Mengenal Kecerdasan Anak dan Menyiapkan Masa Depannya

B agaimana  ya moms kita mengetahui anak kita akan berhasil di sekolah dan kehidupannya di mas...


Bagaimana  ya moms kita mengetahui anak kita akan berhasil di sekolah dan kehidupannya di masa depan? Tidak bisa dipungkiri anak merupakan pusat dunia orang tua.  Kita mencurahkan segala daya upaya, tenaga, uang dan waktu untuk menumbuhkan anak yang cerdas, sehat dan bahagia dan tentu saja masa depan yang baik.

Minggu, 28 Agustus 2016 saya bersama emak-emak blogger mengikuti  talk show KEB dan Jiwasraya dengan topik "Persiapan Pendidikan Anak Menghadapai Persaingan Global" bertempat di HK Sarinah. Talk show #KEBJiwasraya kali ini menghadirkan narasumber Mira Sahid - Founder KEB, Elizabeth T. Santosa (Miss Lizzie) - Psikolog dan T. Guntur Priyonggodo - Ka Cab Jiwasraya.  Acara dimulai dengan sambutan dari Mak Icoel Sumarti Saelan selaku ketua KEB. Mak Icoel berharap talk show ini bisa memberi manfaat buat emak-emak blogger terutama dalam hal memahami kecerdasan anak, dan bagaimana peran para emak sebagai orang tua untuk masa depan anak dalam menghadapi persaingan global saat ini.


Makpon Mira Sahid pada kesempatan ini menanyakan perihal minat dan bakat anak kepada Miss Lizzie. Makpon sempat dibuat bingung karena  anak-anaknya sering berubah-ubah terutama dalam hal minat dan bakat. Selain bisa menghabiskan waktu dan energi tentu saja bisa banyak menghabiskan biaya. Namanya orang tua sebisa mungkin menuruti keinginan anak, tapi kalau anak belum tau minat sebenarnya mau kemana bingung banget kan, apalagi kalau anak sudah menginjak remaja tentu saja ada kekhawatiran bagi orang tua.



Menurut Miss Lizzie,  setiap anak memang dilahirkan berbeda, inilah mengapa masing-masing anak juga memiliki minat dan kebutuhan masing-masing. Sebenarnya sejak dini kita sudah bisa mengidentifikasi kecerdasan anak. Ada 8 kecerdasan majemuk pada anak. Dari 8 kecerdasan ini kita sudah bisa memahami minat dan bakat anak. Tinggal kita sebagai orang tua membantu mengarahkannya. Identifikasi potensi anak, diarahkan dan dibina dan kemudian berikan motivasi kepada anak. Ibarat mata pisau, pisau sebelum digunakan mesti diasah dahulu supaya tajam. Sama seperti minat dan bakat pada anak, kita mesti mengasahnya. Karena pada dasarnya semua anak dilhairkan pintar sesuai dengan kecerdasannya masing-masing.

kecerdasan majemuk pada anak
sumber: Elizabeth T Santosa - infografis: tutyqueen
  1. Kecerdasan Linguistik  : kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif, baik secara lisan maupun tertulis. Profesi yang bisa diarahkan kepada anak adalah pembaca berita, pendongeng, pembicara, orator, editor, wartawan, aktor/aktris.   Tips bagi orang tua disini adalah dengan cara melatih anak untuk membaca, menceritakan ulang isi bacaan, Word puzzlespelling, languages dan listening.
  2. Kecerdasan Matematis Logis : kemampuan mengolah angka dan menggunakan logika atau akal sehat dengan baik. Profesi yang bisa diarahkan adalah pengolah data, insinyur, ahli matematika, ahli statistik, peneliti, ahli logika, programmer. Tips bagi orang tua adalah dengan mengajak anak untuk bermain logika, anak diajak untuk belajar menganalisis, banyak menggunakan angka, problem solving, sees pattern.
  3. Kecerdasan Visual/Spasial : kemampuan mempersepsi dunia spasial - visual secara akurat. Profesi yang cocok adalah perancang, pilot, arsitek, penemu, ahli bedah, pemandu, pelukis/seniman. Tips untuk orangtua adalah mengajak anak untuk bermain lego,play-doughdesign, art craft, great imagination, picture in mind dan hand eye coordination
  4. Kecerdaan Kinestetik-Jasmani  : kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan. Profesi yang cocok adalah penari, pengukir, ahli bedah, penata, atlet, mekanik, aktor dsb. Tips untuk orangtua adalah : group sport, body language (theater,dancing), activity / motion, manipulate.
  5. Kecerdasan Musikal : kemampuan menangani berbagai bentuk musik dengan cara mempersepsi, membedakan, mengubah dan mengekspresikan. Profesi yang bisa diarahkan pada anak yaitu penikmat musik, kritikus musik, komposer, komponis, penyanyi dan produser. Tips untuk orangtua adalah dengan mengajarkan atau mengarahkan anak bernyanyi, bermain instrument,composing, sound dan pitch.
  6. Kecerdasan Interpersonal : kemampuan untuk memersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, serta perasaan orang lain. Profesi yang cocok adalah menjadi PR, Negosiator, marketing, entertainer, pekerja sosial, conselor. Tips untuk orangtua yakni mengajarkan anak untuk belajar kerjasama dalam suatu grup, bekerjasama, berempati, leadership,uses feedback dan melatih intuiting.
  7. Kecerdasan Intrapersonal :  kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan suatu pemahaman tertentu. Profesi yang cocok untuk anak tipe ini adalah menjadi seorang Filsuf, peneliti, psikolog, penulis dan peneliti. Tips yang bisa dilakukan untuk orangtua yakni mengajarkan self reflectionjournaling, concentration, dan focusing.
  8. Kecerdasan Naturalis :  keahlian mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Profesi yang bisa diarahkan adalah ahli biologi, aktivis lingkungan hidup, dokter hewan dan hortikulturis.


Saya juga memiliki pendapat yang sama dengan Miss Lizzie, meskipun saya belum memiliki anak, tetapi saya sering memperhatikan dan mengikuti tumbuh kembang ponakan-ponakan saya. Menurut saya anak cerdas terdeteksi sejak dini, kecerdasannya terpelihara, tidak ada faktor apapun yang mengganggu kecerdasannya. Kalau orang tua lebih peka dengan kecerdasan majemuk anak, orang tua harus bisa mengarahkan kecerdasan yang dimilikinya. Karena banyak sosok-sosok cerdas memiliki latar belakang atau proses hidupnya yang luar biasa. Contoh Einstein pernah dianggap anak idiot, padahal sesungguhnya dia anak cerdas, setelah waktu yang panjang akhirnya terbukti bahwa Einstein sebenarnya anak jenius. Bisa kita bayangkan bagaimana orang tua Einstein saat itu.

kecerdasan majemuk
Di era MEA memang banyak kekhawatiran yang muncul dari orang tua, terutama dalam hal perkembangan anak, diantaranya dalam hal minat dan bakat. Seperti kita ketahui era globalisasi menyebabkan persaingan sangat ketat. Tetapi bukan berarti kita harus memaksa anak untuk mengikuti keinginan kita. Tetapi sebaiknya anak diarahkan dan dibina sesuai keinginannya. Karena yang terbaik menurut kita sebagai orang tua belum tentu baik buat anak. Orang tua adalah pelatih pertama bagi anak. Orang tua yang siap dengan kecerdasan anak pasti akan lebih wise. Anak cerdas bukan hanya menghadapi ujiannya sendiri, namun juga menjadi ujian bagi orang tua, hingga waktu membuktikan bahwa anak kita menjadi anak yang cerdas. Pendidikan formal memang penting, namun kita harus mengetahui minat anak melalui pendidikan informal.

Anak cerdas biasanya akan mengalami seleksi alam yang tidak akan terduga sebelumnya oleh orang tua. Ia akan melalui proses panjang. Merencanakan masa depannya berarti kita sebagai orang tua harus  memahami anak. Jika merencanakan masa depan anak tapi tidak memahami apa yang dibutuhkan anak cerdas itu akan sia-sia. Keduanya penting untuk dijalankan, harus balance. Anak yang cerdas membutuhkan lebih dari sekadar perencanaan masa depan. Yup, anak-anak membutuhkan investasi untuk masa depannya. Investasi untuk anak, idealnya lebih dari biaya formal.

Guntur Priyonggodo memaparkan, bahwa saat ini banyak anak-anak putus sekolah karena kekurangan biaya. Ini terjadi karena semakin lama biaya pendidikan semakin mahal. Mulai dari tingkat Sekolah Dasar sampai tingkat kuliah. Estimasi biaya kuliah S1 di tahun 2014-2017 sekitar 250 juta. Bayangkan saja, yang namanya estimasi bisa saja angka yang disebutkan berubah. Sudah siapkah kita ebagai orang tua dengan biaya-biaya ini semua?


Berlatarbelakang masalah-masalah biaya yang dihadapi orang tua demi pendidikan anak, Jiwasraya mengeluarkan produk yang bernama JS Prestasi melalui pola pendanaan. Produk ini fleksibel membantu orang tua untuk perencanaan finansial untuk kelanjutan jenjang pendidikan anak, sesuai dengan kemampuan, kebutuhan dan keinginannya. Banyak manfaat yang didapatkan dari produk JS Prestasi ini.


Kalau anak yang di beasiswakan meninggal dunia, maka premi yang sudah disetor akan dikembalikan. Kemudian manfaat produk bisa dialihkan ke adik ataupun ke kakaknya. Oh ya, Pak Guntur juga mengatakan sebagai orang tua kita juga harus bijak memilih asuransi yang tepat dan harus kritis terutama mengenai cara klaim. Sebaiknya pilih asuransi yang track record nya baik. Dan yang paling penting tidak ribet soal klaim karena tidak punya banyak cabang. Jiwasraya adalah  satu-satunya asuransi milik pemerintah yang sudah hadir sejak tahun 1859, dan sekarang ini sudah memiliki 17 kantor wilayah dan 71 kantor cabang. Dengan memiliki banyak kantor cabang tentu saja memudahkan kita untuk melakukan klaim. Selain itu dengan banyaknya kantor cabang yang dimiliki Jiwasraya memudahkan pemegang polis untuk mengurus administrasi apabila pindah kantor.

Mengenai cara pembayaran premi, bisa melalui pembayaran online seluruh Indonesia. Bisa melalui internet banking atau lebih mudah lagi melalui sistem auto debet. Dengan sistem auto debet kita nggak perlu khawatir manfaat produk di break karena kelupaan bayar premi. 


Ada banyak jalan untuk memastikan cerahnya masa depan anak. Meskipun belum memiliki buah hati, saya sudah mempersiapkan dana untuk anak saya kelak. Salah satu cara paling sederhana adalah dengan menabung. Tentu saja tabungan yang tidak hanya sekadar menyimpan uang dengan aman tetapi tabungan ini berfungsi sebagai investasi untuk masa depan anak. 

Ngomong-ngomong kalau saya sudah punya si buah hati tentunya saya akan membantu anak saya menemukan minat yang dia sukai, sekaligus memotivasinya.  Kegiatan ekstrakurikular atau pendidikan non formal harus masuk dalam daftar prioritas. Karena saya yakin kegiatan tersebut akan berakibat baik bagi kesehatan dan emosionalnya, dan yang terpenting untuk masa depannya.



Terima kasih kepada KEB dan Jiwasraya untuk event yang sangat bermanfaat ini.

You Might Also Like

64 komentar

  1. Kadang suka binggung juga dengan minat anak yang sering berubah ubah ya mba. Ya tapi bagaimanapun orangtua harus mampu mendorong sesuai kemauan dan kemampuan anak ya mba. Makaish sharingnya mba Tuty

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak..orang tuanya harus siap tempur untuk masa depan anak eh kayak mau perang haha

      Hapus
  2. iyap, betul mak. menabung untuk pendidikan anak kelak harus dari sekarang, malah lebih bagus direncanakan sedini mungkin soalnya biaya pendidikan entah berapa tahun lagi pasti mahal dari tahun ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, biaya hidup mahal, biaya pendidikan mahal, apalah jadinya nasib anak-anak kita kalau kita nggak berupaya berinvestasi untuk masa depannya. Setidaknya kita sudah menyiapkan dana pendidikannya dengan asuransi pendidikan

      Hapus
  3. Setuju bgt soal jenis kecerdasan anak yg beragam. Jadi ga hanya matematika aja yg jadi parameter pinternya seorang anak. Btw, kalau autodebet lebih gampang buat bayar2 ya, mb. Aku belum pernah coba yg ini. Hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih gampang mbak dengan auto debet biar gak kelupaan pas jatuh tempo bayar premi :)

      Hapus
  4. sejak MEA apapun dituntut mampu bersaing ya, termasuk pendidikan anak2

    BalasHapus
  5. dari sejak dini anak emang harus di didik agar kecerdasannya tiap hari makin meningkat terus,,,,

    BalasHapus
  6. Dari bayi udah bisa ketauan belum ya kecerdasan anak itu mengarah ke mana? :'D Kadang aku suka menduga-duga dan berdoa hehehe..

    Wah tahun sekarang aja udh mahal bgt ya mak, gimana anak-anak kita yang bakal sekolah 7 tahun lagi.. Semoga kita diberikan rezeki yg cukup untuk menyekolahkan anak-anak kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dari bayi belom kelihatan mbak hihi...

      Hapus
  7. jadi baper nih dan was-was juga kalo kelak punya anak, harus benar-benar hati-hati banget ya.

    BalasHapus
  8. Infografisnya menarik banget mba, keren & informatif :)

    BalasHapus
  9. iya mbak menegenal kecerdasan anak seidini mungkin itu perlu, jangan sampe salah langkah ambil tindakan apalagi untuk masa depan anak ^^

    BalasHapus
  10. Ilmunya udah dapet, tapi bingung juga kecerdasan anakku yang mana. Minatnya ganti-ganti seperti bunglon.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya yah..banyak pengalaman ortu yang begitu mbak

      Hapus
  11. Perlu banget emang ya asuransi pendidikan. Sekarang aja udah ratusan juta, apalagi buat anak kita 20 tahun mendatang, waduhh pusing deh kalo ga ada persiapan..

    BalasHapus
  12. si bungsu udh ikut asuransi. akhir tahun ini bisa diambil u bantu biaya pendaftaran masuk sd. alhamdulillah, jadi terbantu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah banget mbak, jadi nggak terlalu mikirin biaya awal masuk sekolah ya

      Hapus
  13. Ada 8 kecerdasan majemuk yg bisa diolah sampai anak tahu bakatnya. Ibu juga bisa mengetes anak dengan aplikasi talent maping dan siapkan dananya. :)

    BalasHapus
  14. Biaya makin mahal, kalau sudah tahu bakatnya disiapkan ya mak... duh deg degan jadinya.... apalagi tahu banyak yang putus sekolah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, semoga anak kita nanti dipermudah dalam menjalankan pendidikannya ya...Amiin

      Hapus
  15. Seru banget acaranya kayaknya apalagi ada Miss Lizzy. Bisa belajar banyak nih aku sebelum punya anak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak...sama kita, acara seperti ini jadi referensi buat kita kelak kalau sudah punya anak :)

      Hapus
  16. Anak-anakku juga blm nemu bakat terbesarnya. Masih labil juga.
    Masa depan anak memang harus dipersiapkan dengan baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga anak mbak Ety segera menemukan mintanya ya.., tentunya dengan arahan dan motivasi dari mbak Ety :)

      Hapus
  17. Baca artikel ini saya lebih belajar memahami minat dan bakat anak saya.
    Dan benar, memang butuh banyak sekali inventasi untuk mengembangkannya.
    Saya akan mempelajari lebih lanjut asuransinya. Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih mbak Eva, semoga bermanfaat yaaa

      Hapus
  18. Kadang ada yg punya bakat tapi si anak ngga minat ya mbaa.. Bagus banget acaranya yaa mba, pingin ikutan masih ada bayik :D
    Makasih yah mba tuty :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak..senang bgt denger penjelasan miss lizzy :D

      Hapus
  19. Pendidikan ekskul sama non formal memang penting juga ya maaak, biar makin mengasah bakat-bakat mereka. Makasi sharingnya ya Maaaak :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mak, bakat semakin terasah minat semakin kelihatan :)

      Hapus
  20. Bener2 bakat anak tuh emang rubah2 ya Mak, ahh yang penting sebagai Ortu mengarahkan aja dan mendukungnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak, tinggal kesiapan orang tuanya ya mak..

      Hapus
  21. Anak merupakan pusat dunia orangtua.
    Setuju banget dengan kalimat itu Mba. Segala hal untuk anak pasti pengennya yang terbaik, termasuk pendidikannya. Dan mau tidak mau itu berhubungan dengan DANA, hehehe.
    Harus siap-siap dari sekarang nih meski anakku belum ada yang sekolah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak..dananya dipersiapkan sejak dini :)

      Hapus
  22. komplit sekali reportase kak tuty. aku juga mulai menyiapkan beasiswa utk anak, semakin cepat semakin baik kan?

    BalasHapus
  23. Ada banyak jalan untuk memastikan cerahnya masa depan anak.

    Setuju mak!! yang penting usaha usaha usaha inshaa allah ada jalannya. Aamiin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiip tetap usaha dan doa yg terbaik buat anak ya mak

      Hapus
  24. Ceritanya kmaren kayak aku ya mb, lagi banyak2in bekal buat tar kl udh punya anak, biar ga bingung :) Beda zaman euy :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya ..mudah2an tabungan buat anaknya gk kepake ya hihi, eh tapi kalo asuransi di Jiwasraya bisa autodebet biar gk kepake emaknya hihi

      Hapus
  25. Ternyata kecerdasan pada anak berbeda-beda, saya baru tahu.

    BalasHapus
  26. Cita2 Shakila dan Kezia masih suka berubah jadi bingung sendiri minat sama bakatnya tuh apa ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin ntar niru emaknya jadi blogger hihi

      Hapus
  27. Wah dapat ilmu cakep ya mak .. tinggal dilakukan kalo udah punya anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak...kalo nabungnya tetap dari sekarang mak :)

      Hapus
  28. Tentu sangat penting ya bu mengetahui kecerdasan anak dan kita sebagai orang tuanya hanya perlu mendukung saja dna memfasilitasinya saja.

    BalasHapus
  29. sama-sama penting ya mak,selain mengembangkan potensinya juga harus mempersiapkan dana pendidikannya,trims penjelasannya

    BalasHapus
  30. Kalau udah tahu bakat anaknya, tinggal siapin dananya ya mak

    BalasHapus
  31. Berharap diadain acara serupa di Malang deh

    BalasHapus
  32. Hemmm pusing juga memang mak, kalo sudah ngomong biaya pendidikan. Kita harus pandai melihat kecerdasan anak dan menyelami bakat minatnya trus menyesuaikan keuangan dengan minat dan kemauan anak dah. Huaaaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mengarahkan, memotivasi dan mempersiapkan dana pendidikan :)

      Hapus