Pages

  • Home

travel beauty

Meniti Karir Green Jobs 
Pernah kebayang nggak dengan kehidupan kita yang akan datang? Apakah kita sudah peka dengan dinamika perubahan yang terjadi? Perubahan gaya hidup, perubahan sosial, apalagi perubahan iklim. Yups, perubahan iklim atau biasa disebut Climate Change. Saya pernah nonton siaran televisi luar dimana ada seorang anak belasan tahun mogok sekolah karena ia ingin semua orang berperang melawan perubahan iklim yang terjadi bersama-sama. Anak tersebut sampai menangis membayangkan masa depannya karena sekarang saja sudah banyak bencana alam yang terjadi karena perubahan iklim. Terharu banget, aksi anak tersebut banyak diikuti oleh anak-anak sekolah di belahan dunia lain. 

Memang sudah seharusnya kita bergandengan tangan mempersiapkan bagaimana kehidupan di bumi 10 atau 15 tahun yang akan datang dan seterusnya.  Bagaimana generasi selanjutnya menjalani kehidupan jika dampak perubahan lingkungan semakin buruk. Anak-anak muda sekarang sebaiknya lebih peka dengan perubahan agar bumi ini tidak semakin parah dengan kerusakan. Mempertahankan kelestarian bumi agar tak semakin dipenuhi dengan limbah, sampah juga emisi gas yang merusak lingkungan dan memperbesar bencana alam. Ini menandakan tantangan kita dalam menghadapi persoalan lingkungan semakin berat. Pekerjaan rumah kita banyak, kita harus bersama-sama sadar dan peduli demi keberlangsungan hidup. 


Green Jobs, Pekerjaan Ramah Lingkungan

Beberapa tahun terakhir topik Green Jobs atau pekerjaan ramah lingkungan menarik minat di berbagai sektor ekonomi seperti akademisi, pemerintah dan bisnis, sehingga menciptakan banyak definisi untuk pekerjaan ramah lingkungan.


Teman-teman sudah pernah mendengar istilah Green Jobs? Beberapa negara sudah menerapkan Green Jobs atau pekerjaan ramah lingkungan. Green Jobs merupakan pekerjaan yang layak dan baik untuk lingkungan, dimana pekerjaan ini nggak hanya menghasilkan uang tapi juga membantu memulihkan lingkungan dan melawan perubahan iklim. 


Kita sering mendengar dan melihat bagaimana usaha segelintir orang untuk melakukan gaya hidup hijau atau green lifestyle. Selain itu going green juga menjadi tren di kalangan konsumen, bisnis, pemerintah, dan hampir semua sektor lainnya. Usaha-usaha untuk going green ini termasuk di dalamnya mengganti energi fosil yang menghasilkan emisi gas yang dapat merusak atmosfer dengan energi terbarukan, mengurangi polusi air, polusi udara, juga upaya perkantoran yang menerapkan LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) yakni sistem sertifikasi green building yang sudah diakui internasional. Dan beberapa perkantoran di Indonesia sudah menerapkan sistem ini loh. 


Beberapa penyebab terjadinya perubahan iklim 
Saya mau share sedikit nih teman-teman, yang pasti masih berhubungan dengan Climate Change. Saya pernah nonton acara tentang ilmuwan yang meneliti gas metana yang dihasilkan dari emisi gas yang terdapat di dalam salju. Kemudian beliau menghidupkan api menggunakan korek api ke salju tersebut yang menimbulkan kobaran api. Ternyata salju tersebut terdapat gumpalan berwarna putih dan ini merupakan gas metana. Kalian pernah nonton juga nggak? Saya beneran merinding nontonnya. Asli ini lebih horor dari film horor.


Makanya saya senang sekali kalau setiap negara menerapkan Green Jobs. Apalagi Indonesia negara tercinta yang akan memasuki bonus demografi dimana jumlah penduduk produktif lebih besar sekitar 70%. Adik-adik generasi penerus sudah saatnya mempersiapkan diri dengan perubahan. Jadikan tantangan untuk memerangi perubahan iklim jadi peluang. 


Apa Saja Lapangan Pekerjaan yang Berkaitan dengan Green Jobs? 

