Kampung Sentuk Surga Tersembunyi di Daerahku

K adangkala kalau otak udah mumet, badan pegel, butuh banget liburan dan refreshing yang nggak pake mahal, apalagi harus nyebrang pulau...


Kadangkala kalau otak udah mumet, badan pegel, butuh banget liburan dan refreshing yang nggak pake mahal, apalagi harus nyebrang pulau naik kapal laut atau pesawat. Pernah ngerasain kan? Pengen liburan tapi uang pas-pasan. Huhu...itu yang saya alami dua bulan yang lalu. Suami yang lihat saya uring-uringan akhirnya membisikkan saya sesuatu. Mau ke hidden place nggak? What? Hidden place?



Saya awalnya beranggapan suami cuma becandain saya. Soalnya udah 7 tahun nikah dan 5 tahun di Tangerang nggak pernah tuh pak suami ngajakin ke hidden place yang dimaksud. Biasanya kalau nggak mall, taman kota, taman potret, nongkrong di pinggiran Cisadane, trus lokasi wisata-wisata pada umumnya yang ada di Banten sudah pernah. Ya saya mikirnya pasti becanda. Ternyata suami serius loh. Malamnya habis ngomong hidden place, keesokan pagi suami nyuruh saya rapi-rapi dan prepare bawa sepasang baju buat ganti. Ini beneran? Mau nginap berapa hari? Perlu pesan hotel nggak? Berulangkali saya tanya suami. Dengan santainya suami jawab nggak pake nginap, ntar sore juga langsung balik dan kali ini harus nurut, kan minta refreshing. Okey,  dengan persiapan seadanya langsung deh berangkat.



Kita berdua berangkat naik motor. Saya aja penasaran ini mau travelling kemana. Yang penting ngikut aja, dan anteng di boncengan. Tiba di Parung Panjang suami berhenti, ternyata sudah ada beberapa teman SMA suami yang berkumpul. Ceritanya mau ngumpul-ngumpul sama teman SMA suami dan masing-masing bareng keluarga. Duh senangnya, ternyata kami nggak cuma berdua saja tapi sekitar 10 orang lebih. Yang bawa anak sebagian naik mobil dan saya dengan teman-teman suami yang lain naik motor kayak touring gitu. Dan saya masih nggak tahu lokasi mana yang akan dituju. Yang pasti perbatasan Tangerang - Bogor.




Pastinya selama di perjalanan kiri kanan banyak truk, karena daerah yang kami lewati banyak eksploitasi penambangan pasir dan batu. Jadi para suami yang mengendarai motor meski berhati-hati dan membawa motor dengan kecepatan rendah, karena banyak truk yang melintas. Tapi hanya sebentar saja sih melalui jalan seperti itu, selanjutnya kiri dan kanan kami mulai melihat sawah dan pepohonan. Satu jam perjalanan mulai terasa adem nya.



seru melewati anak sungai


Setelah 2 jam perjalanan kami tiba Kampung Sentuk, Rengas Jajar. Sambil menunggu teman-teman lain yang naik mobil, karena masuk ke lokasi jalannya lumayan pas-pasan untuk ukuran mobil kami ngumpul dulu di warung sambil beli kerupuk buat tambahan makan ngeliwet bersama. Teman-teman sudah bawa perlengkapan buat masak. Seru! Saya ngerasa kayak zaman sekolah dulu ikutan kemahan bareng teman-teman Pramuka. Bawa periuk, bawa beras, sayuran, lalapan, cabai, dll, semuanya masih mentah belum dimasak.


ngelewatin hutan euy
Kang Alank pemuda setempat yang jadi pemandu kami mulai menginstruksikan agar segera bersiap menyusuri kampung mumpung cuaca nggak terlalu panas. Kendaraan diparkir didekat rumah penduduk. Padahal duduk di rumah penduduk saja udah senang karena di depan rumah ada sungai dan bebatuan yang airnya jernih. Nggak sabar pengen nyebur main air. Kata Kang Alank kami bakal lihat yang lebih lagi. Perjalanan ke hidden place pun dimulai dengan berjalan kaki.



Saya tanya kang Alank nama lokasinya tapi belum ada nama, karena bukan kawasan wisata, taunya sih ini kampung Sentuk aja. Disini banyak orang orang yang memanfaatkan olah raga lintas alam naik turun bukit, dan sebelum masuk kampung tadi jalan yang kami lalui juga menjadi tempat orang-orang touring dengan motor trail. Sayangnya saat kami kesitu nggak bertemu dengan orang-orang yang sedang melintas dengan motor trail. Kang Alank mengajak kami melewati sawah-sawah hijau, menyeberangi anak sungai, melewati hutan. Cukup seru, apalagi teman-teman yang membawa anak, ini pengalaman out door yang luar biasa. 30 menit melintasi itu semua akhirnya kami tiba di lokasi yang dimaksud. Iya, sungai dengan banyak bebatuan yang besar. Kami pun berhenti dan langsung duduk di bebatuan sungai. Para suami sibuk mempersiapkan api untuk memasak.




Semuanya serba alami. Kami masak menggunakan tungku dengan kayu-kayu kecil dan ranting yang didapat saat melewati hutan.  Para istri membuat sambal, meracik sayur dan lalapan untuk ngeliwet. Ada ikan asin juga plus pete, aduhai nikmatnya. Sambil menunggu nasi masak kami bermain air di sungai sambil duduk di batuan sungai. Indahnya pemandangan, sawah, hutan dan sungai benar-benar menyejukkan mata. Mungkin ini yang dimaksud suami hidden place, memang jauh dari perkampungan dan harus melewati hutan. Adventure banget!


saking nikmatnya sampai tak bersisa :)

Nasi sudah masak, sambal sudah jadi, lalapan sudah dibersihkan. Para suami membentangkan daun pisang diatas batu sungai. Mulai deh nasi di tumpuk beserta lauk pauk. Para suami, istri dan anak-anak berkumpul ngeliwet bersama. Jujur saya bahagia banget. Suasana kekeluargaan begitu kental. Saya bersyukur bisa mengunjungi tempat ini. Meski ada beberapa yang nyerah saat menuju lokasi haha. Tapi setelah tiba rasa lelah terbayarkan malah enggan pulang. Seandainya bisa kemping disini pasti lebih puas, namun kang Alang tidak menganjurkan karena belum ada yang pernah kemping disini. Kami semua sepakat nentuin waktu yang tepat untuk bisa main kesini lagi. 


Kang Alank pemandu kami


love this hidden place much



 

You Might Also Like

24 comments

  1. Wow indahnyaberbagi pemandangan nya. Asli di Tanggerang sungguh takpercaya Tapi nyata

    ReplyDelete
  2. Asri banget ya, Teh, pemandangan sawah memang membuat kangen, terutama mereka yang di kota, yang dah lama gak liat sawah..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini yang namanya cuci mata ya, bukan ke mall :D

      Delete
  3. Wow makan rame-rame, seru juga. Pemandangannya juga indah.

    ReplyDelete
  4. Ternyata gk jauh2 y mba d kampung sndiri Ada heaven tempatny bikin betah lg,,. Bs gk balik k Jakarta ink mah,,, good luck y

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetap balik dong, kan kerja eh tapi emang bener sih kalo bikin betahnya :)

      Delete
  5. Duh...segar banget itu ngelihat pemandangan hijaunya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sekitarnya hijau semua mbak, puas pokonya

      Delete
  6. Dari hp saya loadingnya lama banget Mbak...
    Berat dengan foto2 nya kali...
    Tapi saya jadi penasaran dan pengen main hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa jadi mbak karena kebanyakan foto ya hehe

      Delete
  7. Aduh pemandangannya hijau menyegarkan mata mba. Perjalanan jauh tapi terbayarkan dengan pemandangan yang indah ya

    ReplyDelete
  8. duh yg begini ini nih rfreshing yang paling endees bener. di kampungku juga ada ni mba surga tersembunyi macam ini, yang tempatnya harus lewati lembah, nyebrang sungai dan blusukan. asli seruuu, makan-makan jadi terasa lebih nikmat kalau bareng2 ya mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Apalagi ini semua yang ikut pada happy, nggak ada yang ngeluh, apalagi anak-anak kelihatan banget senangnya, mungkin ini pengalaman yang berbeda bagi mereka.

      Delete
  9. segernyaaa melewati sawah, hutan, sampai ketemu sungai. Teman-temannya mbak tahu aja hidden place seperti ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mungkin mereka pernah menyusuri lokasi ini sebelumnya ternyata ada tempat asik untuk piknik hehe

      Delete
  10. Waah, segernya liat pemandangan ijo gituuu 😍 Aku seneng deh kalo main di sungai yang ada batu- batu gede gitu mbak. Berasa banget asrinya ❤

    ReplyDelete
  11. Seru banget kecipukan di sungai. Jd inget zaman aku kecil kalau mudik ke rumah nenekku ke Pacitan supaya perjalanannya lbh cepet, drpd muter lewat jembatan, sama ojeknya suka diseberangin ke sungai kecil gtu. Yg dibonceng bisa memilih jalan kaki sambil kecipukan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihi iya..seru ngelewatin anak sungai semua pada happy :D

      Delete
  12. Pak suami kok bisa ga sounding gitu ya kalo ternyata ada rencana ada family touring bareng temen2nya?
    Tapi asli jadinya beautiful surprise banget ya, mbak Tuty.
    Apalagi spot-nya juga ijo2 seger adem beautiful gitu.

    Nah itu kerupuk yg ditenteng jumbo banget ya. Hahaha ...

    ReplyDelete
  13. Terlihat sejuk sekali kampungnya Mbak, masih hijau dan alami

    ReplyDelete