[We Love Honda Community Gathering] Berbagi Karena Peduli

M inggu, 26 Juni 2016 saya mengikuti acara We Love Honda Community Gathering  bertemp...





Minggu, 26 Juni 2016 saya mengikuti acara We Love Honda Community Gathering bertempat di Locanda Food Voyager, Jakarta. Acara yang diadakan oleh detikcom dan PT. Astra Honda Motor ini dihadiri oleh komunitas motor dan blogger yang berjumlah lebih kurang 80 orang. Hadir juga adik-adik dari Yayasan Istaqim yang didampingi oleh para pembimbing. Saya tiba dilokasi acara 30 menit lebih cepat dari waktu yang sudah dijadwalkan, beberapa teman lain dan panitia juga sudah berada di lokasi. Seperti biasa, saat memasuki ruangan saya melakukan registrasi ulang terlebih dahulu, kemudian dipersilahkan foto-foto di foto booth yang telah disediakan. Eh, tapi bukan sekadar foto saja loh. tapi properti yang digunakan adalah Honda New Supra GTR 150. Jadi setiap peserta diharuskan berfoto dengan Honda Supra New GTR 150 dengan gaya masing-masing yang penting kelihatan seluruh badan, karena ada photo contest nya, dan 5 orang pemenang dengan pose terbaik dan uniklah yang dipilih dan diumumkan diakhir acara.


Acara di pandu oleh Mbak Indri selaku MC pada sore itu. Sebelum acara dimulai, MC membuat game dimana masing-masing komunitas diwakili oleh satu orang dan didampingi oleh adik-adik. Dari beberapa soal yang ditanyakan yang menjawab deluanlah yang jadi pemenang games. Lumayan loh hadiahnya ada voucher belanja untuk juara pertama dan kedua,kemudian juara ketiga mendapatkan boneka. Tetapi karena kebijakan kakak-kakak komunitas hadiah vouchernya dibagi juga kepada juara ketiga, karena disini kita semua saling berbagi. Kemudian acara dimulai dengan kata sambutan dari Stephanie Rengkung perwakilan dari PT. Astra Honda Motor. Stephanie mengatakan dengan diadakannya acara buka puasa bersama dan community gathering kita semua bisa saling berbagi dan lebih peduli. Ngabuburit kali ini juga diisi dengan talkshow yang menghadirkan Citra Ayu Lestari dari Rifat Drive Labs (RDL) dan Alitt Susanto seorang penulis yang juga pencinta motor.


Citra Ayu Lestari pada  acara sore itu sharing mengenai etika berkendara dan tips mengemudi di jalan raya. Berdasarkan data faktor penyumbang kecelakaan tertinggi di jalan raya adalah manusia ketimbang lingkungan dan kendaraan, tentunya ini menjadi intropeksi bagi kita sebagai pengguna jalan. Di jalan raya seharusnya kita bertindak lebih defensif bukan sekadar savety saja. Savety adalah tindakan preventif, seperti memakai helm, sarung tangan, jaket. Kita harus mulai merubah perilaku kita agar menjadi pengendara yang defensif. Sebagai pengguna jalan raya kita harus mengetahui etika, yakni menyadari hak dan kewajiban. Hargai hak orang lain di jalan, jangan melewati jalur yang bukan semestinya. Melawan arus, menerobos lampu merah, masuk lajur transjakarta, naik trotoar, semua ini adalah perbuatan yang tidak menghargai hak orang lain, lagi pula tindakan seperti ini menimbulkan risiko baik bagi kita juga bagi orang lain. Nah, mau lebaran tentunya banyak arus mudik yang menggunakan jalan raya. Mbak Citra mengingatkan untuk perjalanan mudik menggunakan jalan raya harus persiapkan mental dan fisik, selain itu kendaraan juga harus sehat.





Selanjutnya ada Mas Alitt Susanto seorang penulis sekaligus pencinta motor. Mas Alitt ini ternyata sudah mencintai motor sejak ia kecil. Bahkan saking kepinginnya punya motor kalau Pak Lurah lewat naik motor mas Alitt selalu menunggu, asap motornya pun jadi ujarnya hihi, kita semua jadi tertawa. Ada-ada aja nih mas Alitt. Sebagai seorang pencinta motor pastinya pernah dong merasakan touring dan doi pernah touring non stop Jogja Jember. Dan biasanya mas Alitt ini kalu touring lebih suka sendiri katanya, karena dalam kesendirian akan timbul kemerdekaan. Nah lho! Doi juga pernah punya cerita lucu nih, saat touring dan tidur di pom bensin pernah berkali-kali di usir satpam. Selama di perjalanan mas Alitt belum pernah sih mengalami tindakan kriminal seperti perampokan dsb, tetapi biasanya masalah  yang dialami justru masalah teknis, seperti mogok. Makanya mengecek kendaraan sebelum melakukan perjalanan itu sangat penting, Selain hobi touring, mas Alitt juga punya hobi modifikasi motor. Custom motor bagi mas Alitt menjadikan motor sesuai karakter diri sendiri. Sebagus-bagusnya motor dari pabrik tapi terkadang nggak sesuai karakter. Motor modifikasi punya mas Alitt pernah dipakai untuk syuting sinetron loh, saking cintanya dengan motor mas Alitt mengatakan mending duit habis untuk modifikasi motor dari pada untuk narkoba. Setuju mas Alitt! Mas Alitt juga berbagi tips kalau berkendara sebaiknya setiap 4 jam sekali berhenti atau istirahat sebentar, tujuannya untuk mengembalikan konsentrasi, agar kita tetap fokus di jalan.



Sambil menunggu waktu berbuka, Rizma Aprilia Finalis Hijab Hunt 2016 menghibur semua yang hadir. Saat Kak Rizma menyanyikan lagu Opick, adik-adik dari Yayasan Istaqim ikut bernyanyi, saya senang sekaligus terharu. Semoga adik-adik semua kelak jadi anak-anak yang berprestasi.


Setelah berbuka, adik-adik diberi santunan oleh PT. Astra Honda Motor. Alhamdulillah, semoga bermanfaat ya.


Sebelum acara berakhir, panitia acara mengumumkan para pemenang photo contest..yeay congrats ya untuk semua.

You Might Also Like

8 komentar

  1. Hi..hi..hi mending duit habis untuk modifikasi motor dari pada untuk narkoba. Saking mencintai motornya ya.. :)) Tapi, memang NO untuk narkoba!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau udah hobby nggak pake perhitungan lagi, ada kesenangan tersendiri. Tapi memang bener dari pada uang habis untuk beli narkoba :)

      Hapus
  2. Alhamdulillah, saya juga berkesempatan datang.. acaranya pecah ... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo mas Yoga, terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  3. Memang ya mba klo mau berkendara itu ga cuma sekadar bisa. Harus tahu dan mengerti juga biar lebih aman dan nyaman... amab buat penumpang dan nyaman juga buat di sekitar....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak Ira, sebagai pengendara harus tertib dan menghargai hak pengguna jalan yang lain.

      Hapus
  4. Baca ini ko saya malah jadi ingat target buat bisa naik motor (lagi), tapi trauma masih ada di kepala.. huhu.. T.T
    apalagi di Indonesia kebanyakan savety riding itu masih belum diperhatikan sama semua orang, jadi makin takut mau latihan lagi.. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. trauma knp mbak? kalau ragu mending jangan dulu deh mbak, di jalan raya kadang kita yang savety orang lain yang nggak savety ya

      Hapus