Reading Is Fun

S ebagai orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Orang tua memegang per...

Sebagai orang tua selalu menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Orang tua memegang peran penting dalam hal tumbuh kembang anak, baik itu asupan gizi anak juga perkembangan otak anak. Ketika anak mengalami tumbuh kembang yang belum optimal, tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua. Pada masa kanak-kanak, khususnya si kecil banyak belajar hal-hal baru dengan sangat cepat. Masa awal kehidupan anak adalah periode emas, dimana banyak hal-hal yang menakjubkan terjadi. Periode emas pada anak adalah saat seribu hari pertama, kemudian saat menginjak usia enam tahun. Pada periode emas ini anak-anak memerlukan stimulasi seimbang, anak perlu berinteraksi langsung dengan orang tua, tujuannya agar anak tidak menjadi anak yang pasif. Di saat-saat seperti inilah anak belajar banyak hal dan mengembangkan semua aspek dalam tahap tumbuh kembangnya, mulai dari fisik, kognitif, hingga sosial dan emosi.

Saat ini ada sebagian anak yang yang mengalami berbagai masalah dalam pengembangan, dan salah satu yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya stimulasi tepat yang didapat oleh anak. Seperti yang saya tuliskan di paragraf awal tadi, bahwa anak memerlukan stimulasi seimbang. Terkadang orang tua sering melewatkan momen penting dalam hal menjalin keterikatan dengan anak, seperti bermain bersama dan sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya. Begitu pula saat anak sudah mulai mengenal benda-benda disekitarnya, tentunya anak memerlukan orang tua sebagai pendamping untuk mengajarkannya mengenal warna, bentuk, juga mengajarkan anak mengucapkan kata dan membaca. Ngomong-ngomong mengenai belajar membaca, moms pernah dengar nggak kalau anak-anak berumur satu tahun sudah mulai bisa diajarkan membaca? Awalnya sih saya mendengar anak satu tahun diajarkan membaca merasa aneh, soalnya setau saya anak diajarkan membaca ya pada saat pre school kira-kira umur empat tahunan, ternyata umur satu tahun sudah bisa.


Selasa, 24 Mei 2016 lalu saya bersama dengan para  mom blogger mengikuti acara Early Learning Workshop yang diadakan di  Reading is Fun Jalan Kerinci III No.9. Reading is Fun  didirikan oleh Miss. Humaira, Miss. Lily Zeng dan Ms. Nurbaiti Hafmaya (Betty) sekitar tahun 2015. Tempat ini sengaja didirikan oleh mereka sebagai tempat edukasi sekaligus perpustakaan untuk anak-anak. Awalnya ide mendirikan Reading is Fun ini berlatar belakang atas keprihatinan tiga smart mom ini dengan kecenderungan anak-anak sekarang yang sudah kecanduan gadget. Anak-anak banyak menghabiskan waktu hanya dengan mainan ini. Seharusnya dengan semakin canggihnya teknologi orang tua tetap waspada akan dampak yang ditimbulkan, anak-anak jadi malas belajar dan bermain bagaimana selayaknya seorang anak.


Saat saya memasuki salah satu ruangan yang ada di Reading is Fun, saya melihat para pengajar sedang melatih anak-anak membaca sambil bermain, santai. Suasana nya pun homey banget. Saya merasakan bagaimana anak-anak tersebut merasa nyaman dengan cara mengajar dan ruangan yang disusun sedemikian rupa, seperti ada banyak bean bag, rak-rak buku dengan buku bacaan menarik, ada kostum Princess juga Super Hero yang bisa digunakan anak-anak, ini sebenarnya membantu anak-anak mengekspresikan imajinasi mereka selama ini dengan film-film yang sering mereka tonton. Menurut Miss Betty konsep dari Reading is Fun ini adalah Nurture Your Childs Ability And Love Of  Reading dimana inti dari konsep ini adalah memupuk minat baca anak dan kecintaan anak untuk membaca secara optimal. Disini juga ada klub baca untuk anak, perpustakaan yang ada disini gratis untuk anak yang mengikuti kelas baca dan klub baca, kalau untuk umum dikenakan biaya IDR 20.000 untuk hitungan waktu 2 jam.


Your Baby Can Read dan Your Child Can Discover adalah metode yang dipakai di Rumah Kerinci Reading is Fun. Metode ini ditemukan oleh seorang peneliti asal Amerika dan juga seorang profesor yaitu Dr. Robert Titzer, PhD. Beliau memang fokus terhadap perkembangan bayi dan anak-anak. Metode yang ini diciptakan bertujuan untuk merangsang anak agar memiliki kemampuan untuk menyelaraskan fungsi pendengaran, penglihatan dan berbicara. Your Baby Can Read (YBCR) merupakan program pertama di dunia. Program ini dirancang khusus untuk menstimulasi bayi dan anak-anak agar bisa belajar membaca, menulis dan merangsang kemampuan berbahasa dengan cepat. Program ini dirancang khusus untuk anak berusia 3 bulan sampai dengan 5 tahun. 5 tahun peratama adalah masa-masa mudah mengajarkan anak-anak membaca dan menulis. Program ini bisa juga loh kita lakukan di rumah setiap hari selama 5 sampai 10 menit lewat Mini Slidding Book ataupun vidio. Sementara itu untuk program Your Child Can Discover (YCCD) ini dirancang untuk anak berusia 1 tahun sampai dengan 7 tahun, program ini bertujuan membantu anak untuk mengeksplorasi banyak hal baru diantaranya mengenal angka, mengenal suara, mengenal warna juga mengenal berbagai bentuk benda.


Nah untuk para mommy yang ingin anaknya mendapatkan stimulasi dan metode belajar yang tepat agar perkembangan anak lebih optimal bisa nih mengunjungi Reading is Fun di Rumah Kerinci, dan bisa juga membeli paket Your Baby Can Read (YBCR) dan Your Child Can Discover (YCCD) ini yang dilengkapi dengan CD, Word Card juga 6 buah Mini Slidding Book. Untuk YBCR harganya IDR 1.818.000 , YCCD IDR 1.507.000 dan Mini Slidding Book IDR 462.000.




You Might Also Like

10 komentar

  1. membaca memang menyenangkan sekali... anak harus di didik sampai sekarang ini. karena ilmu itu datangnya dari buku, jadi kita harus sering-sering membaca,..

    BalasHapus
  2. seru yah bila bisa stimulasi anak dengan maksimal.jadi hasil yg dipetik akan indah bila orang tua selalu semangat berusaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul, orang tua nya juga harus belajar :)

      Hapus
  3. Huaaa asli aku ngiler banget liatnya..
    Semoga di bandung bakal ada juga yaa yg kayak gini :)

    BalasHapus
  4. Wah..bagus nih, untuk menstimulasi anak-anak saya. Semoga tempat seperti ini bisa tersebar di beberapa kota besar di Indonesia. Supaya banyak anak-anak Indonesia yang cerdas.

    BalasHapus