Trastuzumab Subkutan Formulasi Baru untuk Perawatan Kanker Payudara dari Roche

K anker payudara menjadi salah satu penyakit tidak menular yang sangat menakutkan bagi semua wanita di dunia termasuk saya. Penyakit in...


Kanker payudara menjadi salah satu penyakit tidak menular yang sangat menakutkan bagi semua wanita di dunia termasuk saya. Penyakit ini sangat mematikan kalau tidak segera diambil tindakan sejak dini. Ya, beberapa teman saya sudah berpulang karena kanker payudara. Masih banyak dari kita yang kurang aware atau telat mengetahui kalau dirinya mengidap kanker. Kanker payudara adalah keganasan pada sel-sel jaringan payudara yang ditandai dengan adanya benjolan atau penebalan kulit payudara. Kanker payudara bisa menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan tanpa pandang bulu. Untuk itu kita harus lebih peduli dengan cara deteksi dini. 

Meski kanker payudara bisa menyerang laki-laki tetapi perempuan lah yang paling banyak menderita kanker payudara di seluruh dunia. Setiap tahun diperkirakan terdapat 1,4 juta kasus kanker payudara baru di dunia dan lebih dari 450.000 perempuan diperkirakan meninggal dunia setiap tahunnya. Di Indonesia sendiri kanker payudara tercatat sebagai kanker tertinggi dengan tingkat kematian tertinggi diantara kanker lainnya. Menurut catatan medis Rumah Sakit Kanker Dharmais, hampir 85% pasien kanker payudara yang datang ke rumah sakit sudah dengan stadium lanjut. Padahal pada stadium lanjut sel-sel kanker telah menyebar ke organ tubuh lain, sehingga sulit untuk disembuhkan.

Saya sangat senang karena Rabu 11 Juli 2018 di  The Westin Hotel Kuningan, Jakarta Selatan kemarin bisa mengikuti penjelasan dari para dokter dan suster yang sangat kompeten dibidangnya mengenai kanker payudara, pencegahan kanker payudara sejak dini,  mengenai formulasi baru dari Roche yang kini hadir di Indonesia untuk perawatan kanker payudara HER2-positif yang sangat menghemat waktu.


Kanker Payudara HER2-positif

Salah satu jenis kanker payudara yang agresif adalah kanker payudara HER2-positif. Sekitar 1 dari 5 perempuan yang terdiagnosis dengan kanker payudara di seluruh dunia diketahui menderita HER2-positif yang agresif. HER2 (Human Epidermal Growth Receptor 2) adalah suatu protein yang diproduksi oleh gen tertentu yang memiliki potensi untuk menyebabkan kanker, biasanya banyak ditemukan pada permukaan sel-sel tumor.

Dr. dr. Nugroho Prayoga, SpPD-KHOM, Staf Medis, Sub Divisi Hematologi-Ontologi Medik RS Kanker Dharmais dan RSCM
Menurut Dr. Nugroho Prayoga saat memberikan penjelasan mengenai evolusi terapi kanker payudara, kalau kita pertama kali kena kanker payudara kita harus mendiagnosis terlebih dahulu jenis dan stadiumnya. Jika sel kanker hanya ditemukan di payudara dan dapat dioperasi, kanker tersebut tergolong masih stadium dini. Sedangkan istilah kanker payudara dengan stadium lanjut biasanya digunakan untuk kanker payudara yang sudah menyebar ke organ tubuh lain (metastasis) atau stadium lanjut secara lokal. Stadium lanjut lokal artinya sel kanker telah menyebar dari payudara ke daerah kulit atau dinding dada tapi belum ke organ tubuh yang lain. Kalau sudah diketahui jens dan stadiumnya barulah bisa dilakukan terapi HER2-positif.

Dr. Diah Ayu Puspandari Apt., M.Kes, KPMAK UGM, Direktur Pusat Kebijakan Pembiayaan dan Manajemen Asuransi Kesehatan (KPMAK) Fakultas Kedokteran UGM
Kanker juga memberi dampak sosio-ekonomi. Menurut Dr. Diah Ayu Puspandari pembiayaan kanker di Indonesia berdasarkan kajian tahun 2017 ternyata 50% pasien kanker mengalami financial catastrophe setahun setelah terdiagnosis kanker. Untungnya saat ini seiring dengan perkembangan teknologi sangat memungkinkan adanya terapi kanker payudara stadium lanjut untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Termasuk dengan hadirnya formulasi baru yang bisa menghemat waktu perawatan kanker payudara HER2-Positif dari Roche.



