Mengenal Jejak Langkah Diri Lewat Drama Musikal Khatulistiwa

S ering kita mendengar kalimat sejarah tak mungkin berulang. Ya, mungkin sejarah tak berulang, ...


Sering kita mendengar kalimat sejarah tak mungkin berulang. Ya, mungkin sejarah tak berulang, tetapi jejak langkah para pejuang perlu kita ingat dan selalu tanamkan dalam diri kita bagaimana para pejuang rela berkorban demi kemerdekaan bangsa nya. Dengan mengingat sejarah kita jadi tahu siapa siapa saja para pejuang dari setiap daerah yang ada di Indonesia dan apa saja yang telah mereka lakukan. Mirisnya saat ini banyak generasi penerus yang tidak mengenal siapa saja pahlawan kita. Mereka tidak mengetahui bagaimana sejarah perjuangan para pahlawan. Bahkan bisa jadi mereka tidak tahu mengapa orang-orang yang berjuang itu disebut pahlawan. Perlu adanya inisiatif dari kita anak bangsa membuat sesuatu agar sejarah tidak dilupakan dan generasi penerus mengingat sejarah.

Saya sangat antusias sekali begitu mendapatkan undangan mengikuti  mengikuti peluncuran Drama Musikal Khatulistiwa di Lamoda Cafe yang berlokasi di Plaza Indonesia, Jakarta 4 Oktober 2016 lalu. Musikal ini bentuk dari penghargaan kepada para pahlawan yang wajib untuk terus diingat dan diperkenalkan dan diceritakan kepada anak cucu. Drama musikal adalah bukti nyata bahwa anak bangsa kita masih sadar dan peduli dengan adanya sosok pahlawan. Event ini juga dibuat untuk memaknai Hari Pahlawan yang kita peringati setiap tanggal 10 November.


Acara press conference dimulai dengan lantunan lagu Tanah Airku yang dibawakan oleh Gabriel Harvianto, jujur saya merinding begitu mendengar lagu ini. Ditambah lagi dengan mini show Musikal Khatulistiwa yang menceritakan mengenai kisah Sultan Hasanuddin dari Makassar. 


Mini Show Drama Musikal Khatulistiwa 

Kemudian ada Ibu Tiara Josodirdjo selaku inisiator dari Drama Musikal Khatulistiwa berbagi cerita kepada kami semua bagaimana awalnya ide untuk membuat musikal ini. Sebenarnya mimpi untuk bisa mengangkat Kisah Bangsa Indonesia ke sebuah pertunjukan musikal sudah diinginkan sejak 9 tahun yang lalu. Beliau ingin menyajikan bagaimana karakter hebat para pahlawan bangsa dan akhirnya tercetuslah ide  untuk membuat nya dalam sebuah pertunjukan drama musikal. Drama ini akan disajikan dengan konten yang kreatif dan bermuatan karya seni yang kreatif. Ibu Tiara juga prihatin dengan kenyataan banyak anak bangsa kurang mengerti, memahami dan menjiwai bangsanya sendiri. Sekarang kita sudah merdeka, kita harus berfikir mau dibawa kemana negara kita. Kita harus bangga sebagai bangsa Indonesia.  


Ibu Tiara Josodirdjo 

Meskipun sempat terbentur dengan masalah dana untuk persiapan pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa, dengan segala upaya event ini bisa terus direalisasikan berkat dukungan CIMB Niaga dan juga berbagai pihak yang telah bekerjasama. Ibu Tiara yakin kalau melakukan sesutau dengan tujuan yang benar segalanya bis terlaksana. Jokodirdjo Foundation berkomitmen untuk menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk bisa lebih mencintai Tanah Air dan tergerak untuk aktif berkontribusi secara positif demi kemajuan bangsa dan negara.

Jokosudirdjo Foundation kedepannya akan mendistribusikan karya anak bangsa untuk anak negeri setiap tahunnya. Harapannya dengan pertunjukan Drama Musikal Khatulistiwa ini semoga anak-anak kita yang belum mengerti bagaimana sejarah pahlawan akan menjadi tahu, dan mereka akan memahami bahwa untuk menjadi pahlawan bagi orang lain nggak harus gugur terlebih dahulu. Anak-anak kita bisa menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri, untuk teman-temannya juga untuk keluarga.

Drama Musikal Khatulistiwa melibatkan 100 talenta muda diantaranya Rio Dewanto, Kelly Tandiono, Tika Bravani, Sita RSD dan beberapa orang talenta lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.  Dalam sesi talkshow Rio mengatakan dalam pertunjukan musikal khatulistiwa ia memerankan dua tokoh pahlawan sekaligus yakni sebagai Sisingamangaraja dan Ki Hajar Dewantara. Bagi Rio terlibat di Drama Musikal Khatulistiwa merupakan pencapaian yang cukup besar baginya.


Rio Dewanto

Ibu Melvi Tampubolon selaku produser Drama Musikal Khatulistiwa mengatakan meskipun ini cerita sejarahtapi pertunjukan drama ini dikemas kekinian jadi anak-anak yang menonton tidak merasa bosan. Drama musikal ini memiliki misi edukasimaka dari itu ada edutainment tools yang nantinya akan dikemas dalam bentuk DVD dan kepingan DVD ini akan disebar ke sekolah-sekolah diseluruh Nusantara.


Ibu Melvi Tampubolon


Bapak Tigor Siahaan Presiden Direktur CIMB Niaga memaparkan bahwa CIMB Niaga sebagai perusahaan yang memiliki sejarah panjang dalam menghadirkan layanan perbankan yakin bahwa dengan mengenal sejarah kita dapat lebih menghargai pencapaian yang telah diraih. Meskipun banyak pengaruh luar yang masuk ke Indonesia yang terpenting akar kita kokoh dan kuat. 

Pak Asep Kambali dari Komunitas Histeria Indonesia dan seorang sejarawan Indonesia yang terlibat dalam tim sejarah di musikal khatulistiwa mengatakan kalau Drama Musikal Khatulistiwa ini merupakan drama yang pure menceritakan sejarah. Kita akan kehilangan obor kalau tidak memandang kebelakang dan mengingat kembali sejarah. Perjuangan tidak boleh berhenti meskipun Indonesia sudah merdeka.

Sebelum press conference berakhir, mas Adjie selaku sutradara Drama Musikal Khatulistiwa mengatakan kalau pertunjukan drama ini rasa Indonesianya sangat kental. Ia berharap muatan edukasi dari drama musikal ini tersampaikan dengan baik. 


Para pemain, tim produksi dan pendukung 


Jadi nggak sabar ya pingin nonton Drama Musikal Khatulistiwa. Sabar, pertunjukan Musikal Khatulistiwa akan dipentaskan tanggal 18-20 November 2016 di Tetaer Jakarta, Taman Ismail Marzuki Jakarta. Tiket musikal khatulistiwa sudah bisa dibeli loh. Jangan sampai terlewatkan ya teman-teman. Untuk informasi lebih lanjut teman-teman bisa mengunjungi website www.musikalkhatulistiwa.com. Atau follow  akun sosial media twitter @m_khatulistiwa dan instagram @musikalkhatulistiwa.

Oh ya, ada info menarik nih. Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan tahun ini diadakan lomba blog dan vlog #AksiDariHati. Vidio merupakan hasil karya sendiri bisa pribadi,kelompok, ataupun institusi. Durasi vidio maksimal 60 detik, dengan format mp4 juga dalam kualitas baik. Setiap peserta hanya bisa mensubmit satu vidio untuk diikutsertakan. Upload vidio mulai 4 Oktober sampai 8 November 2016. Pendaftaran vidio paling lambat 22 Oktober 2016 pukul 17.00. Karya diunggah ke akun Youtube peserta kemudian di share ke sosial media mention twitter @Sunlife_id atau tag facebook fanpage Sun Life Financial Indonesia, cantumkan hashtag #LebihBaik #MusikalKhatulistiwa dan #AksiDariHati.  Untuk info lengkap kunjungi website atau akun sosial media Sunlife.

You Might Also Like

28 komentar

  1. Denger lagu tanah airku jadi merinding yooo, Drama Musikal Khatulistiwa penyampaian sejarah dengan cara asik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..hampir menitikkan air mata waktu dengar lagunya

      Hapus
  2. aaah acara ini kereeen! trus ga sabar buat nonton drama musikal ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaa..pengen banget nanti nonto pertunjukannya

      Hapus
    2. Terharu dengar lagu Tanah Airku dinyanyikan Gabriel, merasuk sampai kalbuu...

      Hapus
    3. iya mbak dew..merinding banget pas dengerinnya

      Hapus
  3. Lagu tanah airku ini memang suka bikin merinding. Jadi ingin nonton. Anak-anak sekarang kayaknya memang ngga seperti dulu ya. Skrg jarang banget seperti lagu2 nasional dikumandangkan...dll. Harus kembali ke akar rumputnya nih bangsa Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mbak, harus kembali ke akar rumput :)

      Hapus
  4. ikutt dongg, ihh gak ngajakin masa :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo nonton pertunjukannya ntar november :)

      Hapus
  5. Yah... ga bisa liat langsung yak.. heee Hbisnya jeuh bingit ke JAkarta. Pdahal bagus klo ada Drama Musikal bertema kepahlawanan seperti ini. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya kemarin pas ada minishow nya keliatan bagusnya gimana pertunjukannya pasti lebih bagus :)

      Hapus
  6. Suka dengan drama musikal. dulu sering nonton. Kangen juga deh. Berasa belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan, ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak...salah satu cara belajar sejarah yang menyenangkan

      Hapus
  7. Senang ya ada drama musikal seperti ini. Sejarah tak lagi hal yang membosankan namun bisa begitu dikemas menarik dan menyenangkan.
    Thanks for sharing, mbak.

    BalasHapus
  8. Kayaknya rame nih, kalau bisa nonton Drama Musikal Khatulistiwa. Ini jadi salah satu cara anak muda untuk belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak, mudah-mudahan pertunjukkan seperti ini sering diadakan

      Hapus
  9. kemarin minggu, saya juga habis menyaksikan ratusan talenta tampil pada penutupan pekan batik nusantara. Salut dan bangga tiap bisa menyasikan drama pertunjukkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...kalau bukan kita anak bangsa yang mengenalkan bangsanya siapa lagi ya

      Hapus
  10. Eh ada rio dewanto sama mama ira ikutanjuga

    BalasHapus
  11. Wow persiapannya aja 9 tahun pasti keren banget dramanya,vcdnya kalo nyampe sekolah2 bayar apa gratis yaa penasaran ingin nonton

    BalasHapus
    Balasan
    1. gratis mbak..biar merata anak-anak paham sejarah :)

      Hapus