Pages

  • Home

travel beauty

Pinjaman Produktif
Yuk kita #PintarBersama


Melesunya perekenomian efek dari pandemi tampaknya tak main-main.Banyak karyawan yang dirumahkan. Mereka yang biasa terima gaji mulai kebingungan saat tak lagi menerima uang gajian sebagai penghasilan. Pekerja perusahaan saja merasa berat menghadapi kenyataan, apalagi masyarakat menengah ke bawah yang tak bekerja ya? Ya, inilah hidup! Siapa yang berjuang, maka dialah yang mampu bertahan. We are survivor .

Di masa sekarang, mengharapkan gaji saja rasanya tak cukup. Bukannya tak bersyukur, namun inilah realita kehidupan. Hidup bukan sekedar mengenyangkan perut, tapi ada anak yang perlu sekolah, bayi yang perlu susu, kendaraan yang perlu bahan bakar minyak, listrik yang harus dibayar dan lain sebagainya. Membangun usaha merupakan solusi sebagai usaha sampingan. Jika jalan keberuntungan terbuka, tak menutup kemungkinan usaha sampingan bisa menjadi usaha utama.

Ngomongin soal membangun sebuah bisnis atau usaha sampingan, sudah pasti diperlukan modal. Nah, ini nih yang jadi problemnya. Di saat situasi sulit, nggak gampang untuk mendapatkan uang sebagai modal dalam waktu yang singkat. Kalau dipikir-pikir emang iya sih. Sekarang sulit cari uang pinjaman apalagi pinjaman ke teman atau keluarga. Dari pada bingung, mending Kredit Pintar aja. Pinjaman aman yang membuat hati nyaman.


Apa Itu Kredit Pintar? 

Pinjaman Produktif
Aplikasi Kredit Pintar bisa diunduh di Google Play

Sejak 17 November 2021, OJK telah merilis 104 penyelenggara fintech peer-to-peer lending yang telah terdafta dan diawasi OJK. Kredit Pintar adalah salah satunya. Kredit Pintar adalah bagian dari Atome Financial, perusahaan fintech terkemuka dengan pengalaman luas di bidang keuangan konsumen digital dan mempromosikan inklusivitas keuangan melalui teknologi artificial intelligence.

Kredit Pintar merupakan salah satu platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia yang sudah terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kredit Pintar menawarkan pinjaman produktif yang prosesnya cepat dan persyaratannya mudah sehingga cocok untuk kebutuhan dana yang mendesak. Persyaratannya cukup sediakan KTP elektronik, dan uang pinjaman bisa cair dalam waktu 10 menit.

Pinjaman yang ditawarkan Kredit Pintar limitnya mulai dari Rp 600 ribu sampai Rp 20 juta dengan lama pinjaman (tenor) yang bervariasi , mulai 30 hari sampai dengan 360 hari. Jadi sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar ya.


Pintar Mengelola Modal Agar Tidak Modar 

Setelah modal didapat, mulailah membangun usaha dari nol. Namun, perlu diingat bahwa dalam prosesnya, usaha tak selalu mulus. Ada saja rintangan yang akan ditemui. Bisa saja usaha collapse. Waduh ! kira- kira apa aja sih yang bisa membuat usaha gagal ? Berikut penyebab usaha gagal:

  1. Salah menentukan prioritas
  2. Salah menentukan kebutuhan
  3. Pola pikir yang keliru
  4. Perencanaan bisnis yang tidak matang
  5. Tidak bisa membangun jaringan


Pinjaman Produktif
Puji Sukaryadi, Brand Supervisor Kredit Pintar

Nah, pasti nggak mau kan kalau usahanya sampai gagal? Pada Kamis tanggal 7 April 2022 lalu, Kredit Pintar menyelenggarakan seminar offline #KelasPintar dengan menghadirkan pembicara tamu dan peserta termasuk para blogger. Seminar ini mengusung tema “ Pengelolaan Modal Pintar Bersama Kredit Pintar - #PintarBersama Pilih Pinjaman Agar Hati Tetap Nyaman “ 

Dalam seminar, Puji Sukaryadi, selaku Brand Supervisor Kredit Pintar memaparkan bahwa mengapa kita perlu modal produktif ? Menurutnya modal produktif bisa untuk berwirausaha, usaha sampingan yang bisa dibangun dengan alasan ; memiliki ide bagus dan kemampuan yang unik, peluang pasar yang luas, perlunya uang tambahan, persiapan dana pensiun dan untuk aktualisasi diri. Alasan –alasan tersebut bisa dijadikan motivasi agar modal yang didapat bisa dikelola secara produktif dan tidak dihabiskan untuk hal-hal yang konsumtif.

