Pages

  • Home

travel beauty



"Ayo.. buruan bangun, mandi terus sarapan. Sarapannya dihabisin biar semangat dan bisa menyerap pelajaran, biar perut nggak bunyi-bunyi pas belajar, biar nggak lemas, biar nggak sakit maag nya" (pesan ibu)

"Ingat ya sebentar lagi ujian, yang semangat sekolahnya jangan lupa sebelum ke sekolah sarapan dulu biar fokus nggak mudah lupa" (pesan bu guru)

"Ayo..kalian udah pada sarapan belum? Isi bensin dulu biar lancar kerjanya, biar semangat, biar banyak penjualan, biar banyak bonus" (pesan bos di kantor)

Masih terngiang-ngiang di telinga saya bagaimana ibu saya, guru, dan bos di kantor saat masih bekerja setiap pagi mengingatkan agar nggak lupa sarapan. Bagi sebagian orang sarapan mungkin nggak begitu penting, malah beberapa teman saya sudah terbiasa nggak sarapan. Saya justru sebaliknya, sejak kecil sudah terbiasa sarapan bareng keluarga setiap pagi sebelum berangkat sekolah, kuliah, kerja, maupun sebelum melakukan aktivitas lain. Kegiatan sarapan bareng keluarga jadi rutinitas setiap hari di rumah. Pernah sewaktu sekolah saya ada kegiatan yang mengharuskan berkumpul di sekolah pagi sekali, karena takut telat ibu membawakan saya bekal untuk sarapan. Rasanya sedih banget, nggak sarapan bareng keluarga saat itu beda banget rasanya, dan sampai saat ini momen sarapan bareng keluarga selalu dirindukan. Bagi saya sarapan bareng keluarga merupakan momen yang memorable banget. 

Tapi sekarang sejak tinggal di kota besar yang serba macet saya harus pintar mengatur waktu agar nggak telat meeting dan menghadiri event. Di kota besar seperti Jakarta ini waktu begitu berharga, kalau berangkat nggak pagi banget atau setelah Subuh ya bakal terkatung-katung di jalan. Makanya waktu untuk sarapan pun jadi nggak menentu karena berangkatnya tergesa-gesa, bahkan jadi jarang sarapan di rumah. Solusinya saya harus menyiapkan sarapan praktis tapi tetap sehat seperti Energen. Yups, yang pasti saya mengusahakan sarapan sebelum jam 9 pagi.





Mengapa sarapan itu penting? 


Untuk Daya Tahan Tubuh

Sarapan itu penting untuk mewujudkan gizi seimbang. Setelah tidur cukup lama di malam hari lebih kuran 7-8 jam tubuh tetap melakukan metabolisme menggunakan energi dan nutrisi yang ada dalam tubuh kita. Dengan sarapan kadar gula yang diserap sepanjang malam akan tergantikan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Karena terbiasa sarapan saya jadi bisa merasakan langsung perbedaan kondisi tubuh dan otak saat sarapan dan nggak sarapan. Sebenarnya perbandingannya bukan nggak sarapan juga sih, tapi telat sarapan. Saya pernah sarapan saat waktu sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Kepala udah mulai sempoyongan, badan rasanya kayak tremor, ulu hati rasanya kayak diremas-remas. Beneran deh, telat sarapan sedikit saja sakitnya bisa berhari-hari, maag langsung kambuh dan badan jadi nggak enak bawaanya lemas dan nggak ada semangat. Jujur saja saya beneran nggak bakal kuat kalau nggak sarapan. Makanya sarapan itu WAJIB.


Untuk Meningkatkan Prestasi

Manfaat sarapan selain membekali tubuh dengan kebutuhan gizi harian juga diperlukan untuk belajar dan berfikir. Kita pasti sudah tahu lah ya kalau otak dan perut ada hubungannya. Pernah dengar teori gut brain axis?  Ini adalah teori yang menghubungkan sistem perncernaan dan otak. Jadi dalam proses pencernaan usus akan mengirimkan sinyal balik ke otak ketika perut kita terisi dengan makanan, dan serat yang baik akan mempengaruhi perkembangan otak. Begitu juga sebaliknya, ketika otak tidak sedang dalam kondisi baik atau lagi stres maka sinyal akan dikirimkan ke usus dan akan berdampak pada penyerapan gizi. Bayangkan saja bagaimana kita mau mengukir prestasi kalau otak nggak bisa berfikir karena perut nggak terisi dan sinyal nggak sampai ke otak. Karena dengan sarapan dapat meningkatkan konsentrasi dan daya ingat.


Mengurangi Risiko Diabetes

Saya sering banget dengar istilah brunch  yang merupakan singkatan dari gabungan kata breakfast dan lunch.  Mungkin ini istilah ini muncul karena banyak orang yang lebih memprioritaskan jam masuk kerja dan melewatkan waktu sarapan. Jadi belum waktunya jam makan siang dan sudah lewat jamnya sarapan jadilah orang banyak mempersingkat waktunya dengan makan ala brunch. Akibat dari melewatkan sarapan kita sering melampiaskannya dengan makan yang manis-manis, banyak lemak dan kalori yang penting bisa menghilangkan rasa lapar. Ini justru menyebabkan gula darah naik dan tubuh melepaskan insulin yang cukup besar. Makanan yang manis justru membuat keinginan makan lebih banyak lagi di jam-jam berikutnya dan membuat gula darah naik lagi secara drastis dan pankreas terpaksa memproduksi insulin lebih banyak lagi. Kalau terus-menerus begini akan menyebabkan risiko diabetes. Makanya sarapan sebelum jam 9 pagi adalah jam nyaman bagi saya agar gula darah stabil karena nggak makan berlebihan.



Tips Menyiapkan Sarapan Bergizi Dengan Energen

Kalau ngomongin sarapan sehat dengan Energen jujur saya bukan ikut-ikutan trend sarapan praktis. Saya sudah kenal Energen sejak jadi anak kos tahun 90-an. Setiap pulang ke rumah orangtua dua minggu sekali, ibu saya nggak lupa membelikan saya Energen untuk nyetok kalau nggak sempat  beli sarapan di kos-kosan sarapannya pakai Energen saja pokoknya harus makan jangan sampai enggak, itu pesan ibu saya. Jadi anak kos itu selalu digambarkan dengan makanan yang serba instan memang hehe. Kesukaan saya itu Energen rasa cokelat, tapi ibu suka beli rasa yang lain juga seperti kacang hijau dan vanila, biar nggak bosan katanya.

Saya masih ingat sewaktu adik saya sakit dan nggak selera makan. Kalau sudah begitu adik mintanya Energen dan nggak cuma sarapan saja kalau malam kelaparan dan nggak mau makan nasi ibu selalu membuatkan Energen dan memang adik maunya cuma itu. Jadi Energen sudah lama sekali jadi sereal pilihan keluarga di rumah. Setelah menikahpun saya dan suami selalu menyediakan Energen di rumah untuk sarapan kami. Kalau saya sukanya rasa cokelat, suami lebih suka rasa vanila.


Saya pernah mendengarkan langsung informasi dari dokter dan ahli gizi yang mengatakan kalau sarapan yang sehat harus memenuhi sekurangnya seperempat dari kebutuhan nutrisi harian. Didalam menu sarapan pagi setidaknya ada kandungan karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat, juga air untuk membantu proses pencernaan. Kandungan Energen mencukupi syarat sarapan pagi saya. Kandungannya yang terdiri dari sereal dan susu dengan SIGMAVIT yang merupakan perpaduan Vit A, Vit B1,Vit B2, Vit B6,Vit B12, Vit D, Vit E, Asam Folat dan Kalsium. 

Puding Choconergen Avocado

Biasanya kalau buru-buru berangkat dan beraktivitas saya tinggal seduh Energen dengan air panas saja, tapi kadang biar ada variasi dan suami nggak bosan saya suka bikin puding Energen. Saya namakan Puding Choconergen Avocado. Jadi saya masak agar-agar dicampur Energen rasa cokelat, susu cair dan potongan buah Alpukat. Praktis banget, dan masaknya juga cepat. Rasanya jangan ditanya sudah pasti enak. Oh ya saya nggak tambahkan gula lagi saat memasak puding untuk mengurangi asupan gula. Nah, ini cerita sarapan pagi saya bersama Energen, bagaimana dengan kalian? Jangan lupa sarapan ya.






 
Share
Tweet
Pin
Share
33 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ▼  2025 (36)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ▼  August 2025 (7)
      • Tenang Dulu, Baru Bahagia: Cerita di Balik Mini Se...
      • Rayakan Kemerdekaan, Saatnya Bisnis Layanan Keseha...
      • Layanan Pelanggan yang Nggak Bikin Menunggu Lama? ...
      • Belajar dari SMK Nurul Amaliyah: Stabilitas Intern...
      • Panen Ide Kreatif: Ketika Petani Milenial Go Digit...
      • Dari Warung Kupi ke Era Digital: Inspirasi Cek Rim...
      • Dari Bandung Menjelajah Dunia: Cerita Anggiasari d...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates