
Halo! Yang punya gaya hidup cashless mana suaranya? Good news nih buat kalian yang suka belanja dan bayar-bayar nggak pakai uang cash alias cashless. Selasa, 6 November 2018 kemarin Akulaku baru saja me-launching fitur baru mereka yakni fitur kredit offline di Suasana Restoran, Aston Kuningan Suites.
Tujuan diluncurkannya fitur kredit offline oleh Akulaku adalah untuk memudahkan masyarakat berbelanja atau bertransaksi di merchant-merchant offline tanpa mengganggu cashflow sehari-hari. Selain itu fitur kredit offline juga untuk mendukung gaya hidup cashless society. Menurut Martha Adlina Komisaris Akulaku benefit ini tidak hanya diperuntukkan para pengguna Akulaku saja tapi user juga dapat membantu para pemilik merchant dengan bertransaki setiap hari dan menambah jumlah volume transaksi di merchant mereka.
![]() |
Martha Adlina |
Fitur kredit offline Akulaku ini sudah diperkenalkan mulai Agustus 2018 kemarin dan di provide oleh PT. Akulaku Finance Indonesia.Yang membuat Akulaku berbeda dengan yang lain terutama dalam hal merchant offline adalah Akulaku merupakan aplikasi virtual kredit pertama yang memudahkan masyarakat tanpa perlu top up saldo. Jadi cukup download aplikasinya isi data sesuai isian yang diminta, tunggu verifikasi data mulai 30menit sampai 24jam, setelah di approve maka akan keluar kredit limit yang disetujui. Oh ya, kredit limit yang diberikan oleh Akulaku mulai dari 3 juta sampai dengan 20 juta rupiah. Syaratnya nggak terlalu ribet cuma isi data sesuai KTP dan nantinya diminta foto KTP, dan yang paling penting usia minimal harus 21 tahun.
Saat acara berlangsung hadir pula beberapa pemilik merchant yang sudah bergabung dengan Akulaku, yakni Warkop Kuningan Asri yang berlokasi di Cinere dan Kopi Kita yang berlokasi di Sunter. Neni, pemilik Warkop Kuningan Asri mengatakan mau bergabung dengan Akulaku karena memberi kemudahan dan kelancaran dalam hal pembayaran. Perkembangan usahanya juga lumayan. Neni juga merasa lebih tenang karena pelanggan nggak lagi telat membayar semenjak ada sistem scan barcode.
![]() |
press conference bersama Martha Adlina, Komisaris Akulaku (kiri)- Sandy Chen, Head of Bussiness Development Akulaku Indonesia (kanan) |
Begitu pula dengan Joshua pemilik Kata Kopi, menurutnya target pasar Kopi Kita adalah generasi millenial. Tau sendirikan kalau generasi millenial nggak pernah ketinggalan handphone. Dan mereka suka dengan digital termasuk penggunaan aplikasi. Apalagi kalau ada sistem pembayaran cashless, dan mereka bisa bayar dengan sistem barcode. Awalnya penjualan ditanggal muda bagus tapi ditanggal tua merosot, sejak bergabung dengan Akulaku penjhualan jadi stabil statistik nya. Karena selain mudah dalam pembayaran dan nggak pake ribet, pembayaran dengan Akulaku juga banyak promosinya. Harapan Neni dan Joshua semoga semakin banyak pengguna aplikasi Akulaku karena dengan begitu semakin banyak juga merchant yang terbantu karena kemudahan pembayaran.
Saat ini Akulaku memiliki lebih dari 20.000 merchant yang tersebar di Jabodetabek dan Pulau Jawa, tapi untuk merchant offline masih ada di Jabodetabek saja. Merchant-merchant yang sudah bergabung antara lain Warung Five Star, Warung Teteh, Sky Box Coffee, Karawaci Frozen, Bread Life, Toraja Kopi, Inul vista, dll. Kedepannya Akulaku berencana akan mengembangkan fiutr kredit offline untuk merchant-merchant di Medan dan Kalimantan. Akulaku juga terus meningkatkan kualitas layanan dan penambahan fitur baru.
![]() |
Neni dan Joshua |
Edwin Pratama, Head of Partnership Moka Pos yang merupakan partner Akulaku mengatakan berpartner dengan Akulaku untuk membuka peluang cashless society. Moka Pos adalah penyedia poin of sale untuk pelaku bisnis di Indonesia (sistem kasir). Selama ini Moka Pos membantu pelaku bisnis dalam melakukan transaksi operasional, report, penjualan item baik yang laku maupun tidak laku. Moka Pos sudah memiliki 12000 merchant di 12 kota dan kabupaten. Tujuan kerjasama ini memberikan kemudahan pelanggan yang datang ke merchant Moka Pos agar lebih mudah melakukan pembayaran. Kedepannya Moka Pos konsisten mendukung transaksi cashless society dan meningkatkan penjualan merchant.
![]() |
Edwin Pratama |
![]() |
Enzy Storia |
.
![]() |
Arif Muhammad |

Instagram: akulaku_id
Twitter: akulakuID
Facebook: AkuLaku Indonesia