Pinjaman Produktif
Beberapa poin penting yang menjadi pertimbangan kenapa perlu usaha sampingan
Meminjam uang secara online itu memang praktis. Namun jangan sampai terlena karena banyak banget kasus orang terlilit hutang disebabkan tak bisa kelola uang pinjaman dengan baik dan ada pula yang terjebak dalam pinjaman yang ternyata ilegal. Padahal menurut Puji, apabila uang pinjaman dapat dikelola dengan bijak maka sebenarnya bisa dijadikan solusi untuk memenuhi kebutuhan serta menjaga kestabilan keuangan.

Berkaca dari hal tersebut, Gandan Wicitra Wiranegara, senior Business Development Manager Kredit Pintar menegaskan bahwa dalam berbisnis kita memerlukan ide, skill, dan effort. Ide dalam membangun bisnis sebaiknya munculkan ide yang menarik dimana belum banyak orang menjalankan bisnis yang sama. Kemudian keluarkan skill yang kita miliki atau jika perlu tingkatkan skill dengan cara apapun, bisa dengan mengikuti pelatihan dan sejenisnya. Dan yang terakhir setelah ide dan skill, harus ada effort. Karena sejatinya bisnis nggak akan berjalan kalau nggak ada effort atau kemauan.

Setelah ide, skill, dan effort dalam berbisnis tentu saja kita memerlukan modal. Nah, untuk urusan modal sama seperti yang dipaparkan oleh mas Puji bahwa modal yang diperlukan disini adalah modal produktif bukan sekadar modal berupa pinjaman tapi kita nggak punya rencana untuk mengelolanya. Jangan sampai terjerumus kedalam pinjaman yang tidak produktif yang ada kita jadi modar saat tagihan bulanan datang.

Pinjaman Produktif
Gandan Wicitra Wiranegara, Senior Business Development Manager Kredit Pintar

Ngomongin modal, banyak jalan untuk meminjam modal usaha. Tapii harus digarisbawahi yang namanya meminjam harus dikembalikan. Bukan meminjam trus merasa dinafkahi. Sering terjadi seperti ini ya, orang-orang meminjam tanpa mengukur penghasilan. Untuk itu mas Gandan membagikan tipsnya:

  • Pahami Pinjaman Online akan menagihkan pelunasan, jadi lakukan perhitungan dengan baik, sesuaikan kondisi keuangan sebelum menentukan nominal pinjaman.
  • Baca kontrak perjanjian ketika pinjaman disetujui dan komitmen untuk melunasi tepat waktu.
  • Pilih layanan pinjaman online yang legal, yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa meskipun fintech lending yang sudah diawasi OJK itu aman, balik lagi ke diri sendiri untuk bijak mengelola pinjaman. Ukur kebutuhan dan kemampuan agar tak sampai menjerat.




Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Asuransi Prudential
Kunjungan Virtual ke Booth Asuransi Prudential di Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2021

Sejak tahun 2016 setiap bulan Oktober diperingati sebagai Bulan Inklusi Keuangan (BIK) dan telah menjadi agenda tahunan. Tahun ini BIK kembali diadakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tujuan diperingatinya Bulan Inklusi Keuangan untuk meningkatkan inklusi keuangan juga memberi edukasi literasi keuangan masyarakat Indonesia. Inklusi keuangan kita masih rendah. Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi Keuangan (SNLIK) OJK, indeks literasi keuangan Indonesia pada tahun 2019 mencapai 38,03% dan indeks inklusi keuangan mencapai 76,19 %. Dari angka ini terlihat belum sampai separuh masyarakat Indonesia yang belum memahami literasi keuangan, Maka dari itu Pemerintah mentargetkan tahun 2024 inklusi keuangan bisa mencapai 90%. Saya ikut mendoakan semoga target ini tercapai.

Dampak dari kurangnya literasi keuangan masih banyak masyarakat yang belum menyadari betapa pentingnya akses perbankan. Saya sendiri punya teman yang masih belum percaya dengan perbankan, belum pernah menabung sama sekali ke bank. Jadinya kalau transaksi suka ribet, nggak bisa transfer. Ujung-ujungnya numpang transfer pakai rekening orang lain. Kalau begini sih selain merepotkan diri sendiri juga orang lain. Ketakutan dan ketidak percayaan menabung di bank sebenarnya tidak beralasan khawatir uang hilang di bank, padahal menyimpan uang di rumah resiko nya juga cukup besar. Orang-orang seperti inilah yang harus mendapatkan edukasi keuangan.


