Tetra Pak Index 2017: Konsumen dan Brand Saling Terhubung Secara Digital

B icara digital nggak akan ada habisnya, secara era digital memang lagi berkembang pesat saat ini. Terutama untuk para brand yang ingin ...


Bicara digital nggak akan ada habisnya, secara era digital memang lagi berkembang pesat saat ini. Terutama untuk para brand yang ingin keberlangsungan bisnisnya tetap bertahan dan konsisten. Kalau tidak siap dengan segala perubahan yakin deh bisnis jadi nyungsep. Jadi brand nggak hanya aktif di market tradisional saja, tapi juga harus aktif di market digital seperti website dan aktif di sosial media agar tetap terhubung dengan konsumen. Sebenarnya agak berat nih bahasannya hehe, ngomongin market-nya brand dan pelaku usaha. Eh, tapi ini penting banget berkaitan dengan digital marketing. Sebenarnya sih ini karena kehadiran saya di Tetra Pak Index 2017 yang diadakan Tetra Pak 20 September 2017 beberapa hari lalu. Tetra Pak Index 2017 merupakan edisi ke 10 yang diluncurkan pertengahan September secara global. Temuan ini berisikan informasi trend global dan juga kemungkinan peluang di masa depan bagi industri makanan.

Teman-teman pasti sudah pada tahu apa itu Tetra Pak. Yups,  Tetra Pak adalah perusahaan global terkemuka yang bergerak dibidang pemrosesan dan pengemasan makanan dan minuman. Bermitra erat dengan pelaggan dan pemasok, Tetra Pak menyediakan produk yang aman, inovatif, dan berwawasan lingkungan yang setiap hari digunakan untuk memenuhi kebutuhan ratusan juta orang di lebih dari 170 juta negara di dunia. Dengan moto "Melindungi yang Baik" Tetra Pak juga berkomitmen untuk menghadirkan makanan dan minuman yang aman dan tersedia dimanapun juga.

Gabriel Angriany selaku Communications Manager Tetra Pak Indonesia memberikan pemaparannya mengenai Tetra Pak Index 2017. Menurut mbak Gaby setiap tahun Tetra Pak mengeluarkan index yang judul dan temanya selalu berganti-ganti, kurang lebih merupakan insight mengenai apa sih yang sedang terjadi di market dan bagaimana cara Tetra Pak meraih kesuksesan terutama untuk brand food & beverage. Contohnya, Tetra Pak pernah mengeluarkan index mengenai dairy yaitu susu dan produk-produk sejenis yang mengandung susu. Tetra Pak juga pernah mengeluarkan index mengenai juice, jadi bagi pemain F & B di bidang juice Tetra Pak memberitahu bagaimana sebaiknya dan jenis-jenis juice apa yang sedang trend dan bagaimana cara penetrasi pasarnya.


Tetra Pak Index 2017 Mengambil Tema Connected Consumer

Tetra Pak Index 2017 mengambil tema sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tetra Pak mengambil tema Connected Consumer. Tema ini lebih kepada koneksi yang terjadi secara online, bagaimana consumer terkoneksi antar yang satu dengan yang lain maupun dengan brand secar online. Nah, benefit apa nih yang bisa didapatkan oleh para pemain F & B bisa kita lihat dari hasil temuan Tetra Pak Index 2017.  Menurut temuan Tetra Pak Index 2017, di dunia ini ada sekitar 3,6 milyar connected consumer. Siapa saja yang di maksud dengan connected customer tersebut? Mereka adalah orang-orang yang melakukan pembelian dan berdear di dunia digital, bukan hanya di sosial media saja tapi di semua platform digital. Bisa dikatakan sekitar stengah dari penduduk dunia, mereka sudah terkoneksi satu dengan yang lain. Consumer ini biasanya punya perilaku yang cukup spesifik, misalnya rata-rata menghabiskan waktu online skitar 4 jam.

Di Indonesia untuk sosial media sangat pesat pertumbuhannya. Bahkan kalau consumer sudah mampir ke platform penjualan bisa menghabiskan waktu sampai berjam-jam lamanya, dan ini sebenarnya tanpa disadari. Sekitar 58 persen dari consumer ingin terkoneksi langsung dengan brand. Orang-orang ini bukan sekadar yang banyak jumlah followernya, bukan sekadar influencer, selebgram, tapi memang benar-benar ingin terkoneksi dengan brand saja. Misalnya kita pernah lihat kan postingan seseorang sedang memakai sepatu dengan merek cukup tekenal, kemudian orang tersebut mention brand nya hanya sekadar ingin mengatakan thank you atau this is very good atau apalah. Inilah yang dimaksud ingin terkoneksi langsung dengan brand, dan harapannya orang tersebut mendapatkan balasan balik dari brand yang di mention nya.


Connected Consumer atau orang-orang yang terkoneksi di dunia maya ini ketika melakukan aktivitas atau melakukan kegiatan pembelian, mereka sangat percaya dengan apa yang dikatakan oleh teman atau keluarga, juga hasil review. Hasil temuan sekarang para consumer ini lebih percaya kepada independence review yang dilakukan sesama mereka yang seperti mereka juga.  Connected consumer terbagi menjadi consumer yang cuma sekali online, observer, dan super leader. Super leader ini lah yang menjadi target market saat ini. Super leader hanya diteui sekitar 7 persen dari 3,6 milyar consumer yang terkoneksi online atau sekitar 250 juta orang. Super leader adalah orang-orang yang sering menulis review-review mengenai merek, sering beli sesuatu dan mention ke brand nya, dan suka atau tidak suka denga barang yang dibeli akan ditulis di review tanpa malu-malu dan berharap brand yang dimaksud melakukan klarifikasi. Biasanya super leader ini tidak dibayar karena sifatnya independen, beda dengan endorser.

Kalau zaman dulu kita beli susu kemudian kita konsumsi dan habis, kita tidak pernah memberi tanggapan apapun. Mungkin jaman itu kita nggak pernah terpikirkan sama sekali untuk menanggapinya. Kalau cocok ya dikonsumsi kalau nggak cocok nggak dibeli lagi, ini bentuk nya linear. Kalau sekarang bentuknya lebih kepada networking. Ketika seseorang membeli barang, pada umumnya kita akan mencari hasil review terlebih dahulu.

sumber: website Tetra Pak
Sekarang sosial media memegang peranan penting. Orang lebih senang belanja online ketimbang belanja di mall, baik itu di web nya brand atau di sosial media seperti instagram. Mereka menganggap belanja online itu lebih banyak pilihan dan banyak varian juga yang ditawarkan brand dari pada retailer. Bahkan banyak juga merek-merek yang memang khusus di jual online saja. Selain sosmed, yang berkembang pesat saat ini adalah ecommerce. Banyak kemudahan dan promosi yang ditawarkan oleh ecommerce. Salah satunya ada ecommerce yang menawarkan gratis ongkir.

Pada tahun 2021 nanti diperkirakan sekitar 10 persen pembelanjaan menggunakan delivery itu akan dilakukan secara online. Disini brand dituntut untuk punya konsistensi keberadaan. Mungkin selama ini ada brand yang cuma berjualan di traditional market sekarang brand harus mulai ada di online. Ketika brand sudah berada di online, bentuk nya harus konsisten dengan di traditional market. Packaging juga sangat berpengaruh kalau jualan online. Misalnya saat orang mencari produk susu yang ditampilkan buka nproduk susu saat dibuka, tapi yang dilihat adalah packaging nya. Dari packaging orang sudah bisa membuat orang tertarik dan menyimpulkan rasanya enak.

Tetra Pak juga berinovasi menyesuaikan dengan perkembangan digital. Saat ini Tetra Paksudah menggunakan AR (Augmented Reality). AR ini berbeda dengan VR (Video Reality). Kalau AR menggabungkan virtual dengan kenyataan. Misalnya setelah kita download aplikasi melalui smartphone kita, kita bisa melihat model packaging yang bisa berubah-ubah dan berbeda-beda gambarnya. Jadi, packaging sudah harus dibuat sangat menarik. Tetra Pak lebih banyak menggunakan printed digital. Brand-brand saat ini seharusnya lebih personalize dan custom. Sekarang handphone is the king. Melalui handphone orang sudah bisa memberikan komen mengenai produk yang dibelinya, dan rata-rata memang dilakukan melalui mobile.

Tetra Pak Packaging



Connected Consumer dan Inovasi Digital

Connected consumer mengacu kepada 3 sumber ketika mereka melakukan pembelian, yakni:

1. Website dari brand itu sendiri.  Disini pemain F & B harus memperkuat website nya dan informasi yang diberikan harus valid.
2. Melihat sosial media dari pemegang merek. Pemain F & B harus memperhatikan kehadiran para consumer ini di sosmed dengan konten yang lebih ke arah pull bukan push, jadi lebih kepada user generatif content, atau orang-orang yang membeli merek itu sendiri.
3. Review di paltform-platform belanja yang sedang mereka buka.

Umumnya ketiga sumber diatas yang sering dibuka oleh consumer. Untuk itu brand harus berinovasi. Konsistensi lebih krusial di semua platform bukan hanya di market tradisional saja. Pemegang merek harus memperhatikan keberadaan mereka di ecommerce. Sekarang didunia ini semuanya berinovasi ke arah digital. Sales berubah, transaksi berubah, pasar juga berubah. Mau kita ikuti perubahan tersebut atau enggak tetap saja berubah. Jadi sayang kalau kita nggak catch up dengan perubahan terutama bagi pemegang merek, dan ini berlaku bagi semua pelaku usaha. Bisnis sudah berubah sekarang. Coba kita tengok dulu toko CD banyak, sekarang sudah pada tutup karena orang lebih banyak mendengar musik lewat handphone. Begitu juga dengan majalah, orang lebih banyak baca berita secara online, semua serba online, jadi sebaiknya ikutilah perubahan.

Bagi pelaku usaha yang menggunakan packaging seperti pemain F & B jangan lupa memperhatikan soal yang satu ini. Packaging harus dibuat semenarik mungkin, karena pada dasarnya kalau orang belanja online pasti yang pertama kali dilihat adalah packaging nya terlebih dahulu, karena itu yang membuat calon pembeli senang. Kalau packaging nya jelek orang menilainya sudah keburu jelek. Jadi kesan pertamanya ada packaging. Karena itulah Tetra Pak selalu berinovasi dengan packaging nya. Kalau sebelumnya packaging Tetra Pak lebih banyak yang berbentuk kotak, sekarang sudah ada yang berbentuk prisma segi delapan, kemudian berinovasi lagi dengan menambahkan tutup pada kotak. Tetra Pak memang packagingnya selalu karton karena Tetra Pak punya tanggung jawab pada lingkungan, jadi tidak menggunakan bahan yang mengandung plastik.


Manfaat Digital Marketing Bagi Pelaku Usaha F & B

Berdasarkan data dari APJII (Asosiasi Pengusaha Jasa Internet Indonesia), pertumbuhan internet di Indonesia berkembang pesat. Berdasarkan data tahun 2014 pengguna internet ada sekitar 88 juta, dan dua tahun kemudian yaitu tahun 2016 pengguna internet sudah mencapai 132 juta, dalam dua tahun peningkatannya sekitar 50 juta. Peningkatan ini cukup besar. Dan rata-rata orang menggunakan internet menggunakan mobile desk bukan dengan desktop. Bisa dibilang hampir 98 persen orang menggunakan mobile untuk berinternet.

Bagaimana perilaku internet di Indonesia? Menurut Tuhu Nugraha seorang Digital Marketing Expert, paling banyak pengguna internet terutama sosial media adalah Indonesia. Kalau di Amerika Serikat orang lebih banyak menggunakan search engine ketimbang sosiall media. Makanya sosial media sangat gencar dan kuat di Indonesia. Orang lebih banyak mencari informasi produk lewat sosial media. Tapi ada juga orang yang tidak mau belanja online lewat sosial media karena takut. Ketakutan ini lebih kepada takut tertipu dalam hal pembayaran. Orang merasa masih ribet melakukan pembayaran via online, dan karena belum terbiasa.

