10 Tempat Yang Wajib Dikunjungi Kalau Mudik Medan

S enangnya nggak terkira sewaktu nama saya muncul sebagai pemenang HIS GO MUDIK Blogger Competition yang diadakan oleh HIS TRAVEL . Bay...


Senangnya nggak terkira sewaktu nama saya muncul sebagai pemenang HIS GO MUDIK Blogger Competition yang diadakan oleh HIS TRAVEL. Bayangin aja, pengumuman keluar disaat saya sedang sibuk mencari tiket mudik lebaran ke Medan. Harga tiket mudiknya berapa? Duh, jangan ditanya. Udah bisa kebayangkan kalau lagi peak season harga tiket pesawat. Benar-benar bikin kantong jebol hehe.

Sewaktu saya dihubungi mbak cantik bersuara merdu di seberang sana melalui pesawat telfon, saya request agar tiket pulang saya di jadikan tiket berangkat juga jadi biar tiket gratis nya untuk berangkat saja buat berdua bareng suami. Mbak Rika yang menghubungi saya langsung memberi informasi kepada saya kalau hadiah yang saya dapatkan tiket gratis pulang pergi buat dua orang. Surprise banget Ya Allah, benar-benar rezeki yang luar biasa, saya dan suami langsung mengucapkan hamdalah.




Setelah mendapat kabar baik tersebut,saya langsung telfon kedua orang tua saya di kampung halaman kalau saya jadi mudik lebaran dan berkumpul bersama keluarga. Mendengar kata-kata syukur dan bahagia yang keluar dari mulut ayah dan ibu saya benar-benar membuat saya terharu. Momen lebaran memang momen yang paling di nanti ayah dan ibu untuk kami berkumpul bersama.

Saat di beri kebebasan memilih tanggal berangkat dan tanggal pulang oleh Mbak Rika dari HIS Travel, saya sengaja memilih untuk pulang lebih lama yakni selama sebulan agar saya bisa puas melepas rindu dengan orang tua dan keluarga. Saat menanti tanggal keberangkatan saja saya selalu menghitung hari saking tidak sabarnya ingin bertemu ayah dan ibu.

Hari H untuk mudik ke Medan pun tiba, ayah dan ibu sudah menanti saya di rumah. Saya bersyukur masih bisa merasakan berbuka puasa bersama keluarga menjelang akhir Ramadhan, bersyukur juga masih bisa menikmati masakan ibu yang selelau dirindukan oleh anak-anaknya.

Oh ya, mumpung mudik ke Medan selama sebulan saya pun nggak mau melewatkan masa liburan begitu saja. Saya memang sudah berencana untuk mengunjungi lokasi wisata dan tempat nongkrong asyik di kota Medan. Dan saya mau sharing juga nih ke teman-teman, siapa tau bisa jadi referensi kalau teman-teman berliburan ke Medan nanti.

Ini dia 10 tempat yang wajib di kunjungi kalau liburan ke Medan


1. Istana Maimun




Istana Maimun ini letaknya di jalan Brigjen Katamso, Medan. Istana kerajaan Melayu Deli di Medan ini arsitekturnya memang unik karena ada perpaduan unsur kebudayaan Melayu tapi bergaya Timur Tengah, Spanyol, India dan Italia. Kalau teman-teman masuk kedalam Istana Maimun kalian akan melihat dominasi warna kuning. Tampak luar juga udah kelihatan banget warna kuningnya. Karena memang warna kuning melambangkan warna kebesaran para Raja dan ciri khas warna Melayu.




Bentuk pintunya juga unik, dan ukurannya biasanya lebar-lebar. Macam-macam memang ornamen pintu, jendela, lemari, meja, juga atap di Istana Maimun. Ini karena perpaduan unsur kebudayaan seperti yang saya tulis diatas. Sewaktu mengunjungi Istana Maimun pengunjung cukup padat karena momen libur lebaran. Nggak cuma penduduk lokal saja yang datang tapi juga banyak turis asing dan penduduk dari luar kota Medan. Padahal pengen banget berfoto dengan pakaian adat Melayu dan duduk di kursi Raja, tapi ngantri nya nggak kuat. Saran saya kalau pengen mengeksplore semua sudut Istana Maimun jangan pilih weekend karena dijamin istana bakal penuh. 





Untuk masuk ke Istana Maimun kita harus membayar tiket sebesar 5000 rupiah per orang, sangat terjangkau kan? Kita sudah bisa wisata sejarah hanya dengan harga tiket masuk yang sangat murah. Oh ya, para pengunjung biasanya banyak yang bawa keluarga termasuk anak-anak, tujuannya biar anak-anak tau sejarah dan tidak melupakan sejarah.


2. Masjid Raya Al-Mashun


Mesjid Raya Al-Mashun atau biasa disebut Mesjid Raya Medan letaknya di jantung kota Medan dan berdekatan dengan Istana Maimun, bahkan Mesjid Raya Al-Mashun ini dulunya berada satu komplek dengan Istana Maimun, karena mesjid memang dibangun oleh Sultan Maamun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada masa kesultanan. Ini bisa dilihat dari ornamen nya yang khas kerajaan Islam Melayu Deli, mirip dengan beberapa ornamen di Istana Maimun.

Mesjid ini nggak pernah sepi pengunjung, orang-orang tidak mau melewatkan untuk singgah di mesjid ini kalau sudah ke Medan. Bangunan yang usianya sudah 1 abad ini jadi identitas nya kota Medan. Arsitektur bangunannya juga unik, perpaduan Timur Tengah, India, dan Eropa.

3. Tjong A Fie Mansion


Tjong A Fie Mansion atau kediaman Tjong A Fie menjadi wisata sejarah di kota Medan. Tjong A Fie sangat berpengaruh dalam pembangunan kota Medan. Tjong A Fie terkenal sangat dermawan, beliau adalah seorang bankir yang kaya raya. Kediaman Tjong A Fie ini berada di daerah Kesawan tepatnya di jalan Ahmad Yani, Medan. 



Apa saja yang bisa dilihat di Tjong A Fie Mansion? Kita bisa mlihat bagaiman keindahan rumah Tjong A Fie, setiap sudut rumah bisa kita lihat, termasuk kamar tidurnya. Di setiap dinding rumah banyak foto-foto yang di pajang, karena Tjong A Fie termask orang yang suka mendokumentasikan foto-foto nya bersama keluarga, baik itu momen ultah, pernikahan, juga kalau ada pertemuan penting dengan para rekan bisnis pun di dokumentasikan. 


Kalau melihat perabotan dan arsitektur rumah, kita akan menemukan budaya Tionghoa-Melayu yangcukup kental. Tjong A Fie semasa hidupnya gemar membaca buku, koleksi bukunya masih tersusun rapi di dalam lemari, tapi kalau kesana kita tidak diijinkan untuk membuka lemari bukunya. Mungkin untuk antisipasi, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.


Meja makan dan perlengkapan makan yang digunakan seperti gelas dan piring, semua nya unik. Kalau sekarang sih orang bilang barang antik ya. Setiap ruang dipenuhi banyak kursi karen Tjong A Fie suka mengadakan acara kumpul keluarga. Jadi jangan heran kalau setiap ruang pasti banyak kursi. Hampir seluruh perabotan yang ada di ruangan berbahan kayu, khususnya kayu jati.

Nama Tjong A Fie nggak akan terlupakan karena beliau sangat dekat dengan Sultan Deli dan Makmun Al Rasyid pada masa kolonial Belanda. Untuk masuk ke rumah Tjong A Fie teman-teman harus membeli tiket masuk seharga 35rb untuk umum dan 20rb untuk pelajar.


4. Merdeka Walk




Merdeka Walk ini terletak di jantung kota Medan.  Kalau ke Medan wajib banget kesini, karena ini salah satu tempat nongkrongnya anak Medan. Saya dan suami suka sekali nongkrong disini, bergabung dengan pengunjung lain. Apalagi kalau sudah ada event nobar, duh serasa semua anak Medan numplek disini. 


Dulunya Merdeka Walk ini adalah area parkir lapangan Merdeka dan sekarang sudah jadi pusat kuliner nya kota Medan. Di sekeliling Merdeka Walk kalian akan menemukan pohon-pohon besar, dan pohon-pohon ini memang sudah ada sejak zaman Belanda, dan hingga kini masih terawat. Kebayangkan gimana ademnya, siang atau malam suasana nya asyik banget. Selain sajian kuliner yang lengkap mulai kuliner Indonesia sampai Western, disini juga kalian bisa menemukan aneka souvenir khas Medan. Cocok banget untuk dijadikan oleh-oleh buat keluarga atau teman-teman.




Merdeka Walk dikelilingi dengan bangunan-bangunan tua alias bangunan tempo doeloe, salah satunya Lonsum (London Sumatera). Gedung ini juga jadi salah satu iconnya kota Medan, sayang sekalia saya nggak sempat mengcapture foto gedung Lonsum ini. Jaraknya hanya sekitar 100 meter dari Merdeka Walk. Eh iya, di seberang Merdeka Walk ada stasiun kereta api bandara. Nah, didekat stasiun atau persis disamping di stasiun kita akan menemukan lokomotif uap buatan Jerman yang juga peninggalan sejarah. Wajib banget foto-foto disini.


5. Pulau Samosir


 
Pulau Samosir letaknya persis di tengah Danau Toba. Jadi kalau mau kesini kita mesti nyebrang terlebih dahulu menggunakan kapal dari Danau Toba. Saya dan suami bermalam di pulau Samosir, dan hanya satu malam saja. Bayangkan saja gimana rasanya tinggal di pulau yang dikelilingi Danau Toba. Malam-malam dudjk santai di baliho di depan hotel asyik banget menikmati pinggiran danau. Banyak boat yang berlabuh, karena dengan boat ini orang-orang bisa keluar masuk pulau.

Meski berada di tengah danau, pulau Samosir sudah banyak penghuninya, bahkan banyak peninggalan bersejarah disana. Seperti makam Raja Siallagan yang pernah memimpin wilayah Samosir. Kemudian ada boneka Sigale-gale, ini boneka nya bisa bergerak sendiri, biasanya ada pawang gitu yang baca mantra-mantra, dan boneka akan bergerak yang diiringi gendang khas batak.


Kemudian kita bisa mengunjungi Batak Meseum di Tomok. Arsitekturnya khas dan unik, dengan ornamen-ornamen yang sesuai dengan rumah tradisional tempat suku Batak tinggal yaitu Rumah Bolon. Pada dinding ukiran kita bisa lihat ada cicak,  itu memiliki pesan dan makna bahwa masyarakat Batak harus bisa bergaul dengan lingkungan yang mereka tunggali. Di museum ini mengoleksi replika benda-benda peninggalan nenek moyang suku Batak sejak ribuan tahun lalu.

6. Danau Toba

Udah pada tau kan kalau Danau Toba adalah danau yang terluas di Asia Tenggara. Saking indahnya Danau Toba ini dijuluki The Monaco of Asia. Untuk memudahkan akses wisatawan yang ingin mengunjungi Danau Toba sekarang sudah ada bandara Silangit, jadi nggak perlu transit ke Bandara Kuala Namu di Medan. Tapi buat kalian yang ingin ke Danau Toba dari Medan nggak kalah seru juga menikmati perjalanan via darat. Kalian bisa menikmati keindahan alamnya sepanjang perjalanan.



Saya sudah beberapa kali berkunjung ke Danau Toba, pesonanya membuat saya selalu ingin balik berkunjung kalau lagi mudik ke Medan. Bahagia rasanya lihat danau seluas Danau Toba. Apalagi kalau jalan-jalan naik speedboat mengelilingi danau toba, puas banget. Ingin bermalam di Danau Toba? Tenang, disana banyak banget hotel dan penginapan. Tinggal pilih sesuai budget.





7. Air Terjun Sipisopiso




Air terjun Sipiso-piso letaknya di desa Tongging kabupaten Karo, kira-kira 45 menit dari Medan, dan lebih kurang 3t km jaraknya dari daerah wisata Berastagi. Sipiso-piso berasal dari kata pisau. Air yang berjatuhan dari ketinggian 100 meter lebih ini diumpakan dengan bilah-bilah pisau yang tajam. Mau menikmati keindahan air terjun Sipiso-piso dari dekat? Bisa banget, kalian harus menyusuri ratusan anak tangga kecil dari bukit. Saya pernah nyobain, separuh perjalanan naik lagi, betis kram.. haha nggak kuat euy, menikmati dari atas aja lah.

8. Pagoda Emas Lumbini




Kalau pengen lihat pagoda emas kayak di Tahailand atau Myanmar nggak perlu jauh-jauh, 30km dari Medan tepatnya di Berastagi juga ada, tepatnya di Taman Alam Lumbini. Di sini ada replika pagoda Shwedagon yang ada di Burma Myanmar, ldbih dikenal dengan pagoda emas. Pagoda emas ini adalah tempat beribadah umat Budha, selain itu ada juga sebuah taman dengan aneka bunga disini. Kalau lagi tidak ada ibadah pengunjung boleh masuk ke dalam pagoda ini dengan pakaian yang sopan. Yang penting jaga sikap sih, namanya rumah ibadah bukan mall jadi harus tertib ya masuknya.



9. Bukit Lawang




Bukit lawang berada di Kecamatan Bahorok Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, lokasinya sekitar 1 jam dari Medan.  Bukit Lawang terkenal dengan arus sungainya yang deras. Makanya sewaktu melewati jembatan gantung lutut saya jadi lemas, khawatir meleset dikit nyemplung haha. Oh ya,menyeberangi jembatan itu kita harus merogoh kocek 2 ribu rupiah saja. Karena arus sungai nya yang deras banyak pengunjung memanfaatkan sensasi tubing dan rafting. Selain main air di sungai kita juga bisa trekking di hutan berbukit. Disana kita bakal menemukan orang utan. Nginap disini juga seru, malam hari banyak orang mencari ikan dan udang di sungai. Kita bisa pesan langsung ke para pencari udang dan ikan kalau mau barbeque-an.


10. Masjid Azizi



Mesjid Azizi berada di Kota Tanjung Pura, sekitar 2 jam dari kota Medan. Mesjid ini adalah peninggalan Kesultanan Langkat. Mesjid dibangun oleh Sultan Abdul Aziz yang memimpin saat itu. Warna mesjid mirip dengan mesjid raya Medan, karena Kesultanan Langkat juga Kesultanan Melayu yang warna nya di dominasi dengan warna kuning.




Saya kalau pulang ke Medan wajib banget ke sini karena ziarah ke makam atok dan keluarga besar yang sudah berpulang yang kesemuanya dimakamkan persis di belakang mesjid Azizi. Oh iya, di sini juga ada makamnya Tengku Amir Hamzah sastrawan terkenal asal Langkat. Kalau ke Medan, boleh mampir sebentar ke Mesjid Azizi sekaligus ziarah ke makam Sultan Langkat dan keluarga.




You Might Also Like

10 comments

  1. Wow banyak tempat menarik ternyata di Medan. Pengin ke Danau Toba dan Pulau Samosir nya :)

    ReplyDelete
  2. keren keren tempatnya,,,semoga suatu saat bisa kesana mbak...penasaran sama danau toba !

    ReplyDelete
  3. Wah asiknya yah mbak bisa keliling sumut.
    Banyak tempat asik yang bisa dieksplore.
    Kapan-kapan eksplore bareng yah mbak.hehehe

    ReplyDelete
  4. Aahhh...kemaren 2 hari di Medan ga kmana mana, cuma lewat istna sama mesjid Di kota aja.

    Aku mau ke Danau Toba,,belom kesampaian.

    ReplyDelete
  5. Aih yg happy travelling destinasi kota Medan, penuh dengan momen indah dan bangunan yg artistik.bisMillah someday mau menjejak kesana deh

    ReplyDelete
  6. Wahh kangen medan deh.. Baru sekali sih liburan kesana hehe. Baru tau ada pagoda emas begitu disana, bagus ya berasa kayak di thailand :D

    ReplyDelete
  7. Banyak banget lokasi wisata di medan yang bikin ngebet melancong. Bagus2 semua. Beneran kudu sebulan lebih ini mah biar bisa dikunjungi semua hehehe

    ReplyDelete
  8. Kota kelahiran akuh...
    Langkat.

    Kapan aku bisa datang lagi ke sama dan bernostalgiaa..?

    Haturnuhun tulisannya, mba..
    Jadi pengobat rinduku akan tanah kelahiran.

    ReplyDelete
  9. Mbaaaak, you are so lucky and smart bisa dapat free tiket mudik berdua! Aku tadi mikir kok kakinya gede banget ternyata itu cetakan di bawahnya. Hahaha

    ReplyDelete
  10. Seneng banget pastinya bisa mudik dan berlebaran bersama keluarga.

    Terjangkau sangat harga masuk Istana Maimunnya \^0^/
    *ngelirik wisata terdekat yang 20-an :D

    Hopefully someday I will be there. Medan wait me yaa ^^

    ReplyDelete