Skill Green Jobs 

Green Jobs bisa berupa pekerjaan dalam bisnis yang menghasilkan barang atau jasa yang melestarikan sumber daya alam dan bermanfaat bagi lingkungan.  Atau bisa juga pekerjaan yang memperbaiki proses produksi agar lebih ramah lingkungan atau melestarikan sumber daya alam. Lebih singkatnya peluang kerja untuk Green Jobs ini terbagi menjadi 2, yaitu:

  1. Menciptakan produk atau jasa ramah lingkungan
  2. Mengoptimalkan atau meningkatkan metode produksi yang ada agar lebih ramah lingkungan

Beberapa artikel yang saya baca mengenai Green Jobs, paparan artikel yang di posting oleh iSustainableEarth semakin menambah wawasan saya mengenai karir di bidang ini. Jadi menurut iSustainableEarth karier ramah lingkungan yang berfokus pada penciptaan produk ramah lingkungan atau penyediaan layanan dibagi menjadi lima kelompok.  Pengelompokan ini bertujuan agar membantu kita mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang dan menemukan pekerjaan ramah lingkungan yang sesuai dengan setiap segmen. Adapun pengelompokan ya sebagai berikut: 

  1. Efisiensi Energi. Kelompok pekerjaan ramah lingkungan efisiensi energi berfokus pada produk dan layanan yang menyediakan penggunaan energi yang efisien. Karier ramah lingkungan di grup ini juga akan menciptakan peralatan, bangunan, dan mobil hemat energi di antara bidang lain yang meningkatkan efisiensi energi.
  2. Daur ulang dan penggunaan kembali, pengurangan polusi dan pengurangan gas rumah kaca. Lebih fokus pada metode pengendalian polusi, daur ulang bahan dan pembuangan limbah berbahaya.
  3. Energi Terbarukan. Pekerjaan energi hijau bekerja untuk menghasilkan energi dari sumber terbarukan.  Sumber energi terbarukan termasuk listrik, panas atau bahan bakar yang diproduksi dengan cara terbarukan.  Sumber-sumber tersebut adalah biomassa, panas bumi, angin, matahari, gas TPA, tenaga air, laut, dan bahkan limbah padat perkotaan.
  4. Kepatuhan lingkungan, pendidikan dan pelatihan dan kesadaran publik. Karier hijau di bidang ini akan membantu menegakkan perlindungan lingkungan dan undang-undang, mendidik dan memberikan pelatihan kerja ramah lingkungan atau meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan.
  5. Konservasi Sumber Daya Alam. Memilih pekerjaan ramah lingkungan dalam kelompok konservasi sumber daya alam akan memberi kesempatan untuk bekerja dengan bidang-bidang seperti kehutanan berkelanjutan, pertanian organik, pengelolaan lahan dan konservasi air, tanah atau satwa liar.

Karir Hijau

Dari pengelompokan di atas teman-teman tentu sudah bisa menentukan dan mempersiapkan keahlian apa yang harus teman-teman miliki agar teman-teman tidak kikuk saat beberapa perusahaan mencari pekerja atau karyawan yang layak sebagai pekerja ramah lingkungan. Yakinlah, saat ini sudah banyak perusahaan yang berinvestasi dalam program keberlanjutan. Jadi jangan sampai ketidakcocokan keterampilan menjadi hambatan utama dalam usaha sustainable life dan green economy. 

Menurut United Nations Environment Programme, green economy adalah 

perekonomian yang rendah karbon (low carbon economy) atau tidak menghasilkan 

emisi dan polusi lingkungan, efisiensi sumber daya alam (resource efficient), dan 

berkeadilan sosial yang berkaitan dengan income per capita dan kemiskinan (socially 

inclusive)

Sudah siap untuk menjadi pekerja ramah lingkungan? Please, jangan cuma melihat Green Jobs sebagai sebuah tren. Tapi sebagai salah satu upaya untuk keberlangsungan hidup kita di muka bumi. Environmental Sustainability.






Share
Tweet
Pin
Share
33 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (8)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (2)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...
      • Cara Membangun Personal Presence yang Membuat Oran...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates