Anak Susah Makan Buah dan Sayur? Ada FiberKid Minuman Tinggi Serat Pangan

T eman-teman pernah dengar istilah konstipasi nggak? Atau pernah mengalaminya? Duh, saya pernah mengalaminya, rasanya nggak enak banget...

FiberKid minuma serat makan untuk anak yang susah makan sayur dan buah


Teman-teman pernah dengar istilah konstipasi nggak? Atau pernah mengalaminya? Duh, saya pernah mengalaminya, rasanya nggak enak banget, nggak nyaman. Saya aja yang dewasa nggak pengen konstipasi ini berulang saya alami apalagi anak-anak. Konstipasi atau  lebih dikenal dengan sembelit alias susah banget buang air besar adalah pertanda kalau kita kurang serat. Memang sih, kadang suka sepele dalam hal konsumsi buah dan sayur padahal penting sekali buat kesehatan, terutama pencernaan.

Ngomongin serat, kadang kita yang dewasa suka lupa atau malas makan sayur dan buah. Ini juga sering kita temui pada anak-anak, kurang suka makan sayur dan buah. Selain karena orangtua kurang mencontohkan kebiasaan makan buah dan sayur, faktor lainnya karena anak-anak kita sekarang sudah terbiasa dengan rasa-rasa gurih dari jajanan yang mengandung mecin. Jadi anak-anak suka ogah makan makanan yang tidak ada rasa gurihnya. Padahal agar anak mendapat asupan gizi yang seimbang, makanan yang mengandung serat lah yang paling utama untuk dikonsumsi.


Seperti yang paparkan oleh dr. Herbowo saat peluncuran produk minuman FiberKid di Wyl's Kitchen 5 Mei lalu, bahwa buah dan sayur itu sehat karena penuh dengan serat pangan. Serat pangan banyak fungsinya antara lain menjaga kesehatan usus, mengontrol kadar gula dan kolesterol, juga menjaga daya tahan tubuh. Dr. Herbowo sendiri pernah mengalami anaknya susah makan serat. Menurutnya hampir semua orangtua pernah mengalami anaknya susah makan buah dan sayur.

Pada dasarnya orangtua pasti punya cita-cita untuk anak, tapi apakah semuanya bisa dicapai langsung? Belum tentu juga, karena pada dasarnya semua butuh persiapan kan? Ada proses tumbuh kembang anak yang harus  dijalani. Tumbuh dimana anak semakin besar, sedangkan kembang dimana anak mempunyai kemampuan yang semakin bertambah. Tumbuh kembang ini yang harus kita persiapkan sebenarnya.

Untuk mempersiapkan anak agar tumbuh kembangnya baik sehingga nantinya menjadi anak yang cerdas dan sehat ada beberapa faktor yang mempengaruhi yaitu faktor internal dan faktor eksternal. papar dr. Herbowo. Kita sering dengar kalau bapak ibu nya pintar maka anaknya juga bakalan pintar. Genetik memang memberikan peranan penting untuk tumbuh kembang seirang anak, tapi persentasenya hanya 40 persen saja, ini yang disebut faktor internal. Faktor eksternal lah yang justru persentasenya lebih besar yakni 60 persen.  Salah satu contoh faktor eksternal yang mendukung tumbuh kembang anak adalah nutrisi. Kalau nutrisinya nggak bagus, anak bisa sering sakit. 


Kadang saya suka bingung serat pangan itu berada dimana. Setau saya sih di sayur dan buah. Tapi sebaiknya kita harus tau dulu  defenisi serat pangan itu sendiri kata dr. Herbowo. Serat pangan adalah bagian dari tumbuhan, dan tersusun dari karbohidrat. Pantesan saja ya kalau kita sudah makan sayur dan buah sering merasa sudah kenyang padahal belum makan nasi, ternyata sayur juga memiliki karbohidrat. Menurut dr. Herbowo sekitar 10-20 tahun lalu serat pangan hampir hilang dan tak pernah terdengar dibicarakan, karena sempat dianggap tak perlu. Tapi sekarang orang malah berlomba-lomba memasukkan serat pangan dalam makanan sehari-hari.

Bedanya karbohidrat pada serat pangan dengan karbohidrat biasa adalah pada serat pangan ikatan karbohidratnya sangat kuat sekali, seperti tali. Makanya badan kita tidak bisa mengurainya dengan mudah, karena sulit dipecah akan bertahan terus di dalam perut. Beda dengan karbohidrat yang ada di nasi atau kentang yang gampang sekali di pecah. Pemerintah melalui BPOM mencanangkan bahwa serat pangan sangat tinghi kebutuhannya. Pada anak usia 1-3 tahun saja sudah membutuhkan 16 gram serat/hari, 3 tahun ke atas membuthkan 30 gram /hari.

Pentingnya Serat untuk Anak

Fungsi usus erat hubungannya dengan konstipasi atau susah buang air besar. Ternyata anak yang susah buang air besar akan mengalami asupan kalori yang lebih rendah, berat badan kecil karena nggak nafsu makan bahkan bisa mengalami anoreksia dan nggak mau makan sama sekali. Jadi kalau ada anak yang nggak mau makan mesti dipertanyakan. Makannya teratur nggak? Serat pangannya sudah cukup belum? Penelitian terbaru menemukan bahwa konstipasi bisa menyebabkan masalah emosi pada anak, dan perubahan perilaku yang sering terganggu di sekolah. Anak jadi suka marah dan nggak bisa mengatasi masalah. Kebayang nggak, hanya karena konstipasi mempengaruhi emosi.

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa serat pangan berhubungan dengan daya tahan tubuh dan otak. dr. Herbowo menjelaskan bagaimana  proses serat pangan berpengaruh pada daya tahan tubuh dan otak. Serat pangan diolah mikroba usus menjadi asam lemak jangka pendek. Asam lemak jangka pendek ini yang akan menjadi makanan untuk mikroba usus. Mikroba usus inilah yang mejadi pertahanan utama di usus sehingga kuman nggak bisa masuk. Maka dari itu kalau kita makan serat pangan banyak, maka mikroba usus semakin banyak, dan pertahanan tubuh semakin baik.



Demikian pula dengan otak. Ternyata kebutuhan otak sangat dipengaruhi oleh serat pangan. Serat pangan yang kita makan akan di olah oleh mikroba usus menjadi asam butirat, asam lemak ini akan makanan mikroba usus. Mikroba usus akan berjalan membentuk neurotransmitter. Usus akan mengirimkan sinyal baik ke otak ketika perut kita terisi dengan makanan dengan serat yang baik dan mempengaruhi perkembangan otak. Begitu juga sebaliknya, ketika otak tidak sedang dalam kondisi baik seperti stress, maka sinyal akan dikirimkan ke usus dan akan berdampak pada proses penyerapan gizi. Teori yang menghubungkan sistem pencernaan dan otak ini disebut gut brain axisJadi kepandaian seorang anak bukan cuma dari hasil belajar saja tapi juga dipengaruhi dengan apa yang di makannya, karena berhubungan dengan mikroba usus. Kalau serat pangan kurang otak mungkin bagus, tapi sinyal tidak sampai ke otak. Serat pangan harus ada dalam makanan anak kita sehari-hari.


Latar Belakang Terciptanya FiberKid

Bagi para ibu yang anaknya nggak doyan buah dan sayur atau masih sedikit makan buah dan sayur sehingga serat pangannya kurang, dan menyebabkan anak mengalami konstipasi, harus ada solusi untuk tambahan serat pangannya. Sekarang sudah ada FiberKid  minuman yang mengandung serat pangan yang tinggi yang cocok untuk anak. Kadang kita suka khawatir dengan minuman kemasan kalau kadar gulanya tinggi, tapi FiberKid ini minuman rendah gula. Setiap kemasannya mengandung 13 gram serat pangan alami, ini setara dengan 51 persen kebutuhan serat harian. Kandungan gula nya senidiri cuma 6-8 gram saja per kemasan, jadi aman di konsumsi sehari-hari oleh anak-anak kita. Oh ya, saat ini FiberKid memiliki dua rasa buah yang pasti disenangi anak-anak yaitu rasa anggur dan leci. Minuman ini sudah melalui uji quality control dengan pengemasan yang sangat steril, juga sudah mendapatkan sertifikat dari BPOM dan sertifikat halal dari MUI.


Latar belakang terciptanya FiberKid berawal dari pengalaman Yohana Astrida Gumelar yang biasa dipanggil mbak Astrid selaku direktur utama dari PT Nugra Karsera adalah susahnya penerapan pola makan seimbang pada anaknya. Pola makan seimbang lengkap biasanya kan harus ada sayur, protein, karbohidrat. Mbak Astrid pernah merasakan bagaimana anaknya mengalami konstipasi akibat kurang serat pangan, daya tahan tubuh anaknya juga mulai berkurang, gampang kena flu, juga demam. Anaknya memang sulit makan buah dan sayur, dan lebih suka makan kentang goreng dan berkalori berat lainnya seperti roti. Untuk mengakalinya, mbak Astrid membuat kroket yang disisipin sayur untuk isinya, lumayan untuk tambahan serat anak.


Karena pengalaman memiliki anak yang kurang suka buah dan sayur inilah yang mendorong mbak Astrid untuk mengembangkan produk minuman untuk memenuhi kebutuhan serat pangan anak.  Tapi dengan syarat minuman itu harus tinggi serat, rendah gula, terbuat dari bahan alami, dan tanpa pengawet, makanya dibuatlah FiberKid. Minuman ini sengaja di buat dalam bentuk kemasan agar lebih mudah dan praktis, selain itu tampilan kemasannya juga menyenangkan anak-anak. FiberKid bisa juga dikonsumsi dengan cara mengolahnya menjadi makanan seperti dibuat agar-agar.

Mbak Astrid menambahkan kalau FiberKid ini bukan untuk menggantikan sayur dan buah, tapi sebagai pelengkap harian untuk mencukupi kebutuhan serat pangan. Makanya kalau minum FiberKid dibatasi maksimal cuma 2 botol saja perhari. Mbak Astri juga mengatakan kalau minuman ini dianjurkan diminum untuk anak berusia di atas 3 tahun.

 Yohana Astrida Gumelar dan Keluarga Saat Launching FiberKid Fiber for Kids

Pengalaman Cici Panda dan Atika dengan Pola Makan Anak

Pada acara talkshow siang itu, selain ada dr. Herbowo dan mbak Astrid sebagai narsumber, hadir juga Cici Panda yang selama ini aktif di dunia hiburan, juga ada mbak Atika Nurkoestanti dari Komunitas Emak Blogger.

Cici Panda mengatakan kalau dia senang sekali datang ke acara  yang membahas tentang anak, apalagi kali ini membahas tentang serat. Selama ini tau nya anak harus makan buah dan sayur biar nggak susah buang air besar saja. Tapi ternyata kecerdasan dan daya tahan tubuh anak juga dipengaruhi dengan kecukupan serat. Sekarang Cici Panda paham kenapa anak mudah sakit dan flu, dikirain karena kurang tidur dan kecapean main, ternyata ada yang salah dengan pola makannya terutama kurangnya serat. Kurat serat juga ada hubungannya dengan behaviour problem. Jadi sekarang Cici Panda lebih intropeksi juga dengan kurangnya serat pangan pada anak. Idealnya sayur setengah piring, tapi kenyataannya susah. Makanya setelah ada FiberKid  ini jadi solusi banget, praktis, gampang dibawa juga kalau travelling.



Beda dengan mbak Tika, anak mbak Tika yang berumur 4 tahun justru sangat picky eater. Sayur sama sekali kurang suka, minum air putih juga jarang. Bahkan akhir-akhir ini lebih suka makan brownies daripada makan nasi dan sayur. Sampai mbak  Tika konsultasi ke dokter mengenai kebiasaan makan anaknya. Tapi yang dikhawatirkan adalah kandungan gulanya. Mbak Tika bersyukur sudah ada FiberKid  buat tambahan asupan serat pangan untuk anaknya.

Mudah-mudahan FiberKid dapat membantu mencukupi serat pangan pada anak ya, agar anak-anak tumbuh sehat, memiliki daya tahan tubuh prima, juga fungsi otak anak bekerja dengan baik. Saat ini FiberKid bisa dibeli di beberapa tempat yaitu di Ranch Market area Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, kemudian di Gelael Jakarta. Kalau mau beli online juga bisa, sudah tersedia di Bibli.com dam Tokopedia. Untuk info lebih lengkap mengenai FiberKid  bisa mengunjungi website dan sosial medianya ya.

Website : https://www.fiberkid.com/
Instagram : @fiber_kid
Twitter: @fiber_kid
Facebook: FiberKid


You Might Also Like

18 komentar

  1. Nahh aku kira konstipasi biasa ajanlohh ternyata byk yg belum diketahui seru datang ke acara ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa..masalah pencernaan jika kurang serat malah ngaruh dengan fungsi otak anak juga. Sayang kalau ketinggalan info masalah serat pangan ini yaa, apalagi untuk tumbuh kembang anak.

      Hapus
  2. Iya nih, Abhirama termasuk yang gak suka sayur. Sampe bingung harus gimana. Hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Olah jadi camilan win, seperti dibilang mbak Astrid itu bikin kroket sayur atau bikin agar agar :)

      Hapus
  3. Konstipasi ga enakk bangettttt rasanya ga karuan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya..bener tuh kata dr. herbowo kalo sembelit bawaannya emosi mulu, pernah ngalamin soalnya :D

      Hapus
  4. Usia 3th ke atas, ya?
    Berarti bungsuku blm bisa konsumsi fiberkid deh.

    TFS mbak Tuty. Lengkap banget infonya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak, dianjurkan untuk anak usia 3 tahun ke atas.

      Hapus
  5. FiberKid bagus buat asupan makan anak ya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat tambahan kalau anak kurang konsumsi serat pangan mbak :)

      Hapus
  6. Menarik banget Mbak! Baru tau ada FiberKid, soalnya keponakan sukanya makan yg garing2, ogah2an kl dikasih sayur. Buah juga kadang susah. Btw, br di area Jakarta,Tangerang sm Bekasi yak? Aku coba kepoin online deh. Moga next pangsa pasarnya bisa sampe Jogja Solo Klaten

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iua mbak coba deh beli online, lagi ada promo juga tuh kayaknya :)

      Hapus
  7. memang solusi yang baik ya, tp menurutku sejak kecil memang anak hrs dibiasakan mkn sayur dan buah yang alami ya, jadi gak tergantung dg tablet

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, harus di biasakan sejak kecil dan orangtua juga mengenalkan jenis sagur dan buah pada anak.
      Nggak tergantung tablet maksudnya gimana mbak? :)

      Hapus
  8. Wuah Fiber Kids kayanya cocok nih untuk Una Abang.. Btw, aku selalu suka postingannya mak Tuty, rapi dan kece banget.. Hihihiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. huaaa..padahal diriku yang suka banget dengan blog mu maak :)

      Hapus