Mengenal Penyakit Gagal Jantung

P enyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang da...


Penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) merupakan salah satu masalah kesehatan utama di negara maju maupun berkembang dan menjadi penyebab nomor satu kematian di dunia setiap tahunnya. Penyakit kardiovaskuler yang menjadi penyebab kematian tertinggi adalah stroke dan penyakit jantung. Menurut Data World Health Organization (WHO) tahun 2012 menunjukkan 17,5 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit kardiovaskuler atau 31% dari 56,5 juta kematian di seluruh dunia. Lebih dari 3/4 kematian akibat penyakit kardiovaskuler terjadi di negara berkembang yang berpenghasilan rendah sampai sedang. Dari seluruh kematian akibat penyakit kardiovaskuler; 7,4 juta (42,3%) disebabkan oleh Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan 6,7 juta (38,3%) disebabkan oleh stroke.

Tapi ini adalah data yang ketahuan saja, sedangkan angka sebenarnya mungkin bisa lebih banyak lagi, bisa jadi karena minimnya pengetahuan masyarakat atau karena malu berobat kedokter, mahalnya biaya perawatan dan lain sebagainya. Inilah yang dinamakan fenomena gunung es, jauh lebih banyak data yang diketahui dibanding data yang diketahui.


Apa Itu Penyakit Gagal Jantung?

Gagal jantung adalah kondisi kesehatan serius ketika jantung tidak dapat memompa darah yang cukup ke seluruh tubuh, disebabkan oleh melemahnya otot-otot jantung dari waktu ke waktu. Ini menyebabkand arah yang ada daam tubuh tidak dapat mengantarkan oksigen yang cukup juga makanan ke tubuh agar bekerja dengan normal, dan dapat menyebabkan tubuh jadi mudah lelah dan letih. Hal ini bisa mempengaruhi setiap individu berapapun usianya.


Prof. DR. Dr. Bambang Budi Siswanto, SpJP(K)
Menurut Prof. DR. Dr. Bambang Budi Siswanto, SpJP(K) dari Rumah Sakit Pusat Jantung Harapan Kita gejala ringan bukan berarti penyakitnya ringan. Penyakit gagal jantung sendiri ada yang sembuh dengan pengobatan dan ada yang tidak bisa sembuh. Dr. Bambang sangat menyanyayangkan karena banyak pasien di Indonesia menganggap yang namanya sembuh itu harus instan, minum obat langsung sembuh. Padahal penyakit apapun butuh ketekunan berobat dan perubahan pola hidup. 


Apakah Penyebab Penyakit Gagal Jantung?

Jantung adalah salah satu organ terpenting, namun kadang orang sering mengabaikan gejala yang mengisyaratkan bahwa jantung mereka bermasalah. Gagal jantung pada pasien Asia Tenggara terjadi pada usia yang lebih muda  dibandingkan dengan negara Barat. Biasanya ditandai dengan kondisi klinis yang lebih parah, dengan faktor risiko vaskular seperti hipertensi, obesitas dan diabetes. 

Penyebab gagal jantung antara lain:
1. Penyakit Jantung Koroner, adalah penyakit dimana aliran darah melalui pembuluh darah koroner mengalami hambatan biasanya disebabkan oleh penyempitan pada pembuluh darah koroner tersebut.
2. Tekanan Darah Tinggi, selain memberikan tekanan yang tinggi pada otot jantung, hipretensi dapat menyebabkan kerusakan struktural maupun fusngsional pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk pembuluh darah koroner.
3. Usia, penyakit jantung koroner lebih banyak menyerang pasien berusia 40 tahun ke atas, meskipun banyak juga ditemukan penderita penyakit jantung koroner pada usia muda, secara umum prevalensi gagal jantung semakin tinggi pada usia yang semakin lanjut.
4. Penyakit Otot Jantung, otot jantung juga dapat mengalami kerusakan akibat infeksi dan diabetes, kerusakan ini menyebabkan otot jantung gagal mengerjakan fungsinya yaitu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.
5. Penyakit Listrik Jantung (Aritmia), denyut jantung yang terlalu cepat/terlalu lambat atau tidak teratur menyebabkan beberapa gangguan fungsi jantung.
6. Penyakit Katup Jantung, katup jantung yang menjaga aliran darah yang benar di dalam jantung dapat mengalami kerusakan berupa penyempitan atau kebocoran.
7. Penyakit Jantung Bawaan, beberapa kelainan jantung bawaan berupa kebocoran sekat, penyempitan/kelainan katup dan kelainan pembuluh darah dapat menyebabkan beban yang terlalu berat pada jantung dan akibatnya dapat menyebabkan gagal jantung.


Apa Saja Gejala Penyakit Gagal Jantung?

Gejala awal penyakit gagal jantung mungkin belum dapat terlalu dirasakan. Tahap awal tubuh mungkin akan merasa mudah lelah, kehabisan napas saat menggunakan tangan, jantung terasa berdebar lebih kencang atau berdebar-debar, merasa lemah atau pusing. Saat penyakit gagal jantung bertambah parah, cairan mulai terbentuk di paru-paru dan di bagian tubuh lainnya. Ini dapat menyebabkan merasa sesak napas, memiliki pembengkakan terutama di kaki bagian pergelangan kaki, batuk atau sesak napas saat berbaring, buang air kecil lebih banyak di malam hari, perut terasa kembung atau sakit di bagian perut.

Novartis Menghadirkan Pengobatan Gagal Jantung Baru

Untuk mengatasi solusi teehadap penyakit gagal jantung, perusahaan farmasi Novartis secara aktif membuat penemuan yang membawa pengobatan medis ke arah baru. Menurut Milan Paleja, Presiden Direktur Novartis Indonesia memaparkan Novartis menghadirkan pengobatan gagal jantungbaru LCZ696 dengan nama molekul sacubitril valsartan sodium hydrate di kelas perawatan ARNi (Angiotensin Receptor-Neprilysin inhibitor) di Indonesia ini demi mengurangi memburuknya kondisi pasien gagal jantung.

Milan Paleja
Novartis siap mendukung pemerintah Indonesia untuk membantu pasien Indonesia yang menderita penyakit kardio-metabolik, seperti diabetes, hipertensi dan gagal jantung, baik melalui JKN maupun melalui pasar komersial.

Upaya Kemenkes dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah

Dr. Lily S Sulistyowati, MM, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular mengatakan Kementerian Kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung dan pembuluh darah antara lain:
1. Upaya Promotif, dengan perilaku CERDIK yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin beraktivitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang, Istirahat yang cukup dan Kelola stres.
2. Upaya preventif, dengan self awareness melalui pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan kolesterol rutin atau minimal kali dalam 1 tahun.
3. Upaya Kuratif, dengan penguatan pelayanan kesehatan.
4. Rehabilitatif.

Dr. Lily S. Sulistyowati
Sesuai instruksi Presiden tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), diharapkan seluruh komponen bangsa punya kesadaran, kemauan  dan kemampuan sendiri berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup, meningkatkan produktifitas sehingga akan menurunkan biaya pelayanan kesehatan. 


Tahun 2017 ini GERMAS fokus pada 3 kegiatan, yaitu peningkatan aktivitas fisik, peningkatan konsumsi buah dan sayur serta deteksi dini atau periksa kesehatan secara berkala.


You Might Also Like

2 komentar

  1. Nambah ilmu nih, aku teh, memang kita perlu lebih giat untuk menjaga kesehatan, lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Teh.. Semoga kita semua tetap sehat selalu..aamiin..

    Sesekali pengen deh, aku bisa datang dalam acara seperti ini, Teh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga senang ikutan acara begini jadi banyak nambah info langsung dari orang yang memang kompeten :)

      Hapus