Diskusi Pembangunan Ekonomi Baru dan Perwujudan Indonesia Sentris Untuk Menunjang Produktivitas dan Pembangunan Kewilayahan Secara Merata

S elama 3 hari berturut-turut mulai tanggal 17 Oktober sampai dengan tanggal 19 Oktober 2017 diadakan Forum Diskusi yang dinamakan Forum...


Selama 3 hari berturut-turut mulai tanggal 17 Oktober sampai dengan tanggal 19 Oktober 2017 diadakan Forum Diskusi yang dinamakan Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) mengenai Capaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi-JK  di ruang rapat utama kantor staf kepresidenan, Jakarta. Awalnya saat menerima undangan saya nggak percaya ini beneran atau October Mop eh memang ada tandingannya April Mop hehe. Tapi begitu melihat undangan untuk mengikuti Press Conference dengan tema Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas Untuk Menunjang Pemerataan, saya langsung say yes. Dalam hati ini pas banget, sesuai dengan tulisan saya mengenai perekonomian yakni Ngobrol bareng BKF Soal Keuangan Negara di Fiscal Day 2017 yang didalamnya juga membahas pertumbuhan ekonomi, distribusi, infrastuktur, kemiskinan dan ketimpangan, juga beberapa pembahasan lain soal keuangan negara.



Hari pertama Press Conference dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama di moderatori oleh Juru Bicara Presiden RI Johan Budi dengan menghadirkan narasumber Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Kepala BKPM Thomas Lembong, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Sedangkan di sesi kedua di moderatori oleh Menteri Kominfo Rudiantara dan menghadirkan narasumber Menko Perekonomian Darmin Nasution,  Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.




Menko Ekonomi Darmin Nasution

Di sesi pertama para menteri yang berkaitan dengan bidang perekonomian memaparkan apa yang sudah, sedang, dan akan dilakukan oleh Pemerintah Jokowi-JK di era 3 tahun ini. Diskusi diawali dengan pemaparan Pak Darmin. Beliau mengatakan orang-orang sering penasaran apa sih yang dimerjakan oleh pemerintahan ini. Konfigurasi kebijakan ekonomi Pemerintah Jokowi-JK pada apa yang di prioritaskan dan diutamakan. Beberapa bulan setelah dilantik yang dilakukan oleh pemerintahan ini adalah mengkonversi subsidi menjadi pengeluaran untuk membangun infrastruktur dan pengeluaran untuk bantuan sosial dan pendidikan.



Pemerintah sangat menyadari perlunya dibangun pondasi untuk pertumbuhan dan produktivitas juga pemerataan infrastruktur apalagi di negara dengan ciri kepulauan seperti Indonesia. Infrastruktur yang menyebar di seluruh wilayah Indonesia dan terutama di setiap pulau-pulau besar ini adalah pondasi untuk pertumbuhan. Tetapi kalau infrastruktur menyebar, ini sekaligus menjadi pondasi untuk pemerataan antar wilayah. Pemetaan ini nantinya akan membantu pemerataan wilayah, antar desa dan kota, kaya dan miskin, pada bantuan sosialnya. Pilar kebijakan pemerintah ini kata Pak Darmin sebenarnya dengan mengorbankan subsidi, menggenjot infrastruktur, pengeluaran sistem pendidikan dan pengeluaran untuk bantuan sosial.

Infrastruktur, bantuan soial, kebijakan sektoral ini sudah menunjukkan pembangunan yang dirancang pemerintah cukup siembang, baik pertumbuhan dan produktivitas, bantuan sosial dan penyebaran wilayah. Dari angka-angka yang ada terlihat bahwa pertumbuhan tingkat kemiskinan, pengangguran, semuanya positif. Jarang ada yang bisa melahirkan indikator-indiktator makro yang saling bertentangan. Pemerintah menyadari itu saja belum cukup, perlu transformasi. Apa yang dibutuhkan agar ekonomi berkembang secara positif? Dibutuhkan transformasi ekonomi. Menurut ahli ekonomi, transformasi ekonomi itu terjadi kalau orang bergerak dari sektor-sektor yang kurang baik. 




Menko Darmin juga mengatakan ekonomi Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Ini ditunjukkan dengan berbagai indikator ekonomi, antara lain kemiskinan yang menurun, pertumbuhan ekonomi yang stabil, inflasi terkendali, ketimpangan pendapatan menurun dan pengangguran juga menurun. Dalam 3 tahun terakhir inflasi kita selalu dibawah 4 persen. Menurut Menko Darmin pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya melambat kini berbalik lebih cepat. Harapannya kita bisa bergerak ke angka 5,2 persen. Pemerintah berhasil mengelola dengan baik dari sisi inflasi. Dalam sejarah ekonomi indonesia sebelum krisis 1998 inflasi kita selalu double digit. Setelah krisis ekonomi inflasi pelan-pelan menurun.


Menteri Pariwisata Arief Yahya

Seperti kita ketahui sektor pariwisata menjadi sektor unggulan saat ini. Pak Arief menjelaskan dari hasil riset Wolrd Bank, investasi pariwisata sebesar US$1 juta mampu mendorong 170 persen dari PDB ( Pendapatan Domestik Bruton). Ini merupakan dampak ikutan tertinggi suatu inddustri kepada negaranya, karena industri pariwisata mampu mengerakkan usaha kecil menegah seperti kuliner, cindera mata dan transportasi lainnya. Diperkirakan pada tahun 2019 sektor pariwisata menjadi penyumbang utama perolehan devisa negara sejak tahun 2016. Bahkan media top Inggris The Telegraph menuliskan Indonesia sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan paling cepat di sektor pariwisata, dimana dalam beberapa tahun belakangan ini mencapai 25,68 persen.

Oh ya, dalam hal Tourism Branding dan Destinasi Indonesia lebih unggul dibanding Malaysia, Singapura dan Thailand dalam berbagai penghargaan yang di raih Indonesia. Seperti baru-baru ini Indonesia memenangkan video promosi pariwisata Indonesia yang meraih dua penghargaan dalam ajang United Nastion World Tourism Organization (UNWTO) Video Competition 2017. Indonesia memenangkan kategori video pariwisata terbaik kawasan Asia Timur dan People Choice Award. 


Dari peningkatan jumlah wisatawan mancanegara yang meningkat selama 3 tahun terakhir dari 10 juta orang pada tahun 2015 menjadi 12 juta pada tahun lalu menambah pemasukan devisa negara dari US$12,336 miliar menjadi US$12,441 miliar. Tahun 2017 atau dalam paruh pertama tercatat jumlah pelancong asing sudha mencapai 7,8 juta orang. Targetnya tahun 2019 nanti kunjungan wisatawan mancanegara bisa mencapai 20 juta kunjungan.



Kementrian Pariwisata rencana akan mempromosikan 10 destinasi wisata baru di Indonesia. Selama ini yang menjadi destinasi yang menjadi pengembangan prioritas meliputi Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Mandalika, Morotai, Borobudur, Danau Toba, Kepulauan Seribu, Bromo Tengger Semeru, Wakatobi, dan Labuan Bajo. Sementara itu 10 daerah yang sektor pariwisatanya sudah berkembang dan lebih siap menyambut banyak turis meliputi 3 destinasi diving yaitu Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken, serta 3 destinasi pemasaran utama yaitu Bali, Jakarta, Kepri, serta Banyuwangi, Bandung, serta Joglosemar.


Kepala Bekraf Triawan Munaf

Secara singkat Pak Triawan menjelaskan beberapa highlight apa yang sudah dikerjakan Badan Ekonomi Kreatif sebagai sebuah lembaga baru yang diberi tugas untuk mengakselerasi pertumbuhan dari sektor-sektor yang dibawah Bekraf. Tahun 2015 Bekraf didirikan, tapi karena merupakan sebuah badan baru yang membutuhkan pembangunan struktur, Bekraf efektif pada tahun 2016. Walaupun 2015 sudah banyak kegiatannya tapi lebih sempurna atau lebih baik pada tahun 2016 dan 2017. 

Ekonomi Kreatif yang terdiri dari 16 sub sektor pada saat Bekraf diwarisi untuk menangani, dilihat dari kesehatan seseorang memang kita tidak seperti negara lain yang homogen dimana kita sangat heterogen, kita termasuk belum sehat atau bisa dikatakan sakit kata pak Triawan. Ekosistem dari ke 16 sub sektor ekonomi kreatif ini yang sebenarnya belum terbentuk untuk bisa di akselerasi. Kalau ingin menyembuhkan suatu penyakit atau ingin sehat tentu harus ada usaha-usaha yang total sehingga nantinya ada total curve. Tapi kita ketahui bahwa untuk menyembuhkan atau menjalani penyembuhan terapi ekosistem itu tidak instan, membutuhkan waktu. Karena banyak banyak bagian-bagian dari subsektor yang idealnya tidak seperti sekarang. Karena itulah dalam rangka penyembuhannya Badan Ekonomi Kreatif membentuk deputi-deputi yang relevan terhadap kehadiran ekosistem yang diinginkan. Tantangannya adalah Bekraf tidak memiliki data yang akurat dari setiap sub sektor, infrastruktur fisik offline misal gedung-gedung pertunjukan, pusat sentra kreatif masih lemah, secara online infrastruktur erat kaitannya dengan digital sementara di daerah terpencil yang punya produk-produk yang baik tapi tidak punya akses yang baik.



Berulangkali Presiden menghimbau agar kita memperbaiki cara berpromosi ke luar negeri. Untuk Ekonomi Kreatif tentu nya tidak sendiri, tapi melibatkan Pemda, melibatkan perwakilan di luar negeri. Tapi syukurnya Bekraf sudah melakukan pameran-pameran kelas dunia di luar negeri. Dalam hal pemasaran diupayakan bagaimana ciptaan setiap orang di monetisasi, bisa mendapatkan nilai tambah, tidak lain harus ada Hak Kekayaan Intelektual yang harus menjadi pusat perhatian kita. Yang pertama kita harus tahu apa itu Hak Kekayaan Intelektual, kemudian bagaimana Hak Kekayaan Intelektual itu di urus dan di monetisasi. Dengan monetisasi tentunya akan memberikan nilai tambah. 

Kementrian UKM dan Koperasi Puspayoga

Kementrian UKM dan Koperasi esuai agenda Nawacita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Yusuf Kalla mengemban mandat Nawacita ke 6 meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dan Nawacita ke 7 menggerakkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Program Pengembangan Koperasi dan UKM terdiri dari 3 langkah strategis yaitu Reformasi Koperasi. Dan Reformasi Koperasi terdiri dari 3 tahapan, yakni Reorientasi, mengubah paradigma pembangunan koperasi dan kuantitas menjadi kualitas untuk mewujudkan koperasi modern berkualitas dan berdaya saing tinggi. Rehabilitasi, memperbaiki dan membangun database system koperasi melalui online database system (ODS) untuk mendapatkan data koperasi yang akurat. Pengembangan, meningkatkan kapasitaskoperasi melalui regulasi yang kondusif, perkuatan SDM, kelembagaan, pembiayaan, pemasaran dan teknologi.



Program strategis yang dijalankan Kementrian Koperasi dan UKM memberikan dampak  PDB koperasi terhadap PDB nasional dari 1,71% pada 2014 naik menjadi 3,99% pada tahun 2016. Dampak selanjutnya adalah rasio kewirausahaan nasional pada tahun 2014 masih 1,65% melonjak menjadi 3,01 %.

Demikian paparan beberapa menteri mengenai kinerja mereka dalam pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru. Ini baru 3 tahun kan ya, semoga pusat-pusat pertumbuhan ekonomi semakin meningkat lagi untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan.






You Might Also Like

2 comments

  1. Wow, wow, wooow...membaca konten yang berbobot dan melihat tampilan blog konten yang memukau, gak heran Pemilik Blog ini seringkali memenangi blog competition dalam beragam tulisan yang pastinya sangat meyakinkan para juri dalam menilainya. Bunda speechless deh membaca isi blog ini. Jadi kepengen berlama-lama di sini, hehe...

    ReplyDelete