Trastuzumab Subkutan Formulasi Baru Perawatan Kanker Payudara HER-2

Trastuzumab adalah antibodi monoklonal yang dirancang untuk menargetkan dan menghentikan fungsi HER2. Cara kerja Trastuzumab cukup unik yakni mengaktivasi sistem kekebalan tubuh, menghentinyan sinyal dari HER2, dan menghancurkan sel-sel tumor. Trastuzumab dipasarkan oleh Genentech di Amerika Serikat, Chugai di Jepang, dan oleh Roche secara internasional. Sejak 1998, Trastuzumab telah digunakan untuk mengobati lebih dari 1,2 juta orang dengan kanker payudara jenis HER2-positif di seluruh dunia.

Roche Indonesia mengumumkan kalau Trastuzumab Subkutan saat ini sudah tersedia di Indonesia setelah mendapatkan persetujuan dari badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sejak 23 Mei 2018 lalu. Trastuzumab yang sebelumnya hanya tersedia dalam formulasi infus intravena. Formulasi ini memberikan dampak dalam meningkatkan tingkat kelangsungan hidup dan menurunkan risiko kekambuhan untuk perempuan yang menderita kanker payudara dini tertentu, juga memperbaiki kualitas dan tingkat hidup perempuan yang menderita kanker payudara stadium lanjut.

dr. Bimay Swarup

Dalam sambutannya dr. Binay Swarup, Country Medical Director Roche Indonesia mengatakan dengan disetujuinya Trastuzumab Subkutan masuk ke Indonesia oleh BPOM menjadi berita yang sangat baik untuk pasien kanker payudara. Karena dengan formulasi Trastuzumab Subkutan proses pemberian obat secara keseluruhuan menjadi lebih cepat karena pemberian obat yang jauh lebih singkat, menghemat sumber daya tenaga kesehatan, meningkatkan kapasitas penanganan pasien, dan menghemat biaya operasioanl rumah sakit.

Trastuzumab sebelumnya diberikan kepada pasien melalui infus, sekarang dengan Trastuzumab Subkutan diberikan melaui injeksi di bagian paha, jarumnya sangat kecil sehingga tidak menimbulkan nyeri, dan ini hanya bisa dilakukan oleh tenaga medis. Pemberian melalui injeksi hanya dilakukan selama 2-5 menit lebih hemat waktu dibanding dengan pemberian melalui infus yang bisa memakan waktu 30-90 menit, jadi pasien nggak perlu menunggu lama.

Zr. Musrini S.ST, Perawat RS Dr. Soetomo Surabaya

Zr. Musrini S.ST yang sudah menjadi suster selama 20 tahun di bidang onkologi mengatakan dengan adanya formulasi Trastuzumab Subkutan sangat membantu para perawat di onkologi dan penghematan biaya perawatan pasien. Sedangkan pasien juga bisa menikmati hidup tanpa berlama-lama di Rumah Sakit terbelenggu oleh infus.


Pasien Kanker Payudara Berada di Urutan Pertama di Rumah Sakit Kanker Dharmais

Pada kesempatan yang sama Prof. dr. H. Abdul Kadir selaku Dirut RS. Kanker Dharmais mengatakan kalau pasien dengan kanker payudara berada di urutan pertama di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Dari 800-1000 pasien yang berobat jalan di RS Kanker Dharmais, 420 diantaranya adalah pasien kanker payudara. Dan 78% nya adalah pasien BPJS sedangkan 22% nya pasien umum.


Prof. Dr. dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, Sp THT-KL(K), MARS, Direktur Utama RS Kanker Dharmais
Penanganan pada pasien kanker saat ini jauh lebih baik dibanding dengan 10 tahun yang lalu. Namun kadang pasien kurang disiplin dengan waktu, yang seharusnya jadwal terapi jam 12 siang mulai jam 6 pagi sudah ngantri. Jadi sering terjadi crowded pada antrian. Meskipun begitu  dr. H. Abdul Kadir berharap Rumah Sakit Kanker Dharmais bisa setara dengan standar Rumah Sakit di Asia Tenggara. Sebagai informasi pemberian Trastuzumab Subkutan saat ini baru bisa diberikan kepada pasien-pasien umum dan perusahaan,dan masih diajukan untuk masuk ke skema BPJS. 

Kanker memang meyeramkan ya! Yuk ah kita tingkatkan kepedulian untuk aware dengan area payudara untuk deteksi dini kanker payudara. Deteksi dini kanker payudara dapat kita lakukan dengan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dan SADANIS (Pemeriksaan Payudara Klinis) yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Meskipun ada daging sebesar bintil sekalipun jangan dianggap sepele loh, segera konsultasikan ke dokter agar bisa diambil tindakan dengan cepat.







You Might Also Like

27 comments

  1. waaa bu diah ini dosenku jaman kuliah dulu!! *oot dikit mengenang jaman kuliah*

    btw keren banget ya perkembangan ilmu onkologi sekarang. dulu aku pernah ada benjolan di payudara dan langsung panik ke dokter, ternyata cuma jerawat meradang gitu. rasanya langsung mengucap sukur.... di app yang aku pake untuk nyatet datang bulan pun sering ada notifikasi ngingetin buat cek payudara sendiri. syukurlah sekarang sudah ada terobosan terbarunya ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih semoga pasien kanker payudara bisa terbantu dan lebuh menghemat biaya..

      Delete
  2. Berapa ya harga pengobatan hingga sembuh kembali dengan Trastuzumab Subkutan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mulai dari 16jt hingga 22jt tergantung Rumah Sakit nya. Jadi dalam setahun sekitar 18 x suntik setiap 3 minggu sekali. Setahun sekitar 200jutaan mak.

      Delete
  3. Semoga nanti obat buat kanker payudara ini harganya bisa lebih terjangkau ya, mbak

    ReplyDelete
  4. Keren ya dg formulasi Trastuzumab Subkutan bukan hanya pasien lebih hemat tapi perawat onkologi juga lebih ringan kerjaannya. Semoga biayanya terjangkau masyarakat luas

    ReplyDelete
  5. Semoga bermanfaat buat para penderita kanker payudara. Ngomongin kanker jadi ingat kakakku yg menginggal karena kanker, tapi bukan payudara sih.
    Semoga kita semua selalu diberi kesehatan. amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiin..semoga ya mbak kita semua sehat selalu

      Delete
  6. Mbaa, harga obatnya yang trastuzumab subkutan nih berapa mba? Kalau dlu ada trastuzumab yang bisa dipakai pengguna BPJS tapi kayaknya udah dicabut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harganya dari 16jt hingga 22jt tergantung Rumah Sakit nya. Jadi dalam setahun sekitar 18 x suntik setiap 3 minggu sekali. Setahun sekitar 200jutaan biayanya.

      Delete
  7. Kabar gembira ini patut disebarluaskan agar makin banyak orang yang akan kembali ceria.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya semoga memudahkan perawatan pasien kanker payudara HER2

      Delete
  8. Wah senang sekali ya pastinya bisa had di kegiatan yang bermanfaat bagi kaum wanita

    ReplyDelete
  9. Alhamdulillah ada kabar baik. Temanku masih pengobatan kanker payudara. Coba ku sampaikan ke dia.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah, ini kabar baik buat penderita kanker payudar HER2 Positif

      Delete
  10. thanks for the info and aku juga udah pake nih mba di sini. Sêmoga kita selalu sehat yaaaa

    ReplyDelete
  11. Semoga para pasien kanker payudara bisa terbantu ya, Teh.
    Teria kasih sharingnya, bermanfaat nih :)

    ReplyDelete
  12. Ahh kalo denger penyakit yang satu ini parno ya Mba, atut banget..semoga kita selalu sehat yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga takut teh...mudah-mudahan kita sehat selalu

      Delete
  13. Terima kasih infonya mengenai kanker payudara, ini keren sekali Mbk. Nanti jadi bekal perempuan Indonesia untuk melek kanker payudara.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..senang banget bisa ikutan acara nya kemarin

      Delete
  14. Aku dlu kerja di Roche mba hee. Herceptin subkutan ini mmg dinanti krn tinggal cuss, ga ky hercepten inj yg hrs diinfus. Harga sekali suntiknya woow bgt hee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pasien jadi nggak lama-lama di infus ya mbak, dan nggak sakit.

      Delete