Munculnya produk rumah tangga yang bisa dibeli online mulai dari makanan, minuman,dan bahan pokok, harus menjadi perhatian pelaku usaha untuk membuat packaging yang menarik. Generasi milenial sekarang lebih memilih packaging yang bagus, untuk itu kita harus paham dengan perilaku konsumen. Generasi milenial ini adalah generasi visual. Kalau visual tidak menarik maka pelaku usaha akan ketinggalan, sementara kebutuhan mereka adalah sosial media. Peluang digital marketing ini bukan hanya untuk pelaku ecommerce saja tapi untuk semua pelaku bisnis. Intnya packaging itu bisa menjadi representasi dari suatu produk. Inovasi itu penting.

kiri-kanan : Cynthia Tenggara, Tuhu Nugraha, Gabrielle Angriani



Bagi Berrykitchen(dot)com Packaging Itu Penting

Seperti kita ketahu kekurangan dari bisnis online adalah kita cuma bisa menikmati secara visual. Untuk itu di Berrykitchen packaging sangat penting ujar Cynthia Tenggara selaku owner of Berrykitchen(dot)com. Bahkan saking pentingnya setiap 2-3 bulan sekali packagingnya selalu berganti design. Dan setiap perayaan hari besar juga designnya disesuaikan. Misal saat memperingati Hari Kemerdekaan design packaging temanya tujuhbelasan, kemudian saat Natal designnya dibuat sesuai tema Natal. Memang selama ini yang sering di foto-foto sama konsumen ternyata memang packagingnya, kemudian di upload di sosial media.

Tips khusus dari Cynthia agar bisnis online bisa awet yang paling penting adalah keep in touch secara langsung dengan customer. Berrykitchen memposisikan diri sebagai person bukan brand. Makanya Berrykitchen selalu membuat komunikasi yang baik dengan customer, baik via chat maupun email. Dan saat membalas chat dan email dari customer pun dibalas secara personla bukan template. Ini lah yang membuat customer merasa diperlakukan spesial, karena memperlakukan mereka spesial mereka akan merekomendasikan Berrykitchen ke teman-temannya. Oke banget tipsnya wajib ditiru nih.




You Might Also Like

14 comments

  1. keren ya, memang di jaman digitital inovasi hrs terbarukan agar gak ketinggalan jaman

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak harus mengikuti selera pasar ya

      Delete
  2. dari produk tetra pack ini aku suka yogurt nya :D

    ReplyDelete
  3. Serba d beri kemudahan dn praktis tinggal pencet menunggu sebentar sdh Ada d depan mata Blum Coba pakai aplikasi berrykichen ini,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berrykitchen iya nih aku mau coba ke Tangerang ternyata belum bisa masih Jakarta dan sekitarnya,mungkin karena makanan harus fresh.

      Delete
  4. Packaging itu memang penting banget ya. Bukan cuma untuk kepraktisan dibawa atau diminumnya, tapi juga dari sisi desain yang menarik.
    Aku kok ngebayangin seru kalau sudah ada AR-nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih aku juga suka banget lihat kemasannya dulu kalau beli apapun, suka jatuh cinta pada pandangan pertama hehe

      Delete
  5. Dulu waktu masih kecil suka bingung kok tulisan Tetra Pak ini ada dimana-mana yaa..aihh, rupanya perusahaan kemasan yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha..sekarang udah nggak bingung lagi kan mbak

      Delete
  6. Wah, produk kemasan Tetra udah banyak banget ya mba. Dengan menggunakan printed.digital, hasilnya emang keren banget

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya apalagi kalo custom yang bisa disesuaikan temanya,keren ya :)

      Delete
  7. Saya juga suka kalau ada produk yang packagingnya bagus. Biasanya suka gampang terpengaruh untuk beli

    ReplyDelete
    Replies
    1. Packaging jadi kesan pertama ya mbak

      Delete