Home Is Where Your Heart Is

H ome is where your heart is. Kalau dengar lirik lagu ini ingatan saya kembali ke masa kecil saya bersama ayah, ibu, abang dan adik...



Home is where your heart is. Kalau dengar lirik lagu ini ingatan saya kembali ke masa kecil saya bersama ayah, ibu, abang dan adik-adik. Bagi saya rumah adalah keluarga, ingat rumah langsung ingat keluarga. Berlama-lama diluar rumah kadang suka merasa kurang nyaman, ingin buru-buru pulang ketemu keluarga dan kumpul bareng keluarga. Ya, saya, orang tua, abang serta adik saya memang sudah terbiasa bersama. Pagi sebelum berangkat sekolah kami sarapan bareng, siang pulang sekolah juga makan siang bareng sampai makan malam juga sama. Saat makan bareng ataupun kumpul di ruang keluarga biasanya kami jadikan ajang curhat. Saling bertukar cerita apa saja yang kami lakukan di sekolah, bagaimana kami berinteraksi dengan guru dan teman, sampai mata pelajaran agau guru yang paling di sukai dan tidak disukai pun kami ceritakan. Saat-saat seperti ini lah momen yang paling merindukan.

Sekarang momen seperti saat saya kecil atau belum menikah hanya saya dapatkan saat mudik saja, kumpul bareng keluarga, selain karena saya dan saudara-saudara sudah dewasa dan masing-masing sudah memiliki keluarga, juga karena masing-masing sudah memiliki rumah. Dan kami pun masih berusaha membangun kebiasaan yang kami dapatkan pada keluarga kami sekarang. Nah, problem nya sekarang saudara-saudara saya tinggalnya di Sumatera nggak seperti saya yang tinggal di Tangerang dan kerja mondar mandir ke Jakarta yang macetnya parah banget. Terkadang bikin nyerah dan pengen buru-buru pulang kampung ke Sumatera aja biar nggak pusing dengan crowded nya Jakarta.



Saya sudah bilang ke suami kalau terus-terusan macet-macetan di Jakarta waktu banyak terbuang di jalan, rumah hanya jadi tempat singgah sebentar kemudian pergi lagi. Saya hampir tidak merasakan suasana rumah kayak masa kecil dulu dimana masih punya banyak waktu untuk saling bincang, menikmati kenyamanan rumah, pokoknya yang benar-benar home sweet home deh. Sebenarnya solusinya harus cari hunian yang lokasinya kalau mau kemana-mana nggak macet ya minimal nggak terlalu crowded, dan kalau naik angkutan umum atau commuter line minimal nggak terlalu jauh dari rumah.  Jadi kalau pulang ke rumah nggak pake lama dan nggak pake acara macet-macetan yang bikin stress. Yang bikin sedih kadang tiba di rumah udah malam banget, waktu tidurpun jadi berkurang.

Nyobain kamar tidurnya show unit Permata Hijau Suites 
Saya sempat bisik-bisik ke suami kalau ada Hunian Nyaman dan Strategis di Jakarta. Awalnya sih suami nggak percaya, tapi setelah saya ajak main ke show unitnya Permata Hijau Suites baru deh suami percaya. Apalagi selama perjalanan menuju show unit nggak pake macet, total waktu yang di tempuh naik taksi online dari stasiun Kebayoran lebih kurang 15 menit. Dan sewaktu melihat-lihat ke dalam show unit suami bilang ke saya, masuk show unit nya aja udah berasa kayak di rumah sendiri ya. Hunian seperti Permata Hijau Suites ini pastinya ngangenin banget dan cocok untuk hunian keluarga.

Saat mengunjungi show unit Permata Hijau Suites bareng suami
Apalagi sewaktu suami lihat balkonnya yang luas nggak seperti balkon-balkon apartemen kebanyakan. Di Permata Hijau Suites balkonnya asik banget buat nongkrong, ngopi sambil menikmati langit Jakarta atau baca buku favorit. Benar-benar hunian idaman kata suami. Siap-siap nabung deh kata suami, sepertinya suami berminat hehe. Saya sih ikut mendoakan, siapa coba yang nolak tinggal disini. Kemana-mana #NyataDekatnya. Kepoin yuk sosmednya Permata Hijau Suites FacebookTwitter, dan Instagram  untuk dapat info lebih detail.




You Might Also Like

14 comments

  1. memang skrg ini agak susah ya mencari tempat tinggal yg tdk kena macet

    ReplyDelete
    Replies
    1. banget mbak, macet memang bikin jenuh ya..

      Delete
  2. enaknya tinggal di apartemen kemana2 dekat.

    ReplyDelete
  3. nyaman bangeet mbaak, apalagi tidak kena macet
    tfs

    ReplyDelete
    Replies
    1. bangett...minimal berangkat kerja nggak buru-buru banget

      Delete
  4. Home is where your heart is. Aku suka banget sama judulnya mbak, hihihi. Pulang ke tempat di mana keluarga menunggu kita kembali, tentunya di hunian yang nyaman, pasti bakal selalu pengen pulang.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya..selalu kangen rumah jadinya hehe

      Delete
  5. Pengen banget punya hunian yang aksesnya kemana-mana dekat dan tentunya harganya terjangkau. Permata HIjau aksesnya dekat ama Palmerah ya kalu nggak salah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak..dari Palmerah dekat dari Kebayoran juga dekat :)

      Delete
  6. Saya kurang paham ibukota, tapi ngebayangin macet dan padat, memang punya hunian yang nyaman jadi idaman, rumah bukan cuma buat pulang lalu tidur.

    ReplyDelete