Oleh-Oleh Dari Mandiri Edukasi 2017: Habiskan Saja Uangmu

B eberapa bulan ini saya memiliki energi yang luar biasa mengikuti beberapa event yang berkaitan dengan investasi. Saya bersyukur menda...


Beberapa bulan ini saya memiliki energi yang luar biasa mengikuti beberapa event yang berkaitan dengan investasi. Saya bersyukur mendapatkan undangan bertema investasi ataupun asuransi. Ini untuk 'memukul' diri saya sendiri agar sadar dan tetap komitmen bahwa investasi itu penting. Ya, saya dapatkan ilmu itu dan saya tuliskan di blog saya agar bermanfaat buat teman-teman. Jadi kalau saya menulis tentang investasi terus-menerus teman-teman jangan menganggap saya menggurui ya, sejujurnya ini untuk diri sendiri. 

Saya belum pernah berinvestasi di pasar modal. Beberapa tahun yang lalu semasa saya  bekerja saya hanya investasi emas saja. Dan inipun karena ajuran ibu saya untuk menabung emas. Ibu saya ingin saya menirunya kalau soal investasi, memang manfaatnya luar biasa. Dulu ibu nggak pernah yang namanya punya tabungan pendidikan, investasi saham, atau reksadana. Yang saya ingat orang tua saya hanya menabung emas dan memiliki deposito. Jadi saat kami anak-anaknya memerlukan dana buat masuk sekolah ibu tinggal menjual sebagian emasnya.  Tante-tante saya juga sering bilang ke kami anak-anak ibu kalau ibu saya punya banyak emas. Sempat protes sih waktu itu ngapain punya emas banyak-banyak kok kayaknya menghamburkan uang banget, ternyata emas yang ibu punya benar-benar investasi buat kami anak-anaknya. Kalau ingat ini saya merasa berdosa sempat nuduh ibu menghambur-hamburkan uang, love my mother banget lah pokoknya. 




Saya akhirnya mengikuti jejak ibu, semasa bekerja 10 sampai 20 % gaji saya langsung saya belikan emas. Memang benar sih seperti yang ibu saya bilang disaat saya ada masalah keuangan, tabungan emas saya sangat membantu dan benar-benar jadi solusi. Tapi sekarang saya pengen juga mencoba investasi di pasar modal, saya tertarik dengan kemudahan pencairan dana yang bisa ditarik kapan saja. Iya sih, kalau nggak dimulai kapan lagi coba punya investasi di pasar modal. Saya sering diskusi dengan suami, kita jangan menganggap investasi di pasar modal itu trial and error  kok sepertinya gambling banget ya yang ada maju mundur cantik hihi. Makanya saya suka banget kalau ada workshop, event atau apalah namanya yang berkaitan dengan investasi, biar semakin mantap dan yakin dengan pilihan yang diambil. 

Seperti yang dikatakan oleh mas Ahmad Gazali seorang financial planner saat saya mengikuti event Mandiri Edukasi 2017 di Ice BSD minggu lalu. Ngatur uang itu sebenarnya mudah kata mas Ahmad, uang itu memang untuk dihabiskan. Tapi menghabiskan uang harus di jalan yang benar, jadi kita tetap merasa puas dan nggak menyesal dengan uang yang sudah kita habiskan. Benar juga sih, saya pernah merasa nyesal banget beli barang padahal lagi nggak butuh-butuh amat dan setelah dibeli baru deh nyesalnya datang kemudian, merasa sayang banget buang-buang uang beli barang yang nggak penting. Ini yang dimaksud mas Ahmad nggak dijalan yang benar kali ya. Invest the right way Ini yang saya ingat banget pesan mas Ahmad. Jadi kalau gajian yang harus dilakukan terlebih dahulu adalah bayar hutang, saving, baru shopping. Bayar hutang dan menabung itu wajib.



Yang namanya mengatur keuangan itu nggak ada yang benar dan nggak ada yang salah. Tapi kalau selama ini sering dengar istri lah yang jadi mentri keuangan di rumah dan yang mengatur keuangan itu nggak sepenuhnya ya, karena meskipun istri yang mengurus keuangan bukan berarti suami nggak ada perannya. Suami harus tetap peduli dong dengan keluar masuknya keuangan di rumah tangga. Oh ya, pada sesi talkshow Mandiri Edukasi 2017 Ivy Batuta yang juga menjadi narasumber membagikan pengalamannya mengenai cara mengatur keuangan. Menurut Ivy setiap bulannya ia selalu menyisihkan penghasilannya untuk bayar asuransi, juga untuk tabungan khusus yang di koneksikan dengan investasi. Bagi Ivy bayar bayar asuransi, baya cicilan atau hutang, dan menabung itu wajib. Karena berdasarkan pengalamannya semasa kecil dimana orang tuanya sampai harus berhutang untuk biaya sekolah anak-anaknya, dan pengalaman ini tentunya tak ingin terjadi pada anak-anak Ivy. Makanya minimal 20 persen penghasilannya harus disisihkan buat investasi.

Menurut Pak Mauldy Rauf dari Manajemen Investasi Mandiri, investasi itu tergantung tujuan dan investasi itu nggak ada yang salah, yang salah justru orangnya. Kalau kita belum begitu familiar dengan produk investasi pilihlah produk investasi di pasar modal yang bisa dipercayakan kepada manager investasi, jangan khawatir produk investasi ini tetap diawasi OJK. Di Bank Mandiri ada yang namanya Mandiri Investasi. Yang paling fleksibel itu Reksadana. Kenapa fleksibel? Karena kita bisa ngatur sendiri, bisa dibeli setiap hari dan bisa dijual kapanpun. Uang nya juga bisa langsung di transfer kerekening kita saat itu juga. Oke banget ini, sepertinya saya tertarik banget dengan reksadana.

Bagaimana dengan tabungan anak sekolah? Pak Mauldy menjelaskan yang namanya tabungan anak sekolah sebaiknya jangan pakai tabungan karena bunganya kecil. Lagi pula tabungan itu tujuannya untuk transaksi, khawatir kalau dana pendidikan anak di sisihkan dengan memasukkan tabungan bisa terpakai untuk transaksi yang lain. Saran Pak Mauldy sebaiknya untuk dana anak sekolah pilih produk di pasar modal yaitu investasi untuk jangka panjang.

Komplit banget oleh-oleh yang saya dapat dari Mandiri Edukasi 2017. Kalau teman-teman masih membutuhkan info bisa tanya-tanya di akun sosmed nya Bank Mandiri atau ke cabang terdekat. Siapa tau masih penasaran atau mau langsung investasi jangka panjang. Yuk, buru-buru habiskan uang.




You Might Also Like

3 comments

  1. Uang itu memang untuk dihabiskan, tapi harus di jalan yang benar. Noted banget mbak.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya..awalnya aku shock begitu dengar uang memang untuk dihabiskan, tetapi setelah ada kelanjutannya langsung deh nyadar :D

      Delete
  2. Setuju uang buat di habiskan.. tli buat hal positif ya mbak ... Heheh

    ReplyDelete