Inklusi Keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuihan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Peraturan OJK No. 76/POJK.07/2026 tahun 2016)


Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2021

Tahun ini BIK diselenggarakan secara virtual oleh OJK mengingat Indonesia masih belum kondusif dari pandemi.  Pameran virtual Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2021 sekaligus memperingati Hari Asuransi dengan tema “Literasi Asuransi untuk Negeri, Kenali-Pahami-Miliki”. FinExpo 2021 secara tidak langsung menjadi kampanye literasi yang masif dengan melibatkan masyarakat. 

Seru sekali pameran virtual FinExpo BIK 2021, setelah registrasi menjadi pengunjung di https://www.finexpo-bik2021.id saya langsung menuju booth asuransi dan mencari tau lebih banyak produk-produk asuransi, manfaat asuransi, tip-tip mengelola keuangan, webinar tentang keuangan, bahkan bisa dapat doorprize juga. 

Asuransi Prudential
Financial Expo Bulan Inklusi Keuangan 2021


Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) bersama dengan regulator serta pemangku kepentingan lainnya dalam keuangan non bank (IKNB) berkomitmen bersama dalam gelaran FinExpo BIK 2021 yang berlangsung tanggal 18 Oktober hingga 2 November 2021. AAJI dan anggotanya dari perusahaan asuransi jiwa dan reasuransi secara aktif melakukan edukasi keuangan dan asuransi secara daring di FinExpo BIK 2021. Kenapa selain keuangan, asuransi juga harus di literasi? Faktanya saat ini baru sekitar 6,5% penduduk Indonesia yang memiliki perlindungan asuransi jiwa. 

Asuransi jiwa merupakan cara efektif mengatur keuangan di masa depan alias keuangan jangka panjang. Selama pandemi kita semua bisa merasakan betapa efeknya benar-benar membuat hidup dalam ketidakpastian. Kehilangan pekerjaan, usaha mengalami kebangkrutan, sakit, meninggal, tidak da yang bisa memprediksi apa yang bakal terjadi di depan. Disinilah pentingnya asuransi jiwa untuk melindungi keluarga tercinta dari berbagai resiko di masa depan.

Makanya kampanye literasi keuangan dan asuransi ini menyasar generasi millennial, karena generasi ini adalah generasi penerus yang peranannya cukup besar dalam mendukung perekonomian bangsa.


Dapat Oleh-Oleh dari Kunjungan Virtual ke Booth Asuransi Prudential di FinExpo BIK 2021

Saya senang sekali berkunjung ke booth Prudential di FinExpo BIK 2021. Begitu masuk mata saya tertuju ke video yang berisikan paparan Merry Riana mengenai tip-tip berasuransi dan mengelola keuangan. Semakin penasaran, saya juga mengexplore produk-produk asuransi Prudential. 

Banyak pilihan produk asuransi Prudential yang bisa kita pilih dan disesuaikan dengan kebutuhan dan budget. Ada produk asuransi konvensional dan ada produk asuransi jiwa syariah. Pas banget, saya lagi pengen tau banyak mengenai asuransi jiwa syariah. 

Asuransi Prudential
Banyak pilihan produk asuransi yang ditawarkan oleh Prudential


Asuransi Jiwa Syariah yang ditawarkan oleh Prudential pun banyak pilihan, mulai dari proteksi kesehatan, pendidikan, kecelakaan, dll. Lagi-lagi tinggal disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan membayar premi tiap bulannya, jangan sampai terputus di tengah jalan.

Saya serasa dapat oleh-oleh setelah mengunjungi booth asuransi Prudential. Banyak insight yang saya dapatkan mulai dari perbedaan dari asuransi konvensional dan asuransi syariah, kemudian jadi semakin semangat untuk mengatur keuangan dengan benar. Persiapan itu penting, untuk memitigasi resiko yang bisa saja terjadi kapan saja dan dimana saja. 




Share
Tweet
Pin
Share
25 Comments

Dampak pandemi Covid-19 benar-benar menyentuh seluruh sendi kehidupan. Tak hanya mental, fisik, tapi juga financial. Secara mental tentu saja menyerang psikologis.

Aktivitas sehari-hari seperti kerja, sekolah, dll, yang biasanya dilakukan rutin secara normal tiba-tiba harus dihadapkan dengan bencana berupa pandemi yang dirasakan semua orang di seluruh dunia. Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus mengikuti protokol kesehatan baik itu PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh), work from home, dan apapun itu yang berkaitan protokol kesehatan. Alhasil kesehatan mental mulai terganggu. Rasa cemas, panik, bosan, kecewa, takut, stres, juga marah mulai dirasakan. Bayangkan saja beraktivitas dalam kehidupan normal menjadi terbalik menjadi tak normal. 


Mental Health
Kembali pada filososfi stoicism sebuah filsafat Yunani kuno yang mengajarkan tentang bagaimana agar kita tetap stoic dalam kehidupan yang dinamis dan penuh kejutan. Pandemi ini mau nggak mau kita tanya lagi diri sendiri "kamu bisa apa, bisa melakukan apa?"


Yang saya paparkan di atas masih dampak kepada mental. Kesehatan mental terganggu akan berdampak pula pada kesehatan fisik. Sementara di tengah pandemi stamina harus tetap terjaga agar tak mudah sakit. Ditambah lagi dampak sakitnya finacial. Tentunya kita wajib bersyukur terutama teman-teman yang masih punya solusi work from home dari kantor tempat teman-teman bekerja. Tidak semua orang mendapatkan keberuntungan yang sama. Banyak teman, saudara, juga kerabat yang harus di rumahkan atau di-PHK. Benar-benar holistik sakitnya. Harus menanggung sakit mental, fisik, dan financial. 


Tapi obat dari semua sakit adalah semangat. Mental, fisik, dan financial, memang saling terkoneksi. Kita nggak boleh berdiam diri, harus ada ide kreatif memulai usaha kecil-kecilan untuk menambah pemasukan. Gimana dong modalnya kalau mau buat usaha atau bisnis kecil-kecilan? Pertanyaan seperti ini pasti muncul kalau kita tak punya modal untuk memulai. 


Di tulisan ini saya akan share tips untuk memulai usaha, yang tentunya ala saya sesuai pengalaman saya pribadi yang juga terdampak pandemi. 

Tips Menambah Cuan

Saat ini meski ditengah pandemi kebutuhan semua orang juga meningkat. Misalnya untuk menerapkan protokol kesehatan kebutuhan akan masker, hand sanitizer, vitamin, sayur, buah, dll. Semua orang pengin sehat. Nah, di sinilah kesempatan kita untuk mencari peluang. 


Memulai Usaha dengan Keahlian atau Hobi yang dimiliki

Coba deh digali-gali lagi kalian punya keahlian atau hobi apa. Menjahit? Teman-teman bisa menjahit masker yang lagi banyak dibutuhkan orang, karena memakai masker sudah menjadi kewajiban. Bisa baking atau bikin kue? Pas banget, saat ini banyak orang di rumah saja nggak bisa beli kue atau makanan kesukaan keluar rumah. Kalian bisa manfaatkan jualan kue online, bisa dimulai dengan menawarkan dagangan kue ke saudara atau teman-teman. Manfaat teknologi digital untuk menjual dagangan, bisa melalui sosial media yang teman-teman miliki atau pun melalui WhatsApp dan Telegram. 


Menjadi Reseller

Kalau teman-teman nggak punya keahlian khusus, bisa loh jadi reseller. Peluang untuk jadi reseller sangat terbuka karena banyak para UKM yang membuka kesempatan untuk itu. Dengan menjadi reseller kita bisa mendapatkan komisi sesuai kesepakatan dengan pemilik usaha. 


Menjadi Admin Sosial Media UKM

Para pelaku usaha saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan produk mereka di sosial media. Karena sosial media merupakan salah satu media promosi yang menjanjikan mengingat sebagian besar masyarakat saat ini pengguna internet dan sering bersosialisasi melalui sosial media. Kalian yang juga hobi bermain sosmed dan bersosialisasi di sosmed bisa mengajukan diri ke para pelaku UKM yang membutuhkan jasa admin untuk mengelola sosial media mereka. 


Tips menambah cuan
Tips Nambah Cuan


Itu tadi tiga tips untuk mencari tambahan penghasilan ditengah pandemi. Saya sendiri sudah memulai usaha kecil-kecilan dari rumah, berkat keahlian yang pernah diajarkan ibu saya. 


Bagi teman-teman yang pengin memulai usaha tapi nggak punya modal sama sekali, kalian bisa mencoba dengan mengajukan pinjaman modal usaha ke bank, atau pinjol (pinjaman online). Tapi nggak punya surat berharga yang bisa dijadikan jaminan, gimana dong? Nah, kalau kalian butuh dana cepat kalian bisa mengandalkan pinjaman online seperti Tunaiku.


Tunaiku Pinjaman Online Terbaik

Tunaiku merupakan salah satu situs pinjaman online pertama di Indonesia dan sudah berdiri sejak tahun 2014. Tunaiku ini merupakan salah satu produk dari Amar Bank, salah satu institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang sudah beroperasi pada tahun 1991. Selain di bawah naungan bank resmi, Tunaiku dan Amar Bank juga berdiri di bawah bendera perusahaan multinasional yaitu Tolaram Group. Karena berada di bawah naungan bank, KTA online di Tunaiku aman terpercaya dan kemudahannya.


Tunaiku berbeda dengan Fintech dan KTA konvensional. Tunaiku berdiri di bawah naungan institusi finansial berbentuk bank resmi di Indonesia yang terdaftar dan diawasi oleh OJK sehingga dari segi keamanan data nasabah tidak perlu diragukan lagi karena Tunaiku berusaha sebaik mungkin untuk melindungi data nasabah. 

Aplikasi Tunaiku 

Fasilitas tenor yang diberikan oleh Tunaiku juga sangat panjang yaitu maksimum 20 bulan dengan limit hingga 20 juta rupiah, berbeda dengan situs fintech yang lebih banyak memberikan limit kecil dan tenor pendek. Oh ya, proses pengajuan KTA syaratnya hanya memerlukan KTP dan pengisian formulir. 


Nah, teman-teman yang butuh dana tunai untuk kebutuhan modal usaha tanpa jaminan langsung cair, bisa mencoba untuk meminjam dana melaui aplikasi Tunaiku loh. Selamat memulai usaha dan menambah cuan ya kalian!






Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Guys, setuju nggak kalau saya bilang teknologi digital berdampak perubahan yang besar dalam hidup kita? Mulai dari perubahan cara bersosialisasi, jual beli, tabungan online, dan masih banyak lagi.  Tak ayal lagi dalam kehidupan sehari-hari kita pun mengandalkan teknologi digital. Belanja sayur, pesan makanan, butuh obat, massage, bersih-bersih rumah, semuanya mengandalkan aplikasi. Yang pasti dampak positifnya meringankan pekerjaan rumah juga segala sesuatunya jadi lebih praktis. 

Yang bikin saya happy tuh saat ini buka tabungan juga bisa online tanpa harus ke bank. Soalnya pernah punya pengalaman pahit buka tabungan di bank sebelum teknologi secanggih sekarang ini. Ngantri berjam-jam di bank konvensional, ditanya surat keterangan kerja, surat domisili, tanda tangan dampai puluhan kali ngulang dan hasilnya nggak dibolehin buka tabungan karena tanda tangan nggak persis KTP garisnya. Kezell banget! Udah ngantrinya lama, pulangnya kecewa. 

Makanya saya merasa beruntung ikut merasakan perkembangan teknologi sekarang. Nggak ribet ngantri, nggak repot minta surat keterangan ini itu, nggak heboh tanda tangan puluhan kali, dan punya tabungan pun nggak repot pula bolak-balik ATM buat ngecek saldo. Teman-teman mungkin pernah punya pengalaman yang bikin ngelus dada kayak saya. Tenang, sekarang semua lebih mudah dan praktis. Nabung online aja di Sobatku. Teman-teman belum pernah dengar Sobatku? Oke, saya jelasin yak. 

Apa Itu Sobatku? 

Sobatku (Simpanan Online Sahabatku) adalah tabungan online berbasis aplikasi dari KSP Sahabat Mitra Sejati. Institusi keuangan yang dipimpin oleh pengurus profesional, terpercaya serta didukung penuh oleh Bank Sahabat Sampoerna. Diluncurkan sejak Juli 2017 bersamaan dengan Hari Koperasi Nasional di Kota Makassar.

Aplikasi Sobatku 

Mau Tau Benefit Sobatku? Ini dia benefitnya:
  1. Buka Rekening tabungan cukup dengan smartphone, tanpa harus ke Kantor Bank
  2. Nomor Hp menjadi Nomor Rekening
  3. Nabung/ Tarik tunai via Loket Sahabat di Alfamart seluruh Indonesia.
  4. TANPA Biaya Bulanan dan tanpa biaya administrasi.
  5. Transaksi bayar dan beli lebih mudah dan murah.
  6. Nabung Aman dengan Bunga Menarik.
  7. Serunya lagi nih nabung di SOBATKU bisa ikutan UNDIAN TOTAL MILYARAN RUPIAH diundi setiap bulan sepanjang  tahun, Grand Prize setiap 3 (tiga) bulanan undian 100 Juta dan 4 Paket Umroh. Pajak ditanggung SOBATKU.
Nah, ngomongin nabung bisa ikut undian beberapa waktu lalu tepatnya tanggal 24 Januari 2020 diadakan pengumuman pemenang undian 100 juta dan 4 paket umroh di Sampoerna Strategic Square, Jakarta. Selain bagi-bagi hadiah, acara ini juga sebagai ajang silaturahmi Kumpul Sahabat Member KSP Sahabat Mitra Sejati. Tambah seru lagi diakhir acara semua yang hadir dihibur oleh performance-nya Adera. Kebayangkan keseruannya.

Performance Adera saat event Undian Sobatku di Sampoerna Strategic Square 

Kumpul Sahabat Member KSP Sahabat Mitra Sejati adalah kegiatan rutin yang diadakan sebagai ajang silaturahmi dan berkumpul para Anggota KSP Sahabat Mitra Sejati. Kegiatan ini diadakan setiap bulan bersamaan dengan acara undian bulanan dan setiap tiga bulanan pada saat undian Grand Prize.

Semua Orang Bisa Jadi Jutawan

Hingga saat ini, Sobatku sudah memiliki ribuan pengguna aktif dengan total dana tabungan mencapai milyaran rupiah. Kita juga bisa jadi jutawan seperti mereka yang sudah mendapatkannya. Caranya juga gampang, cukup registrasi saja di Sobatku. Berikut cara registrasi di Sobatku: 
  1. Download Aplikasi Sobatku di Play Store/App Store
  2. Klik “Daftar” pada Aplikasi Sobatku 
  3. Lengkapi data sesuai KTP dan pastikan foto selfie bersama KTP jelas dan terbaca
  4. Tunggu proses verifikasi identitas dan sistem di dukcapil
  5. Teman-teman akan mendapatkan notifikasi melalui email dan SMS bahwa akun telah aktif. Teman-teman bisa langsung nabung dan menikmati banyak benefit dari Sobatku 

Undian Paket Umroh di Sampoerna Strategic Square 

Selanjutnya untuk bisa menikmati segala layanan di Aplikasi Sobatku, teman-teman juga harus terdaftar dan aktif sebagai Member KSP Sahabat Mitra Sejati.  Caranya mudah banget. 
  • Pada saat teman-teman login di aplikasi Sobatku, disitu ada fitur KSP SMS Membership. Klik fitur tersebut
  • Klik “DAFTAR KSP SMS MEMBERSHIP”
  • Klik tick mark konfirmasi telah membaca syarat dan ketentuan Anggota KSP Sahabat Mitra Sejati / KSP SMS Membership
  • Upload foto tanda tangan basah yang telah disiapkan terlebih dahulu di kertas. Klik LANJUTKAN
  • Klik OK sebagai konfirmasi pendebetan untuk Simpanan Pokok Rp 10.000,- dan Simpanan Wajib Rp 5.000,- (Pastikan teman-teman memiliki saldo minimal Rp 15.000,- agar proses registasi berjalan lancar)
  • Selanjutnya teman-teman akan menerima kode OTP yang dikirim ke No HP. Masukan OTP tersebut lalu Klik OK.
  • Teman-teman akan mendapat notifikasi: “Selamat! Kamu sudah terdaftar KSP SMS Membership.
  • Daftar Member KSP SMS selesai, Teman-teman dapat melihat NOMOR MEMBERSHIP di Menu Home Page Sobatku

Gampang kan kalau mau jadi Member KSP SMS. Banyak teman, banyak benefit pula, ditambah lagi punya kesempatan dapat undian. 

Undian Sobatku disaksikan langsung oleh pejabat berwenang

By the way saya ingat banget liat orang yang berdompet tebal dianggap berduit, sekarang anggapan seperti itu udah nggak berlaku lagi karena zaman now bawa duit cukup di smartphone udah bisa buat bayar dan beli, yang pasti mudah kalau ingin melakukan transaksi. 

Eh tapi Sobatku beda loh ya dengan e-wallet. Kalau Sobatku aplikasi yang digunakan untuk menabung dan dilengkapi dengan fitur pembayaran serta transaksi digital untuk kebutuhan sehari-hari, Sobatku ini lebih mengarahkan pengguna untuk terus menabung. Sedangkan e-wallet itu produk yang digunakan sebagai dompet elektronik untuk menggantikan semua metode pembayaran dan mengarahkan penggunanya untuk bertransaksi. 

Kalian mau jadi jutawan juga kan guys. Cuss, buruan nabung di Sobatku. Info lengkap mengenai Sobatku bisa lihat di website dan sosial media Sobatku ya. 

Website: www.sobatku.co.id
Facebook: SobatkuID
Instagram: Sobatku_ID
Twitter: @sobatkuid







Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Mengapa kita perlu mengelola keuangan? Pertanyaan ini sontak membuat saya nggak bisa berkata-kata. Kalau saya jawab 'Yes' kenyataannya nggak begitu terkelola dengan baik, kalau saya bilang 'No' saya merasa sudah berusaha membenahinya dengan baik. So, apa dong yang menjadi parameter kalau keuangan keluarga sudah kita kelola dengan baik? 

Pas banget nih akhir Agustus lalu saya mengikuti Gathering Visa di RPTRA Ciganjur Berseri dengan tema Bijak Kelola Keuangan, Kunci Keluarga dan Masa Depan Sejahtera. Acara ini menghadirkan narasumber Prita Hapsari Ghozi, Financial Educator dan Gladies Rahman, Womenpreneur, juga dihadiri oleh ibu-ibu pengurus PKK dan dari HIMPAUDI (Himpunan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini). Gathering Visa kali ini merupakan bagian dari kampanye #IbuBerbagiBijak yang diadakan oleh Visa Indonesia. Dan tahun ini adalah tahun kedua. Well, sebelum saya bahas mengenai kiat mengelola keuangan yang dipaparkan Prita Ghozi, saya akan menginformasikan terlebih dahulu apa itu #IbuBerbagiBijak.



Kampanye #IbuBerbagiBijak

Adhe Hapsari, Head of Corporate Communication PT Visa Indonesia dalam sambutannya mengatakan kalau kampanye #IbuBerbagiBijak adalah kampanye yang diadakan oleh perusahaan teknologi pembayaran terdepan yakni Visa. Program ini adalah program literasi keuangan yang digelar dengan tujuan mengedukasi dan mendorong para perempuan untuk berbagi pengetahuan seputar literasi keuangan. Program yang telah berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini telah menjangkau lebih dari 200.000 perempuan di seluruh Indonesia.

Literasi keuangan adalah tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai lembaga keuangan formal, produk dan jasa keuangan. Termasuk di sini adalah fitur, manfaat dan risiko, biaya, serta hak dan kewajiban dari produk dan jasa keuangan tersebut. (sumber: Strategi Nasional Keuangan Inklusif)

Kenapa program literasi keuangan ini menyasar perempuan? Tenyata menurut  hasil Survey Nasional OJK 2016 menunjukkan bahwa literasi dan inklusi keuangan perempuan di Indonesia masih rendah, yaitu sebesar 25,5 persen dan 66,2 persen atau lebih rendah dibandingkan tingkat literasi dan inklusi keuangan laki-laki yaitu sebesar 33,2 persen dan 69,6 persen.


Adhe Hapsari
Padahal di keluarga peranan perempuan lah yang 75 persen mengelola keuangan keluarga. Berdasarkan latar belakang ini lah Visa berinisiatif mengadakan program literasi keuangan untuk para perempuan. Tahun ini Visa bersama dengan OJK dan BI ingin mengasah lebih banyak lagi perempuan Indonesia terutama para ibu agar mereka bijak mengelola keuangan dan membenahi keuangan keluarga, dan kemudian diharapkan kedepannya mereka bisa berbagi pengetahuan kepada anggota keluarga dan lingkungan.

Dengan adanya kampanye #IbuBerbagiBijak di Indonesia semoga para perempuan Indonesia meningkat kesadarannya akan pentingnya pengelolaan keuangan yang bijak demi masa depan Indonesia yang lebih baik.



Kiat Mengelola Keuangan Keluarga

Kenapa para perempuan dituntut bijak mengelola keuangan? Karena seperti kita ketahui perempuan adalah Menteri Keuangan di keluarga. Harus bisa membagi-bagi pengeluaran dari penghasilan yang didapat, bayar uang anak sekolah, jajan anak, bayar listrik, belanja bulanan, dsb. Menurut Prita Ghozi ada tiga tahap mencapai keuangan ideal.

Financial Check Up

Kalau kita ingin tahu kita sehat atau sakit biasanya kita ngapain sih? Check up kan ya. Nah begitu juga dalam hal keuangan. Kita harus cek dompet kita, bagaimana kondisinya. Finacial Check Up adalah proses kita menyimpan, menimbang, dan mengukur isi dompet kita seperti apa. Kita harus punya buku catatan keuangan seperti halnya punya buku catatan kesehatan anak. Setelah itu baru kita tahu bagaimana kondisi dompet kita sebenarnya. Hasilnya akan diketahui apakah kondisi dompet kita sehat atau sakit. "Nggak masalah sih dompetnya robek-robek asal jangan saldonya yang robek", ujar Prita.

Mengelola Arus Kas

Jangan pernah mengelola uang tanpa tahu kondisi dompet kita sehat atau sakit. Harus tahu terlebih dahulu kondisinya baru bisa mengelola. Kenapa? Karena dompet yang sehat akan berbeda pengelolaannya dengan dompet yang masih sakit. 

Merencanakan Keuangan

Setelah kita tahu kondisi keuangan baru deh kita bisa mengelola keuangan. 

Prita Hapsari Ghozie
Moms, tabungan kita bukan dinilai dari banyaknya anak yang kita punya ya. Tapi seberapa besar rencana yang kita inginkan. Begitu juga dengan pengeluaran, kita jugalah yang menentukan. Kalau dapat uang sisihkan untuk yang wajib-wajib terlebih dahulu seperti zakat, cicilan, dll. Semakin kecil cicilan pinjaman, maka biaya hidup akan semakin besar. Biaya hidup kita sebaiknya maksimal 50 persen dari penghasilan kita. 

Para moms pasti rajin kan nyelipin uang di dompet. Alasannya untuk biaya tak terduga. Banyak hal yang kita bilang biaya tak terduga padahal itu sesuatu yang bisa kita duga. Nah, dana darurat ciri-cirinya  tak terduga nya itu adalah musibah, misalnya tiba-tiba sakit. Menurut Prita kita harus memiliki dana darurat sebesar 3x pengeluaran rutin kita. Jadi kalau misalnya pengeluaran rutin kita 1 juta maka dana daruratnya harus 3 juta.


Cara Menentukan Pengeluaran 

Tabungan penting untuk berbagai rencana yang kita inginkan. Disiplin kita harus kita bangun, saat kita dapat uang tunai langkah pertama kita ke bank dan setor. Jangan sekali-kali memegang uang tunai di rumah, percayalah dalam tiga hari langsung habis. Gaji kita berapapun kalau kita tidak mengelola dengan baik maka sampai kapanpun kita akan merasa kekurangan. Tapi soal pengeluaran kita lah yang menentukan sendiri. Bagaimana caranya?


1. Zakat

Kalau dapat uang yang pertama dilakukan adalah menyisihkannya untuk sosial

2. Assurance

Kalau ngomongin assurance banyak orang menyebutnya asuransi padahal asuransi adalah insurance. Assurance sendiri adalah jaminan, kita harus punya darurat dan jaminan kesehatan.

3. Present Consumption

Present consumption maksudnya kita harus punya uang untuk hidup bulan ini.

4. Future Spending

Tabung dulu baru beli, bukan beli dulu baru nyicil karena akan jadi sumber masalah. 

5. Investasi

Investasi itu penting sekali. Untuk pembagiannya adalah 15 persen dari gaji.



Gladies Rahman owner Dapur Gladies juga turut sharing bagaimana cara mengelola keuangan sebagai istri sekaligus pemilik usaha. Gladies benar-benar konsisten dalam mengelola keuangan, seperti memisahkan rekening pribadi dan rekening usaha. Apalagi sekarang Dapur Gladies sudah memiliki cabang, jadi harus benar-benar disiplin soal memanage keuangan.

Kesimpulan yang bisa saya ambil dari paparan Prita dan Gladies adalah dalam mengelola keuangan kita harus konsisten dan disiplin. Kalau kita berhasil disiplin dalam mengelola keuangan, maka anak akan meniru kita karena secara tidak langsung anak kita sudah belajar literasi keuangan sejak kecil. Nantinya kalau anak kita sudah besar dan memiliki penghasilan sendiri, maka anak kita sudah terbiasa mengelola keuangan.

Yuk moms, mulai sekarang kita cek dulu kesehatan kantong kita sehat atau enggak biar kita bisa mulai mengelola keuangan keluarga. Tips mengelola keuangan lainnya moms bisa kunjungi instagram @ibuberbagibijak.


Share
Tweet
Pin
Share
10 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (7)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (1)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates