Weekend itu asiknya selain menghabiskan waktu dengan orang tersayang juga hangout bareng teman. Bicara hangout lebih seru lagi kalau dapat tempat nongkrong yang asik, banyak makanan dan beragam jenis minuman. Soalnya kalo rame-rame seleranya juga belum tentu sama ya kan. Belum tentu cafe yang kita pilih menu makananannya cocok dengan selera teman yang kita ajak hangout.
| difotoin Jojo anaknya sang owner |
![]() |
| The Passport Cafe Gading Serpong |
![]() |
| Mbak Evi - Owner The Passport Cafe |
Ruangan Nyaman
Begitu memasuki The Passport Cafe kita akan menemui ruangan yang instagramable banget. Namanya juga emak-emak doyan sosmed, nggak sah kalo nggak ada postingan lagi dimana, sedang apa, dan bersama siapa. Ciee.. Mbak Evi mengatakan ibu-ibu muda juga nggak mau kalah dong dengan anak-anak muda sekarang, mereka butuh tempat yang nyaman untuk kumpul bareng teman-temannya, palagi lokasi The Passport Cafe yang dekat dengan sekolah Pahoa, sambil menunggu anak-anak pulang sekolah, para ibu nongkrong dulu disini.
![]() |
| di fotoin Mbak Evi Indrawanto |
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
Banyak Pilihan Makanan dan Minuman
Mbak Evi awalnya membuka bisnis cafe ini terinspirasi dengan cafe-cafe yang ada di Amerika. Saat ia berkunjung kesana bersama sang anak, ia melihat dan merasakan sendiri ada beberapa cafe yang membuat pengunjung ingin balik ke cafe itu lagi. Mbak Evi jadi penasaran kenapa ya kok orang-orang selalu ingin balik ke cafe tersebut, setelah di perhatikan ternyata pemilik cafe memang pintar membaca pasar. Menyediakan tempat yang nyaman, yang membuat orang asyik nongkrong berlama-lama ditambah harga makanan dan minuman yang affordable. Itulah yang menjadi alasan mengapa mbak Evi kepingin membuat cafe dengan konsep yang sama, makanya The Passport memiliki tagline Your Favorite Hangout.
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
A post shared by Tuty (@tutyqueen) on
Banyak Colokan
Colokan sob. Ini poin penting bagi pengunjung. Saya sendiri kalau mau masuk cafe dan niatnya pengen nongkrong lama, hal pertama yang jadi pertimbangan ada atau tidaknya colokan. Dan nggak sungkan-sungkan juga saya selalu bertanya kepada pelayan cafe apakah di cafe ini tersedia colokan? Kalau jawabnya bisa tapi titip dikasir kalau mau ngecas hape, tanpa fikir panjang saya akan mencari cafe lain hanya karena colokan. Cafe-cafe yang menyediakan colokan di setiap sudut atau dekat dengan meja pengunjung yang datang sepertinya memang memahami kebutihan pengunjung. Ya namanya juga orang kalau kemana-mana selalu nenteng alat-alat teknologi seperti hape, laptop,dll, makanya cafe meski melek pasar juga.
Free Wifi Alias Bebas Internetan
Nah, ini nih yang nggak boleh nggak ada di cafe-cafe. Hari gini cafe nggak menyediakan free wifi kok kayaknya nggak komplit banget. Era digital begini para pengusaha cafe udah pasti mikirin dong ya selain makan, minum, orang-orang nongkrong di cafe tu ngapain aja. Meskipung lagi hang out bareng teman, nggak berarti mereka nggak update dengan aktivitas sosial media. Apalagi bagi kaum urban yang memang butuh akses internet 24 jam untuk kebutuhan interaksi dengan teman-teman kantor or berkirim email dengan relasi, internet sangat dibutuhkan. Mbak Evi ini cara memahami pasarnya memang kekinian banget, internet dengan kecepatan 2 Mbps dirasa masih kurang, beliau sedang mengusahakan agar kecepatan internet di The Passport Cafe menjadi 10 Mbps. Padahal ya selama saya dan teman-teman blogger nongkrong disana, itu internet kencengnya udah kayak jalan bebas hambatan, apalagi kalau kecepatannya ditambahkan ya. Mbak, kita boleh nginep disana nggak ya, hehe.






