Rumah Singgah Tempat Berteduh Belajar dan Berkarya

R umah Singgah Daun Tempat Berteduh Belajar dan Berkarya. Rumah Singgah Daun yang sekarang bernama Oemah Daon didirikan oleh Kak Mey dia...


Rumah Singgah Daun Tempat Berteduh Belajar dan Berkarya. Rumah Singgah Daun yang sekarang bernama Oemah Daon didirikan oleh Kak Mey diatas tanah milik pribadi daerah Rajeg Daun sejak tahun 2015. Oemah Daon didirikan dengan harapan anak-anak disekitar yang putus sekolah atau berkeinginan untuk belajar bisa mendapat edukasi disini. Karena di Oemah Daun ada kakak-kakak pengajar yang siap membantu anak-anak disana. Belajar bahasa Inggris, mengaji, juga berbagai workshop seperti membatik, belajar self defence, dan membuat hasil karya kreatif lainnya. Di area tanah Oemah Daon juga ditanami berbagai tanaman seperti buah dan sayur, anak-anak nantinya akan diajarkan cara bercocok tanam dan hasilnya tanamnya untuk anak-anak didik di Oemah Daon juga.

Saya berkunjung ke Oemah Daon pada saat ada kunjungan dari kedutaan beberapa waktu yang lalu. Kak Mey yang memang sudah lama berkecimpung sebagai aktivis sosial, mempunyai hubungan baik dengan teman-temannya di kedutaan. Ini terbukti saat mereka mendatangi Oemah Daon memenuhi undangan Kak Mey dalam acara peresmian Oemah Daon. Mereka berbeda negara tetapi ikatan pertemanan sangat dekat, tanpa memandang perbedaan. Support dari mereka cukup besar kepada Kak Mey untuk mendirikan Oemah Daon.


A photo posted by Tuty (@tutyqueen) on


Kak Mey sedang menyambut kedatangan teman-teman kedutaan

Miris memang kalau melihat anak-anak yang putus sekolah karena ketidakmampuan orangtua nya untuk membiayai sekolah. Jangankan untuk biaya sekolah, kebutuhan yang sangat penting seperti Bayar Tagihan Listrik, BPJS Kesehatan, belanja bahan pokok, belum tentu bisa terpenuhi. Anak-anak yang putus sekolah dikhawatirkan mentalnya mudah goyah dan ringkih, mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif seperti narkoba, mencuri dan tindakan kejahatan lainnya. 


Oemah Daun
Teman-teman kedutaan mendapatkan surprise dengan adanya karikatur mereka

Ide Kak Mey untuk membangun Oemah Daon sempat tidak mendapat persetujuan dari beberapa masyarakat setempat. Saya nggak tau juga apa yang ada di benak orang-orang yang tidak setuju dengan dibangunnya Oemah Daon, tapi saya yakin mereka tidak punya mental untuk berubah ke arah lebih baik. Padahal sudah dijelaskan program-program apa saja yang akan di buat di Oemah Daon untuk anak-anak mereka nantinya. Selain mendapat edukasi, anak-anak disekitar juga mendapat pembekalan untuk mereka kelak bisa mandiri menciptakan peluang usaha.


Kesenian Reog oleh anak-anak SMK 

memainkan mainan tradisional

Oemah Daun
cap tangan teman-teman kedutaan yang hadir

Teman-teman kedutaan yang hadir antara lain Gareth dari Kanada, Assma Muhammad dari Iraq, Miss Ines dari Iraq, Miss May dari Iraq, Miss Badriyah dari Oman, Houda dari Tunisia, Tahsina dari Pakistan, Rachel dari Great Bitani,  Sabai dari Myanmar, Thyn thyn nu dari Myanmar, Peck See dari Singapore, Kayo dari Singapore, Maria Elena dari Argentina, Elvira dari Italia, Diana dari Belarus, Simon dari Australia. Mereka tampak sangat senang dan merasa nyaman saat berada di Oemah Daon, Kak Mey juga menjelaskan kepada mereka mengenai program-program yang akan dibuat untuk anak-anak yang kurang mampu. Anak-anak yang tidak memiliki orang tua dan keluarga lah yang di prioritaskan tinggal disini.




Meskipun Kak Mey tidak banyak mendapat dukungan, tapi Kak Mey terus menjalankan Oemah Daon untuk membuktikan pada sekitar bahwa ini bukan tempat untuk orang-orang melakukan hal-hal yang negatif. Semua kegiatan disini adalah kegiatan positif. Apalagi saat tamu-tamu kedutaan datang di acara pembukaan Oemah Daon, banyak masyarakat yang menyaksikan, semoga mereka memahami bagaimana seriusnya Oemah Daon ini dikembangkan. Respon positif juga mulai muncul dari beberapa aparat desa dengan bantuan perbaikan jalan untuk masuk ke Oemah Daon.

Oh ya, saya hampir tidak percaya saat mendengar di desa sekitar Oemah Daon belum ada MCK. Padahal jalan masuk ke desa ini sudah beraspal, dan saya juga melihat sudah ada beberapa supermarket disini. Mereka masih mengandalkan air sungai untuk mandi, mencuci, dan maaf nih untuk buang air mereka biasanya di sawah-sawah. Speechless!


anak-anak diajarkan self defence oleh Kak Dede (berbaju biru)













menanam pohon bersama

Kak Miing sedang menjelaskan rencana pembangunan Aula Oemah Daun

Saat acara selesai saya banyak ngobrol dengan Kak Mey, banyak sekali ide-ide dan keinginannya untuk membantu orang-orang di sekitarnya. Salut deh dengan ketulusan Kak Mey, perhatikan sekitar kita, apa yang bisa kita buat untuk generasi-generasi setelah kita, untuk masyarakat yang belum mendapat penghidupan yang layak. Ya..pahlawan itu ada disekitar kita.




You Might Also Like

12 komentar

  1. Rajeg Daun itu dimana y mbak?
    Salut kpd mbak Mey yg begitu besar jasanya, peduli kpd kebutuhan yg penting bagi anak2, hebatnya lagi bisa mendatangkan tamu dari berbagai luar negeri

    BalasHapus
  2. Sukses kak Mey...buat Rumah Singgahnya.
    Semoga menebar banyak kebaikan selalu.

    Padahal Tangerang yaa, mba...masih ada yg hidupnya sesederhana ini.

    BalasHapus
  3. Wah bagus ya kegiatannya. Anak aank bakalans enang. Btw, aku suka pemandangan alamnya ;)

    BalasHapus
  4. Tempatnya bagus mba.. Dan idenya luar biasa untuk membantu mengembangkan bakat anak-anak..itu teman-teman kedutaan ramai ya yang datang..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ngobrol dengan Kak Mey selalu ada saja ide-ide bermunculan :)

      Hapus
  5. keren banget ide kak mey inii... moga2 ya org2 lokalnya yg ga setuju, lama2 bisa melihat kalo oemah daun ini malah membantu anak2 mereka jd lebih kreatif dan banyak dpt ilmu

    BalasHapus
  6. Wah... acaranya seru banget itu, mbak Apalagi pemandangan yang sawah2 itu.
    Duh kesian kalo MCK mereka perlu ke sawah dlu..
    smoga kedepannya lebih maju ya Oemah Daunnyaa utk belajar adik2 ^_^

    BalasHapus