Panen Ide Kreatif: Ketika Petani Milenial Go Digital Bersama Canva
Petani Milenial Go Digital Bersama Canva
Pagi itu pada tanggal 19 Agustus 2025, aula Balai Penyuluhan Pertanian Wilayah VI, Dramaga Bogor terasa berbeda. Biasanya ruangan ini dipenuhi diskusi tentang pupuk, bibit, atau cuaca yang menentukan hasil panen. Namun kali ini, suasananya berubah menjadi ruang penuh energi baru. Puluhan petani muda datang dengan semangat yang jarang saya lihat sebelumnya. Mereka tidak hanya membawa cerita tentang ladang, tetapi juga rasa ingin tahu yang besar tentang dunia digital.
Di antara layar-layar gadget yang terbuka, saya melihat satu kesamaan: keinginan untuk belajar hal baru. Canva, sebuah platform desain yang awalnya mungkin terdengar asing bagi sebagian dari mereka, pelan-pelan menjadi sesuatu yang memantik rasa penasaran.
Canva dan Pertanian: Dua Dunia yang Bertemu
Banyak orang mengira dunia pertanian jauh dari urusan desain. Padahal, kenyataannya justru sebaliknya. Hasil panen tidak cukup hanya bagus kualitasnya, tapi juga perlu dikemas dengan cara yang menarik.
Beras organik dengan kemasan biasa tentu akan kalah menonjol dibanding beras yang memiliki label modern dan profesional. Sayuran segar yang difoto seadanya mungkin tidak akan mengundang perhatian sebanyak poster estetik yang siap diunggah di media sosial. Semua hal itu menjadi pembeda yang bisa menentukan apakah produk pertanian sekadar lewat atau justru diminati pasar.
Memanfaatkan Template dan Fitur-fitur Canva Membuat Desain Kreatif Dunia Pertanian
Di sinilah Canva hadir. Sebuah alat sederhana yang mampu menjembatani petani untuk masuk ke dunia digital tanpa ribet. Canva untuk petani, mereka bisa membuat desain label produk petani, katalog hasil panen, bahkan konten promosi hanya dengan sentuhan jari. Tidak perlu pengalaman desain, cukup niat untuk mencoba.
Suasana yang Berubah
Saat saya membagikan presentasi dan sambil praktik, saya menyaksikan sendiri bagaimana suasana aula yang semula tenang berubah menjadi penuh semangat dengan tanya jawab. Layar-layar ponsel mulai dipenuhi desain warna-warni, dari label produk hingga brosur sayuran. Beberapa bahkan mencoba membuat logo usaha tani mereka sendiri.
Membuat Desain Kreatif dengan Canva
Agar suasana semakin hidup, saya mengadakan kuis dadakan dengan pertanyaan ringan seputar Canva. Sorak sorai muncul setiap kali ada yang berhasil menjawab. Tak berhenti di situ, saya juga menggelar lomba design on the spot. Hanya dalam waktu singkat, para petani berlomba menghasilkan karya terbaik mereka.
Melihat hasilnya sungguh mengagumkan. Ada yang membuat label produk yang terlihat modern, ada pula yang berani memadukan warna-warna segar untuk promosi hasil tani mereka. Antusiasme peserta begitu terasa ketika pemenang terpilih diumumkan. Senyum lebar dan tepuk tangan mengiringi momen ketika mereka menerima merchandise Canva sebagai hadiah.Tanya Jawab & Kuis Dadakan
Bagi-bagi Merchandise Canva untuk Pemenang Kuis & Desain On the Spot
Bagi saya, momen sederhana itu bukan sekadar bagi-bagi hadiah. Itu adalah cara untuk menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan kebanggaan pada karya yang mereka hasilkan sendiri.
Workshop Canva pertanian ini tentu tidak akan terlaksana dengan meriah tanpa dukungan penuh dari Canva melalui saya selaku Duta Canva Indonesia. Mulai dari konsumsi, merchandise, hadiah untuk peserta, hingga semangat kolaborasi yang diberikan, semua membuat acara ini terasa istimewa. Dukungan ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Canva peduli pada pemberdayaan masyarakat, termasuk petani milenial, agar mereka bisa memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan usaha tani secara kreatif dan profesional.
Lebih dari Sekadar Membuat Desain
Apa yang terjadi hari itu bukan hanya soal belajar fitur-fitur Canva. Lebih dari itu, ini tentang membuka pintu ke cara pandang baru. Pertanian bukan lagi sekadar aktivitas tradisional di sawah, tapi juga bagian dari ekosistem kreatif yang bisa bersaing di era digital.
![]() |
Peserta Workshop Membuat Desain Memanfaatkan Template Canva |
Kemampuan membuat desain visual memberi nilai tambah pada hasil panen. Produk pertanian tidak lagi tampil sederhana, melainkan hadir dengan identitas yang kuat. Branding, yang dulu terasa jauh dari dunia petani, kini mulai menjadi bagian dari strategi mereka.
Benih yang Mulai Tumbuh
Saya menyadari, pertemuan satu kali workshop saja tidaklah cukup untuk menjawab semua kebutuhan. Tapi setidaknya, benih sudah ditanam. Benih tentang pentingnya tampil profesional, tentang peluang pasar yang lebih luas, tentang kepercayaan diri bahwa petani pun bisa go digital.
Langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perjalanan panjang. Ada banyak kemungkinan yang bisa berkembang pelatihan branding produk pertanian, kelas digital marketing, hingga komunitas belajar yang saling mendukung. Semua itu bisa memperkuat posisi petani di tengah persaingan pasar yang semakin modern.Workshop Petani Milenial Go Digital Bersama Canva
Harapan untuk Petani Milenial
Melihat semangat yang lahir hari itu, saya semakin yakin bahwa pertanian Indonesia punya masa depan cerah. Petani milenial tidak lagi hanya memegang cangkul dan sabit, tapi juga ponsel dan aplikasi digital. Mereka mampu memadukan kearifan lokal dengan teknologi baru.
Harapan saya sederhana agar semakin banyak petani yang berani keluar dari zona nyaman dan mencoba hal-hal baru. Agar hasil panen mereka tidak hanya dikenal di pasar desa, tapi juga bisa menembus pasar digital, bahkan lintas negara.
Pulang dari Bogor saya masih membawa perasaan yang sulit dilukiskan. Ada kebahagiaan tersendiri melihat bagaimana ide-ide kreatif bermunculan dari orang-orang yang selama ini lebih dikenal dengan kerja keras di sawah. Siapa sangka, Canva bisa menjadi salah satu alat sederhana yang membantu petani milenial memanen masa depan mereka. Terima kasih Oleh-olehnya (produk petani milenial)
0 Comments