuk pelanggan JNE yang awalnya disebut JNE Card saat diperkenalkan pertama kali. JNE Card dibuat agar JNE mempunyai data base setiap pelanggan yang bertransaksi di JNE. Kemudian seiring perkembangan teknologi JNE terus berinovasi dan pada tahun 2014 JNE Card berganti nama menjadi JLC atau JNE Loyalty Card. Customer-customer yang loyal bertransaksi dengan JNE selalu di data oleh JNE. Sampai sekarang ini karena terjadi perubahan-perubahan dimana teknologi semakin maju. Kalau dulu pengguna JLC Card harus membawa kartu saat bertransaksi di counter-counter JNE, sekarang tidak perlu lagi, jadi bisa cardless.
Dengan pertumbuhan yang semakin pesat posisi member JLC saat ini sudah diangka lebih dari 70 ribu member yang sudah tercatat di JNE. Pak M. Feriadi mengatakan ini berkat adanya publikasi baik dari media maupun blogger melalui tulisan dan jadi tersampaikan kepada masyarakat luas sehingga masyarakat mengenal siapa itu JNE dan apa program-program yang dilaksanakan. Apalagi JNE juga mengadakan JLC Award yang pastinya membuat orang-orang diluar sana yang sering bertransaksi di counter JNE ingin menjadi member JLC juga dan jadi mengetahui apa benefit JLC member.
![]() |
M. Feriadi |
JNE-Connecting Happiness
Sesuai dengan tagline nya connecting happiness JNE selalu menjaga amanah dan ingin memberikan kepuasan kepada pelanggannya, jelas Presiden Direktur JNE-Bapak M. Feriadi. Salah satu upaya yang dilakukan JNE sekaligus membuktikan keseriusan dalam memberikan pelayanan adalah saat ini JNE sedang dalam proses membangun satu Mega Hub yang berlokasi di Cengkareng lebih tepatnya berada di dekat pintu M1. Sudah ada tanah yang dibeli JNE disana dan nantinya akan membuat suatu automation dan apabila automation ini berjalan maka perkiraan kecepatan mesin ini bisa mencapai 60 ribu kiriman per jam. Jadi dengan kondisi saat ini kiriman yang ditangani oleh JNE kira-kira 18-20 juta kiriman per bulan dengan kondisi JNE memiliki 18 ribu karyawan, dan dengan pertumbuhan masih sangat baik, mudah-mudahan Mega Hub yang dibangun dan diperkirakan selesai tahun 2019 nanti bisa memenuhi kebutuhan perusahaan. JNE akan terus memperbaiki dan meningkatkan kapasitas sekaligus kapabilitas. Kalau semua itu bisa berjalan semua tentunya JNE bisa semakin kuat secara positioning di industri jasa pengiriman barang, pos, expres dan logistik.
Potensi Indonesia ada pada UKM. Tahun 2008 JNE sudah melihat bahwa profil konsumen JNE hampir 80 persen retail base datang ke counter tetapi mulai ada yang berubah dari konsumen saat mulai booming usaha digital yang akhirnya mulai menentukan pembelian barang adalah para buyer. Jadi yang datang ke counter JNE melakukan transaksi pengiriman bukan barang milik konsumen tetapi seller. Dulu mungkin kita bisa lihat banyak forum-forum jual beli, sekarang muncul era market place. Disinilah JNE mulai memikirkan perlunya sebuah upaya bagaimana memfasilitasi rekan-rekan seller. Lalu dibuatlah program JNE Card, dan JNE kini punya data base yang kuat. Benefitnya bukan hanya poin tapi JNE rutin mengadakan Forum Group Discussion (FGD) kepada sesama member JLC pada beberapa cabang. Jadi JNE mendapat kritik dan saran sebagian besar dari para member-member JLC.
