Pages

  • Home

travel beauty


Pernah ngerasain rumah gelap tanpa lampu seharian? Saya pernah. Di Sumatera Utara di kampung halaman saya tepatnya di Pangkalan Berandan sering banget mati listrik, 6 jam mati kemudian hidup 30 menit dan mati lagi berjam-jam. Jangan ditanya gimana kesalnya, ibu saya yang  baru saja masak nasi akhirnya buru-buru memindahkan nasi yang baru setengah matang ke kompor untuk dimasak lagi. Batu es di kulkas mencair, bahan makanan mentah yang sedianya disimpan di kulkas biar awet malah jadi rusak. Dan mati listrik ini sering banget terjadi kampung saya. 


Bayangkan gimana nasib saudara-saudara kita di pedalaman yang nggak punya pasokan listrik dan tanpa penerangan yang layak. Saya saja kalau mati listrik kelimpungan, aktivitas jadi terhenti seketika ditambah lagi kalau hp, laptop, belum di cas semua, komplit deh serasa di pedalaman. Mereka yang tinggal di pedalaman sudah pasti aktivitasnya jadi terbatas karena nggak ada penerangan. Malam hari saat anak-anak ingin belajar atau mengaji dengan pencahayaan yang kurang pasti mengganggu. Untung ada Philips! Ini bukan iklan. Memang untung banget ada Philips karena melalui program CSR nya memberikan sistem pencahayaan LED tenaga surya untuk menerangi lebih banyak desa terpencil di seluruh Indonesia melalui program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE).



Program Kampung Terang Hemat Energi (KTHE) sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2015 di sembilan desa yang tersebar di 3 kabupaten di Sulawesi Selatan. Program KTHE akan menyediakan penerangan untuk rumahdan fasilitas umum seperti Puskesmas, sekolah dan jalan umum di beberapa desa di wilayah Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku. Rami Hajjar selaku Country Leader Philips Lighting Indonesia mengatakan Philips sangat senang bisa membantu lebih banyak masyarakat dalam hal penerangan dan tidak ada kesenjangan antara kota dan wilayah pedesaan melalu program Kampung Terang Hemat Energi.  Philips Lighting berkomitmen untuk menciptakan kehidupan yang lebih terang untuk dunia yang lebih baik, termasuk kehidupan masyarakat di desa-desa terpencil di seluruh negeri.

Tomohiro Hamakawa, Chief Strategy Officer Kopernik yang merupakan mitra Philips Lighting Indonesia dalam melaksanakan program CSR Kampung Terang Hemat Energi, menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pelaksanaan program Kampung Terang Hemat Energi akan memberikan paket pencahayaan LED tenaga surya Philips yang inovatif kepada setiap desa terpilih, yang terdiri dari Solar Indoor Lighting  System lengkap dengan panel surya, Philips Life Light yang 10 kali lebih terang dari lampu minyak tanah dan Solar LED Road Light untuk menerangi jalan-jalan di desa pada malam hari. Tahun ini program akan menjangkau enam desa di Sumatera Utara.  Rami Hajjar juga memaparkan bahwa perusahaan tidak melihat besarnya program ini dari jumlah investasi yang diberikan oleh Philips Lighting Indonesia, melainkan dampak positif yang dapat diberikan perusahaan kepada masyarakat Indonesia, terutama di daerah terpencil yang belum teraliri listrik.


Lea K. Indra, selaku Integrated Communications Manager Philips Lighting Indonesia, menjelaskan mengenai program CSR Kampung Terang Hemat Energi 2017-2018 Philips Lighting Indonesia yang mengusung tema “Membawa Pencahayaan Hingga ke Pelosok Indonesia”. Sesuai temanya, program ini memperluas jangkauannya hingga ke 25 desa di empat daerah: Sumatera Utara, Bali Timur, Kalimantan Tengah dan Maluku, dan diharapkan akan menciptakan lebih dari 2.800 titik lampu baru yang berarti hampir sepuluh kali lebih banyak dari jumlah titik lampu yang diciptakan semula di Sulawesi Selatan.


Sejak penemuan pencahayaan tenaga surya, Philips fokus menyediakan pencahayaan di dalam dan di luar ruang dengan mengandalkan energi terbaru dan alami seperti sinar matahri. Khusus di negara tropis memiliki kesempatan besar untuk memanfaatkan tenaga surya sebagai sumber pencahayaan. Pencahayaan LED tenaga surya Philips memiliki konsumsi daya yang sangat rendah dan mudah untuk dipasang. Program Kampung Terang Hemat Energi merupakan bukti komitmen Philips dalam mewujudkan pencahayaan lebih dari sekadar penerangan bagi masyarakat yang kurang beruntung.



Share
Tweet
Pin
Share
5 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ▼  2025 (36)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ▼  August 2025 (7)
      • Tenang Dulu, Baru Bahagia: Cerita di Balik Mini Se...
      • Rayakan Kemerdekaan, Saatnya Bisnis Layanan Keseha...
      • Layanan Pelanggan yang Nggak Bikin Menunggu Lama? ...
      • Belajar dari SMK Nurul Amaliyah: Stabilitas Intern...
      • Panen Ide Kreatif: Ketika Petani Milenial Go Digit...
      • Dari Warung Kupi ke Era Digital: Inspirasi Cek Rim...
      • Dari Bandung Menjelajah Dunia: Cerita Anggiasari d...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates