Pages

  • Home

travel beauty


Semenjak menikah dan stay di Tangerang sejak lima tahun yang lalu, kerinduan akan kampung halaman sering melintas. Mulai dari lingkungan, adat istiadat sampai kuliner. Bicara kuliner, jujur saja sulit sekali menemukan makanan yang pas di lidah seperti citarasa makanan di kota asal saya Medan, duh jadi kangen masakan ibu. Sering sekali saya minta kepada suami agar mengajak saya kulineran ala Medan. Meskipun ada tapi tetap aja berbeda, nggak seperti yang diharapkan lidah saya. Sampai akhirnya tanpa di sengaja dan memang serba kebetulan saya dan suami mengitari kawasan Gading Serpong tepatnya di Ruko Bolsena selintas saya membaca embel-embel Medan. Saya mengajak suami untuk balik arah karena penasaran. Dan memang nggak salah apa yang saya baca sebelumnya, ternyata di jejeran ruko yang kami lewati berdiri Restoran Warung Melayu Medan. Tanpa tawar menawar lagi saya minta suami berhenti dan ingin mencicipi masakan yang ada di Resto ini.

Singkat cerita saya dan suami langsung cari posisi duduk yang nyaman alias di pojokan dan langsung minta menu. Girang sekali rasanya saat itu, gimana enggak... menu lontong sayur medan, mie sop medan, soto medan, lupis medan, minuman markisa medan semuanya serba medan ada disini. Saya memilih lontong sayur medan dan suami memilih mie sop medan, ini sengaja kami lakukan biar kami bisa mencicipi dua menu sekaligus. Sambil menunggu pesanan datang, saya sudah berbisik sama suami, kira-kira kali ini sesuai harapan nggak ya? Suami cuma bilang wait and see. Well, kali ini saya patuh, nggak bawel dan sabar menanti. Jreng jreng ketika menu yang kami pesan menghampiri meja saya langsung menganga. Saya bilang ke suami, ini nggak salah lagi pasti ueenaak. Yakin? tanya suami saya, saya cuma mengangguk. 


Gini loh ya, saya itu selama di Tangerang saya belum pernah makan lontong yang isinya komplit seperti lontong medan. Suer! Nih saya kasi tau, lontong medan itu biasanya ada sambal teri medan campur kacang tanah tak jarang juga dicampur tempe yang di potong kecil, kemudian tauco udang dengan cabai hijau, kerupuk yang warnanya merah putih, kuah lontongnya berisi campuran sayur kacang panjang dipotong sesuai selera, labu,wortel,taburan serundeng dan kuah lontong biasanya agak kental. Kalau momen lebaran terkadang kami suka menambah kan kari ayam atau rendang sapi. Dijamin deh, yang baca pasti ngiler saya juga sama. Dan disini, di Restoran Warung Melayu Medan saya menemukan lontong medan yang saya kangeni citarasa nya selama ini. Tauco pedasnya pas banget. Kalau nggak mikirin alarm perut yang sudah kekenyangan rasanya pingin nambah, memang citarasa nggak bisa bohong, buktinya mulut dan lidah sepakat pingin nambah.

Sambil menikmati minuman markisa medan, ibu muda cantik menghampiri kami menanyakan apakah kami suka dengan makanan yang kami pesan. Lalu kami meng-iyakan dan lanjut saling berkenalan dan ngobrol. Ternyata saya dan ibu muda cantik bernama Merry Sitorus,SH yang selanjutnya saya panggil dengan sebutan kakak adalah asli Medan dan kami satu kampung. Jadi panjang dong obrolan kami saat itu. Saya langsung curhat mengenai lontong medan yang selama ini susah saya temui yang citarasanya seperti lontong medan di kampung halaman. Saya dan suami juga berkenalan dengan suami Kak Merry yaitu bang Dolok Simanjuntak. Suami istri ini kompak banget menjalankan bisnis Resto ini. Tak hanya makanan, dilantai dua juga ada ruangan bersantai yang biasanya orang-orang nongkrong mendengarkan live music atau karaoke bersama keluarga. Ya, ini klop banget karena Bang Dolok ini suka musik dan jago nyanyi, tak jarang juga Bang Dolok sendiri yang menyanyi menghibur para pengunjung. Suami istri ini memang ramah dengan para pengunjung, suka minta feedback langsung ke pengunjung nanyain kira-kira rasa nya ada yang kurang atau sudah pas. Setelah ngobrol panjang, akhirnya Kak Merry minta saya untuk mengajak beberapa teman blogger untuk mencicipi makanan di Warung Melayu Medan, tentu saja kesempatan ini nggak saya lewatkan. Kami menentukan hari dan jam yang pas untuk kunjungan selanjutnya bersama rekan blogger.


Tepat di hari Jumat 3 Juni lalu saya dan beberapa rekan blogger mengunjungi Restoran Warung Melayu Medan di Ruko Bolsena, Gading Serpong. Mudah sih menemukan lokasi resto ini, patokannya Giant Gading Serpong, nah persis di seberangnya itu Ruko Bolsena, Semua menu andalan disajikan malam itu. Oh ya kami sengaja berkunjung malam hari karena sekalian ingin menikmati live music di lantai dua. Ada lontong sayur, soto, lupis, nasi goreng, mie sop, kopi medan dan minuman markisa. Lagi-lagi pilihan pertama saya lontong medan. Kali ini ada tambahan kerupuk ubi panjang di lontong medan. Seperti yang saya info sebelumnya, lontong medan di Warung Melayu Medan ini isinya komplit banget, begitu pula dengan miesop dan soto nya. Berhubung saya sudah beberapa kali nongkrong di Warung Melayu Medan saya memberi kesempatan kepada teman-teman saya untuk mencicipi semua makanan yang disajikan. Tapi kali ini ada menu baru di Warung Melayu Medan yaitu menu nasi goreng. Kalau nasi goreng pada umumnya sama sih dengan nasi goreng yang lain, yang berbeda sedikit rasa rempah nya saja.

Malam itu saya juga bertatap muka langsung dengan juru masaknya Warung Melayu Medan, yaitu Kak Tira. Kak Tira sebenarnya lebih sering berada di Medan mengelola Resto yang sama di Medan, namun dalam sebulan ada beberapa kali Kak Tira ke Warung Melayu Medan di Serpong ini dan biasanya kak Tira selalu membawa bahan-bahan untuk masakan dari Medan. Seperti gula merah, tauco, teri bahkan cabai juga di bawa dari Medan, alasannya cabai di Medan yang biasa dijuluki cabai gunung ini lebih terasa pedasnya. Memang benar sih, cabai gunung yang ukurannya lebih kurus dan panjang ini lebih pedas. Bersama Kak Tira ada Kak Monalisa juru masak yang biasa menggantikan Kak Tira di Warung Melayu Medan. Rencananya sih Kak Tira akan menambah menu-menu baru biar lebih banyak pilihan untuk para pengunjung. Oh ya, untuk minuman markisa ini diolah dan dimasak sendiri tanpa pengawet dan menggunakan gula asli. Jadi minuman markisa disini bukan berupa sirup tapi asli buah markisa. Sedangkan untuk minuman kopi yang disajikan adalah kopi sidikalang yang juga dibawa dari Medan oleh Kak Tira.


Live music biasanya hanya ada di hari Kamis, Jumad dan Sabtu saja,mulai dari jam 20.00 sampai dengan jam 02.00 dini hari. Musik-musik yang dimainkan biasanya musik latin, country, juga lagu-lagu Batak. Selain Bang Dolok ada juga bebrapa group musik seperti  Elpromise dan Trio Sahata yang menghibur pengunjung disini. Di lantai dua ini juga sering dipakai untuk tempat meeting. Bisa menampung sampai dengan 20 orang. Bahkan disini sudah beberapa kali diadakan turnamen catur. Keren deh Restoran Melayu Medan ini, tempatnya juga cozy banget. Bagi teman-teman yang merindukan masakan Medan yuk melipir kesini. Oh ya Resto ini cuma buka hari Senin sampai dengan Sabtu saja, untuk Senin-Kamis dan Sabtu buka dari jam 10.00-21.30 sedangkan Jumat buka mulai jam 12.00 sampai jam 21.30. Yuk ah, dijamin teman-teman bakalan nagih!


Share
Tweet
Pin
Share
27 Comments
Older Posts

Hello! I’m Tuty Queen

Hello! I’m Tuty Queen

Follow Me

  • instagram
  • facebook
  • twitter
  • pinterest

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Cara Mudah Membuat eBook di Canva

Seedbacklink

Seedbacklink affiliate

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Design Anti Ribet Cuma Pakai Canva

Total Pageviews

Categories

  • Asuransi
  • Canva
  • Dompet Dhuafa
  • Film
  • Food
  • Lingkungan
  • NPD
  • Sport
  • aplikasi
  • beauty
  • ekonomi
  • fashion
  • finance
  • halal lifestyle
  • health
  • hotel
  • kuliner
  • lifestyle
  • teknologi digital

Blog Archive

  • ►  2014 (6)
    • ►  November 2014 (6)
  • ►  2015 (37)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  May 2015 (3)
    • ►  June 2015 (5)
    • ►  October 2015 (3)
    • ►  November 2015 (7)
    • ►  December 2015 (18)
  • ►  2016 (167)
    • ►  January 2016 (11)
    • ►  February 2016 (16)
    • ►  March 2016 (21)
    • ►  April 2016 (15)
    • ►  May 2016 (11)
    • ►  June 2016 (16)
    • ►  July 2016 (6)
    • ►  August 2016 (7)
    • ►  September 2016 (10)
    • ►  October 2016 (20)
    • ►  November 2016 (18)
    • ►  December 2016 (16)
  • ►  2017 (176)
    • ►  January 2017 (12)
    • ►  February 2017 (14)
    • ►  March 2017 (11)
    • ►  April 2017 (16)
    • ►  May 2017 (14)
    • ►  June 2017 (14)
    • ►  July 2017 (6)
    • ►  August 2017 (21)
    • ►  September 2017 (10)
    • ►  October 2017 (20)
    • ►  November 2017 (15)
    • ►  December 2017 (23)
  • ►  2018 (171)
    • ►  January 2018 (9)
    • ►  February 2018 (13)
    • ►  March 2018 (17)
    • ►  April 2018 (18)
    • ►  May 2018 (16)
    • ►  June 2018 (9)
    • ►  July 2018 (6)
    • ►  August 2018 (18)
    • ►  September 2018 (13)
    • ►  October 2018 (17)
    • ►  November 2018 (13)
    • ►  December 2018 (22)
  • ►  2019 (108)
    • ►  January 2019 (11)
    • ►  February 2019 (3)
    • ►  March 2019 (5)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  May 2019 (13)
    • ►  June 2019 (6)
    • ►  July 2019 (11)
    • ►  August 2019 (17)
    • ►  September 2019 (10)
    • ►  October 2019 (10)
    • ►  November 2019 (11)
    • ►  December 2019 (10)
  • ►  2020 (64)
    • ►  January 2020 (6)
    • ►  February 2020 (8)
    • ►  March 2020 (8)
    • ►  April 2020 (5)
    • ►  May 2020 (6)
    • ►  June 2020 (1)
    • ►  July 2020 (4)
    • ►  August 2020 (12)
    • ►  September 2020 (5)
    • ►  October 2020 (2)
    • ►  November 2020 (3)
    • ►  December 2020 (4)
  • ►  2021 (63)
    • ►  January 2021 (5)
    • ►  February 2021 (3)
    • ►  March 2021 (5)
    • ►  April 2021 (4)
    • ►  May 2021 (3)
    • ►  June 2021 (1)
    • ►  July 2021 (2)
    • ►  August 2021 (3)
    • ►  September 2021 (4)
    • ►  October 2021 (10)
    • ►  November 2021 (11)
    • ►  December 2021 (12)
  • ►  2022 (67)
    • ►  January 2022 (2)
    • ►  February 2022 (7)
    • ►  March 2022 (10)
    • ►  April 2022 (12)
    • ►  May 2022 (5)
    • ►  June 2022 (5)
    • ►  July 2022 (5)
    • ►  August 2022 (3)
    • ►  September 2022 (5)
    • ►  October 2022 (4)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  December 2022 (6)
  • ►  2023 (49)
    • ►  February 2023 (3)
    • ►  March 2023 (4)
    • ►  April 2023 (2)
    • ►  May 2023 (7)
    • ►  June 2023 (3)
    • ►  July 2023 (7)
    • ►  August 2023 (3)
    • ►  September 2023 (7)
    • ►  October 2023 (4)
    • ►  November 2023 (5)
    • ►  December 2023 (4)
  • ►  2024 (29)
    • ►  January 2024 (1)
    • ►  February 2024 (3)
    • ►  March 2024 (8)
    • ►  April 2024 (2)
    • ►  May 2024 (1)
    • ►  June 2024 (5)
    • ►  July 2024 (2)
    • ►  August 2024 (2)
    • ►  September 2024 (3)
    • ►  October 2024 (1)
    • ►  November 2024 (1)
  • ►  2025 (39)
    • ►  January 2025 (4)
    • ►  February 2025 (3)
    • ►  March 2025 (1)
    • ►  April 2025 (1)
    • ►  May 2025 (2)
    • ►  June 2025 (8)
    • ►  July 2025 (10)
    • ►  August 2025 (7)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  October 2025 (1)
    • ►  December 2025 (1)
  • ▼  2026 (7)
    • ►  January 2026 (1)
    • ►  March 2026 (1)
    • ►  April 2026 (2)
    • ►  June 2026 (2)
    • ▼  August 2026 (1)
      • Sampah Bernilai Ekonomi: Cara Bank Sampah Induk Be...

Contact Form

Name

Email *

Message *

Member of

Member of
Seedbacklink



Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates