Eco Compact Living Solusi Memaksimalkan Lahan Hunian Yang Sempit

S ekarang tinggal di apartemen jadi pilihan bagi kaum urban baik yang masih single atau pun baru menikah. Yup, bagi sebagian orang memili...

Sekarang tinggal di apartemen jadi pilihan bagi kaum urban baik yang masih single atau pun baru menikah. Yup, bagi sebagian orang memiliki apartemen adalah kebutuhan. Terkadang kita membutuhkan bergerak lebih cepat dan praktis. Bekerja di kota besar tantangannya adalah macet, ngantri kalau naik commuter line dan berdesakan di bus yang terkadang selain membuat telat samapi kantor juga membuat kesal. Padahal yang namanya bekerja enaknya diawali dengan hati yang tenang dan nyaman. Makanya banyak orang memilih tinggal di apartemen yang tidak terlalu jauh dengan lokasi kantor juga pusat kota. Selain itu alasan lainnya adalah karena lokasi aprtemen yang strategis dekat dengan stasiun kereta atau jalur trans jakarta dan dekat dengan bandara atau mudah akses menuju bandara.

Well, setelah punya apartemen biasanya apalagi sih yang bisa membuat kita merasa nyaman tinggal di apartemen? Apalagi kalau ruangan yang pas-pasan alias sempit, nggak mau kan kalau pulang dari kantor sampai apartemen pengennya istirahat dan bikin hati senang justru kita merasa bete dan nggak nyaman karena ruangan apartemen kita yang sempit. Minggu lalu saya mengikuti acara Ngobrol Cantik Eco and Compact Living di Prajawangsa City - Marketing Office Jl.Pedati Selatan No 8 Cijantung Jakarta Timur yang diadakan oleh Blogger Perempuan. Acara ini menghairkan nara sumber  Rabani Kusuma Putra (Nimara Architects) dan Bayu Fristanty (RapiRapi Profesional Organizer). Dalam acara ini saya jadi mendapat tambahan ilmu bagaimana merancang tempat tinggal dengan design yang nyaman dan kreatif meskipun memiliki ruangan yang terbatas.

Apa yang dimaksud dengan Eco Compact Living? Kata Eco berasal dari kata Enonomic yang memiliki arti hemat, dan Ecology yang memiliki maksud ramah lingkungan. Sedangkan Compact berarti padat. Jadi Eco Compat Living adalah konsep hunian dengan ruangan padat yang desain dan pelaksanaan serta penggunaan bahan-bahan atau material rumah yang ramah lingkungan.

Ruang gerak manusia akan terbatas, jadi mulailah belajar mengatur ruang lebih efisien - Rabani


Rabani Kusuma Putra

Keterbatasan lahan bukan berarti mengungkung kreativitas kita dalam mengembangkan sebuah ruang. Karena sekecil apapun lahan yang kita miliki bisa kita manfaatkan. Untuk menjadikan ruangan memiliki banyak fungsi kuncinya adalah pada penataan ruang dan pemilihan perabot yang tepat. Pernah dengar istilah eco design nggak? Jadi menurut Mas Iron, Eco Design itu sama dengan Green Design yang berarti ramah lingkungan, efektif, dan efisien dalam segala sumber daya yang digunakan dalam hunian. Makanya sekarang banyak pemilik properti yang menyisakan 70 persen lahan untuk penghijauan. Selain itu untuk mendukung Eco Design, bagian material maupun desain yang digunakan harus diperhitungkan. 

Bagaimana agar ruangan yang terbatas bisa tetap mengakomodasi kualitas hidup kita. Desain sebaiknya fungsional tetapi tetap memiliki nilai seni sehingga memiliki value untuk kehidupan. Dan dalam memilih perabot pilihlah perabotan yang compact untuk meminimalisir penggunaan perabot, gunanya agar ada ruang atau space untuk sirkulasi udara di dalam ruangan kita. Menurut Mas Iron, ada 6 aspek  cara hidup/Green Living: 

1. Energi

Kita bisa memanfaatkan energi matahari untuk mengoperasikan perlatan di rumah yang menggunakan listrik. Selain ekonomis karena mengurangi pemakaian atau konsumsi listrik, juga lebih ramah lingkungan. Misal dengan memasang panel listrik surya yang dapat menyerap energi panas matahari untuk memanaskan air yang ada pada penampung air dirumah dan bisa dialirkan ke kamar mandi. Jadi kalau ingin mandi air panas nggak mesti pakai alat listrik yang tidak ramah lingkungan lagi. Selain itu menggunakan lampu di rumah dengan lampu hemat energi juga mendukung Green Living. Oh ya, ada tips nih dari Mas Iron, kalau kita ingin menggunakan kaca sebagai atap rumah sebaiknya pilih kaca film gunanya untuk menyerap panas matahari.


2. Tanah

Jika ingin membangun rumah sebaiknya menggunakan perbandingan 70:30 dimana 70 persen adalah lahan yang akan digunakan untuk membangun rumah sedangkan 30 persen nya disisakan untuk taman bermain anak, bercocok tanam, relaksasi, dan area resapan. Untuk area resapan sebisa mungkin air hujan yang jatuh ke halaman bisa terserap dengan baik sehingga tidak menggenang.Jadi tidak perlu menutupi tanah yang tersisa dengan semen atau paving dan kon blok.
source: Rabani

3. Air

Air hujan yang jatuh bisa kita manfaatkan kembali untuk kebutuhan sehari-hari. Misal dengan membuat lubang biopori di beberapa sudut rumah untuk menyimpan sumber air secara alami. Sekarang orang-orang semakin cerdas, unutk memanfaatkan air hujan agar bisa digunakan kembali digunakan teknologi Rainwater Utilization System, yakni dengan menampung air huajn menggunakan tandon, dialirkan ke pipa khusus dengan menggunakan filter sehingga air aman di konsumsi. atau air hujan di reuse menjadi water flush pada toilet.


source: Rabani


4. Cahaya dan Udara Alami

Desain rumah sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik dan mendapatkan cahaya matahari alami yang masuk ke dalam rumah. 

5. Eco Material

Material yang digunakan untuk rumah sebaiknya ramah lingkungan atau ekologis, waterbase, ringan, recycle/ bahan yang bisa di daur ulang, alami dan hemat energi

contoh material dari bahan daur ulang

6. Smart Desain

Smart desain yang dimaksud disini adalah apabila kita mampu memaksimalkan fungsi ruang, menempatkan furnitur atau asesoris tertentu agar ruangan tidak kelihatan sumpek. Jadi Smart Desain selain memaksimalkan fungsi ruang juga less material dan less energi. Ruangan yang sempit tetap nyaman untuk ditempati dan masih ada space untuk saling berinteraksi. 

Atmosfer ruang yang terasa tenang dan tidak membosankan akan membuat kita nyaman tinggal di hunian yang memiliki luas lahan yang sempit seperti apartemen. Karena kita bisa istirahat dengan hati senang karena suasana ruang yang membangkitkan rasa tenang dan nyaman.



Being Organized Eco Compact Living

Interior ditata dengan simpel, pasti menambah cantik dan terlihat menyenangkan. Bagaimana caranya agar barang-barang pribadi tidak klihatan memenuhi ruangan dan tidak terlihat berantakan? Mbak Bayu Fristanty seorang Profesional Organizer dari RapiRapi Professional organizer menjelaskan kepada para blogger yang hadir mengenai cara mengatur ruang sempit menjadi terlihat lega, rapi dan bersih. Ngomong-ngomong, profesional organizer itu bukan seperti event organizer loh ya, tapi untuk tapi mitra yang membantu kita agar lebih efisien dalam ruang dan waktu. 

Sekarang untuk memiliki rumah membutuhkan biaya yang tidak sedikit, makanya apartemen adalah alternatif yang dipilih untuk menjadi hunian. Tapi tau sendiri kan kalau semakin lama luas apartemen yang ditawarkan oleh para pemilik properti semakin kecil. Sementara kita membutuh kan ruang gerak agar bisa tetap mobile. Menurut Mbak Bayu membuat ruangan menjadi efektif dan efisien adaalah kuncinya, tidak pelu memiliki banyak perabot atau barang karena less is more


Bayu Fristanty

Barang-barang yang tidak disusun dan ditata dengan baik akan merepotkan diri kita sendiri.  Kadang kita suka lupa menaruh barang dimana, alhasil mencari satu item barang saja bisa ngeberantakin satu ruangan, jujur saja saya sering mengalaminya. Nah, mencari satu barang yang tidak ter organisir penempatannya bisa menghabiskan banyak waktu, belum lagi kalau nggak nemu buru-buru beli yang baru dengan barang yang sama, jadi ngeluarin uang deh. Yang ada kalau ruangan sudah berantakan bikin nggak sehat, ruangan jadi penuh sesak karena sirkulasi udara yang kurang baik,dan ujung ujungnya kita jadi stress. 

Yang penting kita harus menyadari bahwa ruang yang sempit berarti berhubungan dengan barang-barang yang kita miliki. Harus di pilah pilah mana yang merupakan kebutuhan dan keinginan. Mbak Bayu juga berbagi 4 tips bagaimana merapikan isi hunian apartemen dengan meng-organize nya.

1. Review  and Assess, kita harus memahami perilaku dan rutinitas kita, dan pilih ruang mana yang kita prioritaskan

2. Group and Sortmenyortir dan memilih barang-barang yang dimiliki dan dikelompokkan sesuai fungsinya. Kalau baju yang cuma dipakai sekali misal didapat dari event lari dan nggak bakal dipakai lagi sebaniknya di donasikan kepada orang-orang yang membutuhkan.



3. Place Itsemua barang harus memiliki tempat, misal sepatu diletakkan di rak sepatu

4. Maintainmempertahankan dan me-maintain apa yang sudah kita kerjakan dan kita jalani

place it

Saya juga memiliki ruangan yang sempit di rumah, dan syukurnya saya dan suami selama ini memang sudah menempatkan barang-barang di box sesuai dengan kegunaannya masing-masing. tapi kadang suka kelupaan ngasi label di box nya, tantangan banget kan ya untuk bisa tetap konsisten agar barang menjadi rapi seperti yang dikatakan Mbak Bayu hehe.


Apartemen Prajawangsa City dan Eco Compact Living

Pak Edi, Marketing Manager Prajawangsa City yang turut hadir dalam acara Ngobrol Cantik Eco & Compact Living - Prajawangsa City kemarin mengatakan bahwa apartemen Prajawangsa City yang merupakan proyek superblok terbaru dari Syntesis Development sdah mendukung Green living seperti yang dijelaskan Mas iron di awal tadi. Ini terbukti dengan adanya 50 persen lahan hijau sebagai taman dan tempat bermain anak-anak.




Prajawangsa City memili 8 tower dengan jumlah 4000 unit yang mengusung ciri khas Strategis, Seru, Semarak. Apartemen yang satu ini memang cukup strategis lokasinya karena memiliki kemudahan akses ke kawasan perkantoran TB Simatupang dan kawasan industri sepanjang tol Cijago, terletak 1,8 km dari Jakarta Outer Ring Road (JORR) - TB Simatupang, 3,5 km dari rencana pembangunan stasiun Light Rail Transit (LRT) Kampung Rambutan, 3,8 meter dari gerbang tol Jagorawi, dan akses langsung ke Bandara Halim Pedana Kusuma.


salah satu ruangan apartmen Prajawangsa City

Prajawangsa City juga memiliki fasilitas yang lengkap dengan 2 konsep yakni Unique Thematic Park disini ada area spice garden, herbal garden, tropical garden, area barbeque, kids pool, jogging track, thematic pool dan fontain plazadan Unique Amenities melingkupi restoran, coffee shop, fitness center,  sauna, access control, ATM Centre, sistem keamanan 24 jam, juga dilengkapi dengan pusat perbelanjaan terbesar dan modern. Prajawangsa City ini bakalan jadi satu-satunya hunian hijau di tengah kota loh.







You Might Also Like

18 komentar

  1. Semakin kesini, kita dituntut untuk pintar-pintar dalam mengelola lahan padat ya mbak, apalagi dalam memnafaatkannya menjadi tempat tinggal yang ekonomis juga ramah lingkungan.
    TFS ya mbak ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya harus begitu mbak, meski tempat tinggal mungil tapi ekonomis dan ramah lingkungan. Go Green!

      Hapus
  2. lahan hijauuu wahh semoga kawasan nya nyaman yah

    BalasHapus
  3. takjub, ruangan sekecil itu bisa muat 2 kamar, dapur, ruang tamu :)

    BalasHapus
  4. Ruangan yang kecilpun bisa terkesan luas dan cantik bila tau cara memaksimalkannya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak, jadi mulai rapi-rapihin rumah :)

      Hapus
  5. Wah seru, langsung praktek organizing barang-barang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha iya...pas banget mau beres-beres rumah

      Hapus
  6. Ruang yang sempit berarti berhubunhan dengan barang yang kita miliki << bener banget, jangan salahkan rumahnya yang sempit tapi cara kita mengorganize barang *brb beres-beres* :D

    BalasHapus
  7. Banyak banget masukan ilmunya thanks share nya mba ^_^

    BalasHapus
  8. Ruangan yang mini bisa terkesan luas dan cantik bila tau cara memaksimalkannya. bener sih, intinya harus disiplin, barang tertentu di taruh di suatu tempat, dengan jenis yang sama

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya..perlu kreativitas kita juga yaaa

      Hapus
  9. Ini dia.
    Perlu banget nih ilmu beres2 yg bikin rumat sempit terlihat lapang. PR banget nih sama barang2 yg numpuk.

    TFS mbak Tuty.

    BalasHapus