Percaya Diri Tumbuh Kembali Setelah Menikah

P ercaya diri atau yang sering disingkat pede pada setiap orang ukurannya berbeda-beda. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang sama sekali ...


Percaya diri atau yang sering disingkat pede pada setiap orang ukurannya berbeda-beda. Ada yang biasa-biasa saja, ada yang sama sekali nggak pede, ada pula yang rasa pede nya besar. Menurut saya semua kembali pada diri sendiri sih, rasa percaya diri ini mau terus di pupuk agar tetap tumbuh atau dibiarkan begitu saja mengalir dengan sendirinya. Kalau saya lebih memilih terus dipupuk agar saya lebih punya keberanian tampil dengan apa adanya saya di tengah banyak orang.

Bicara percaya diri, saya ini dulunya termasuk tipe orang yang ceplas ceplos dan cuek. Semasa duduk di bangku Sekolah Dasar saya termasuk ada yang pemberani. Orang tua mana yang nggak bangga melihat anaknya yang masih berumur 7 tahun sudah berani tampil ke depan menyanyikan lagu happy birthday di acara ulang tahun temannya dan sudah berani memimpin membawa lagu Indonesia Raya di sekolah, yups itu saya. Dan orang tua pun bangga dengan keberanian saya. Nggak cuma itu saja banyak sederet rasa percaya diri yang cukup besar termasuk saat dipilih menjadi ketua kelas semasa SMP. Kalau di ingat-ingat saya sampai di olok olok teman laki-laki semasa itu karena jadi ketua kelas yang cerewet. Saat SMA dan kuliah saya di bilang orang tercuek, saking cueknya saya dikerjain kakak senior sewaktu Ospek, habis lah saya di jemur di panas terik disuruh bergaya seperti patung Sudirman, haha. Kadang suka ngakak sendiri kalau ingat itu. 


foto 9 tahun yang lalu saat masih bekerja

Well, dari flash back cerita saya yang penuh rasa percaya diri itu, saya pernah mengalami masa-masa down, yang namanya rasa percaya diri sama sekali hilang dari diri saya, malas bergaul, tidak peduli dengan diri sendiri, tidak merawat diri sebagaimana yang dilakukan wanita lain. Ini terjadi saat saya dan keluarga diberi cobaan ditinggalkan adik perempuan tersayang sakit selama dua tahun dan akhirnya dipanggil kembali oleh Sang Pencipta. Saya benar-benar down saat itu, saya merasa sendiri. Sejak adik nggak ada, saya berusaha menguatkan keluarga terutama kedua orangtua saya, membesarkan hati mereka agar mereka mengikhlaskan adik yang telah kembali ke pangkuanNya. Meskipun saya sendiri sebenarnya merasa hancur. Nggak punya teman yang menguatkan saya, nggak punya pasangan yang memberi semangat, benar-benar sendiri.

Hari-hari saya lalui cuma kerja pagi sampai sore dan pulang ke kosan nonton tv dan tiduran. Di kantor juga saya jadi pendiam, mudah marah dan tersinggung, nggak pede ketemu orang banyak, lebih memilih menyendiri karena itu yang paling membuat saya nyaman. Lama kelamaan saya hanya berteman dan ngobrol dengan beberapa orang lewat dumay alias dunia maya. Berkenalan dengan teman baru, memulai membuka diri meskipun itu cuma lewat dunia maya. Mulai ada keberanian untuk ngobrol dan bercanda dengan beberapa teman.


saya dan suami

Sampai akhirnya saya berkenalan dengan seorang cowok lewat facebook. Entah kenapa yang satu ini berbeda dengan cowok cowok lain di dunia maya, apa adanya, banyak memberikan masukan dan membuka cara berfikir saya. Dan pada nya pula saya berani curhat. Sampai akhirnya saya bertemu dengannya dan dalam waktu sebulan langsung dilamar dan sekarang telah menjadi suami. Rasa percaya diri perlahan lahan mulai pulih, meski belum sepenuhnya.


penghargaan memenangkan lomba blog

Selama menikah, suami terus menerus memberi suport kepada saya untuk kembali pede membina pertemanan dengan orang orang baru dan berkomunitas. Hari hari cuma saya habiskan di rumah, membuka komputer, mengikuti perkembangan sosial media dan sampai akhirnya saya mulai nge blog. Sempat nggak pede sih untuk menulis. Nanya ke suami saya pengen ngeblog tapi nggak tau mau mulai dari mana. Suami cuma bilang tulis lah apa saja yang ingin ditulis, yang penting harus pede. Awal ngeblog saya malah karena ikutan acara tentang beauty. Di acara ini hadir beberapa orang dari beberapa komunitas. Sedangkan saya cuma sendiri saja tanpa membawa nama komunitas. Sempat minder, tapi selalu ingat omongan suami harus pede. Benar saja karena percaya diri yang penuh saya mampu menyerap informasi dan ilmu di acara tersebut dan memenangkan lomba live tweet dan juara harapan untuk lomba blognya. Surprise banget, padahal itu awal ngeblog. Sejak itu saya sering mengikuti beberapa perlombaan dan beberapa kali pula memenangkan perlombaan. Karena beberapa kali menang saya semakin pede. Apalagi sejak mengikuti beberapa komunitas, saya juga semakin banyak teman.

Suami saya sampai terharu melihat perubahan yang saya alami, percaya diri saya semakin besar, yang biasanya kemana-mana diantar suami sudah mulai pede pergi sendiri. Menurut suami ini progres yang besar dalam kehidupan saya. Suami saya orang nya sangat easy going, semua diserahkan kepada saya, selama kegiatan saya positif suami selalu mendukung, tidak pernah memaksakan segala sesuatu. Yang penting saya terus meng-improve skill dan knowledge karena ini yang membedakan kita dengan orang lain.
liburan gratis ke Bali

Pencapaian terbesar saya sampai saat ini, saya mendapat reward liburan ke Bali dari suatu brand, ini semua karena berkah saya menulis blog. Saya bangga dengan prestasi-prestasi saya di tahun ini dan tahun -tahun sebelumnya, yang terpenting bagi saya terus belajar dari pengalaman-pengalaman saya sebelumnya, jangan takut gagal, harus percaya diri.





You Might Also Like

30 komentar

  1. Setiap orang memang punya kisah jatuh bangun dengan kepercayaan dirinya ya. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana ia bisa bangkit dari rasa minder dan nggak percaya diri itu.

    BalasHapus
  2. Keren mbaa dan sangat menginspirasi..Alhamdulillah ya ada support dr suami.

    BalasHapus
  3. Asek niy lebih percaya diri tatkala ada yang mendampingi, apalagi orang yang memberi semangat adalah pasangan hidup, lebih maksimal yaa pedenya.

    Yuk ahh ttep pede Mak! Sukses ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya teh..tambah semangat hehe, thanks ya teh nchie :)

      Hapus
  4. Pengalamannya luar biasa ya mba.. dan justru berkah blog banyak menanti :)... semangat teruuus mbaaa

    BalasHapus
  5. Keren, mb tuty. Semoga makin banyak prestasi yang diukir ya, mba.

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah dukungan suami sangat membantu untuk meningkatkan percaya diri ya. Pantesan jadi langganan lomba. Hihii

    BalasHapus
  7. senangnya ..bia liburan gratis ke bali...

    sukses ya..semoga menang.., apalagi udah langgganan menang mah mba tuti

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya senang banget dapat award liburan ke Bali gratis

      Hapus
  8. Waw..saya bener-bener gak nyangka kalo Mbak, pernah jadi orang yang gak percaya diri. Karena saya lihat begitu banyak prestasi yang pernah diraih. Tapi memang dukungan orang terdekat itu banyak pengaruhnya ya... Salut dengan kekompakannya dengan suami. Sukses terus, ya Mbak :)

    BalasHapus
  9. Nggak semua orang bisa PD, bisa jadi karena faktor lingkungan, tapi yang terpenting adalah jangan takut mencoba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip..jangan takut gagal juga ya mbak

      Hapus
  10. Rasa percaya diri itu memang bisa timbul tenggelam karena berbagai sebab ya, Mba? Dirimu kebalikan dariku. Aku justru waktu kecil itu pemalu banget. Nah setelah dewasa malah 'malu2in', haha.

    Membaca kisahmu, jd tertarik untuk menuliskan ttg kisahku, ah. Thamks, Mba. Sukses utk ngontesnya, ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak, pengen baca juga kisah mbak Alaika :)

      Hapus
  11. Klo flat2 aj mmang gk ad cerita yg brkesan y mba (.. mba tuti blm prnah k blog aku y :'(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siiipp, segera meluncur ke blog mbak mutie nihh :D

      Hapus
  12. Kisah yg inspiratif.
    Bangun dari keterpurukan lalu kembali bersinar itu serasa bertenaga banget, ya.

    Good luck!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak...pernah merasakan masa-masa keterpurukan, alhamdulillah bisa dilewati

      Hapus
  13. mba..tularin dong ilmu pedenya..kadang saya juga down dan merasa self esteem lagi gak bagus, liat temen2 karir bagus dll, ahh langsung istigfar tapi tetep ngerasa gak pede..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo mbak...kuncinya memang harus pede

      Hapus
  14. saya suka saya suka suka bangeeet gaya mbak Tuty yang cool abiez dan pinter ^_^ Barokallah mba, semoga suksesnya tertular ke diriku y

    BalasHapus
  15. Waaah, transfer ilmunya , Mbak.
    Seru banget baca progress pencapaiannya.
    Trus sampe di foto sama suaminya langsung terkesima #eaaa

    Itu bagus banget bajunya.
    Elegan, etnik, mewah, cantik lah pokoknya *fokus ke baju hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu foto sewaktu resepsi pernikahan :D

      Hapus