Potensi Indonesia ada pada UKM. Tahun 2008 JNE sudah melihat bahwa profil konsumen JNE hampir 80 persen retail base datang ke counter tetapi mulai ada yang berubah dari konsumen saat mulai booming usaha digital yang akhirnya mulai menentukan pembelian barang adalah para buyer. Jadi yang datang ke counter JNE melakukan transaksi pengiriman bukan barang milik konsumen tetapi seller. Dulu mungkin kita bisa lihat banyak forum-forum jual beli, sekarang muncul era market place. Disinilah JNE mulai memikirkan perlunya sebuah upaya bagaimana memfasilitasi rekan-rekan seller. Lalu dibuatlah program JNE Card, dan JNE kini punya data base yang kuat. Benefitnya bukan hanya poin tapi JNE rutin mengadakan Forum Group Discussion (FGD) kepada sesama member JLC pada beberapa cabang. Jadi JNE mendapat kritik dan saran sebagian besar dari para member-member JLC.
Setiap tahun JNE ingin memberikan apresiasi kepada pelanggannya. Apa yang sudah diberikan dalam dua tahun terakhir ini JNE ikut berpartisipasi dalam kegiatan Harbokir (Hari Bebas Ongkos Kirim), ini merupakan satu bentuk dimana JNE juga ingin berpartisipasi membantu melalui dana-dana CSR yang dimiliki oleh perusahaan dengan harapan akan menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru dan UKM-UKM baru. Sekarang ini ecommerce berkembang begitu pesat tapi sayang kalau UKM ternyata tidak banyak berperan, melalui kegiatan-kegiatan seperti Harbokir JNE ikut mendukung perdagangan-perdagangan yang dilakukan oleh para pelaku UKM.
JLC Award 2018
Apresiasi lainnya yang diberikan oleh JNE kepada pelanggannya adalah JLC Award. Baru-baru ini JNE menggelar acara spesial yaitu JLC Award 2018 yang diadakan di Ballroom Hotel Mulia Senayan Jakarta, tepatnya tanggal 18 Januari 2018. Di event ini JNE memberikan penghargaan kepada JLC member melalui JLC Race dengan kategori JLC member dengan spending tertinggi diberikan kepada lima orang member dan kategori member yang penggunaan airway bill nya yang paling banyak, juga diberikan kepada lima orang member selama periode transaksi 1 November - 31 Desember 2017. Para member JLC dengan nilai transaksi tertinggi mendapatkan 1 unit mobil Mitsubishi Xpander untuk juara I, 1 unit sepeda motor Yamaha XMAX untuk juara II, 1 Paket Wisata untuk dua orang ke Eropa kepada juara III, 1 unit iPhone 7 Red untuk Juara IV, dan 1 unit kamera Fuji XT10 untuk juara V. Kemudian para member dengan jumlah resi terbanyak juara I mendapatkan 1 unit sepeda motor Kawasaki ninja RR, juara II mendapatkan 1 Paket Wisata ke Bangkok untuk dua orang, juara III mendapatkan 1 unit Samsung Galaxy Note 8, juara IV mendapatkan 1 unit kamera Canon EOS M10, dan juara V mendapatkan 1 unit smartphone Vivo V7.![]() |
MoU JNE dan HeliCity |
![]() |
MoU JNE dan Koin Works |
![]() |
Indra dan Melanie |
![]() |
JNE berbagi dengan anak-anak dari Yayasan Yatim Piatu Miftahul Al Mubarakoh |
Ada apa saja di JLC Award 2018? Acara yang dipandu oleh Indra Herlambang dan Melanie Richardo ini selain bagi-bagi hadiah yang berlimpah ada juga hiburan yang ditampilkan oleh Jakarta Pad Project, dan Maliq D'Essential. Dalam acara JLC Award seluruh undangan yang hadir juga mendapat edukasi dan wawasan dalam sesei presentasi dan talkshow. Ada pak Hari Sungkari-Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Barekraf) yang memberikan materi How to Build Your Own Creative Business Through Digital World, dan hadir juga CEO Young on Top-Billy Boen yang memaparkan presentase nya yang berjudul Welcome to Digital World.
![]() |
Hari Sungkari |
![]() |
Billy Boen |