Pameran Seni Faber Castell "Kreativitas Tanpa Batas"

S enin, 11 April 2016, saya menghadiri pembukaan acara Pameran Seni Kreativitas Tanpa Batas ...


Senin, 11 April 2016, saya menghadiri pembukaan acara Pameran Seni Kreativitas Tanpa Batas di Lippo Mall Puri, Jakarta. Faber Castell yang dikenal sebagai produsen alat tulis terbesar dan tertua di dunia ini sangat mendukung pembentukan generasi-generasi yang kreatif di Indonesia melalui serangkaian kegiatan yang diadakan sejak tahun 2011. Diantaranya kegiatan lomba gambar dengan kategori nasional untuk anak-anak Indonesia dari Sabang sampai Marauke. Pada pembukaan acara ini hadir tiga orang narasumber yaitu Managing Director PT Faber Castell International Indonesia Yandramin Halim,  Kasubdit Peserta Didik Kemendikbudpar RI Gusmayadi Muharmansyah dan Dosen IKJ juga pelaku seni Beng Rahardian.

Fransiska Remila  Brand Manager Faber Castell Indonesia, mengawali acara dengan  memberikan penjelasan kepada media dan blogger yang hadir mengenai latar belakang diadakannya Pameran Seni Kreativitas Tanpa Batas ini. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk apresisasi Faber Castell kepada semua karya dari semua kegiatan yang pernah dilakukan Faber Castell. Menurut Fransiska kreativitas memegang peranan yang sangat penting. Saat ini semua jabatan butuh kreativitas, tidak cuma pemimpin perusahaan atau marketing, orang tua juga perlu kreativitas, pemerintah pun perlu kreativitas. Sudah ada beberapa orang di dunia yang membuktikan bahwa dengan kreativitas mereka bisa memimpin, bisa menghasilkan sesuatu sehingga menjadi orang terkaya di dunia, itu semua karena kreativitas.

A video posted by syafiatuddiniah (@tutyqueen) on
Fransiska Remila 

Yendramin Halim, selaku Managing Director PT Faber Castell International Indonesia mengatakan kreativitas tidak lagi diukur dari ide, tapi juga produk nyata, hal yang mendasari Faber Castell untuk melakukan Pameran Seni.  Proses kreatif telah berubah dari Creative Thinking menjadi Creative Making. Faber Castell tidak hanya mengadakan lomba senivisual saja tapi juga seni sastra. Ini ditandai dengan diadakannya pelatihan-pelatihan di sekolah, pernahmelakukan pelatihan bersama Raditya Dika juga pernah bekerja sama dengan Forum Lingkar Pena untuk mengadakan lomba. Orang yang biasa menggambar biasanya tidak takut salah dalam menarik garis untuk menggambar, justru kesalahan itu menjadi hasil karya, kata Yendramin.


Beng Rahardian menjelaskan mengenai seni melukis. Kalau di atas kanvas hanya dengan satu titik saja kita bisa mengggambar apa pun tanpa batas. garis ataupun bulatan bisa dikreasikan menjadi berbagai bentuk dan warna. Bahkan sekarang anak-anak yang masih sekolah di bangku SD sudah mengerti menggambar digital dengan adanya tablet. Bedanya kalau menggambar manual kalau medianya kecil kita memikirkan benda yang harus di gambar kecil, kalau medianya besar gambar bendanya harus besar, sedangkan digital tinggal zoom saja mau besar atau kecil. Tapi ini bisa diakali agar otak mereka berkembang, mereka harus di ajarkan menggambar manual. Pengembangan sejak dini akan membangun kreativitas anak. Aneka produk dari Faber Castell, membuat anak-anak ataupun orang dewasa bisa berinovasi mengembangkan bakat dan kreativitas, inovasi dan kreativitas ini mengalir begitu saja tanpa henti.

Gusmayadi Muharmansyah menyadari pentingnya inovasi dan kreativitas bagi para siswa yang tentu saja mereka ini adalah generasi penerus, untuk itu ia sangat mendukung jika ada anggaran dari negara yang di khususkanuntuk pengembangan para murid yang bukan hanya melalui buku tapi juga dengan diberikan alat tulis dan alat menggambar yang benar-benar aman untuk dipakai mereka, juga produk yang berkualitas.

A photo posted by syafiatuddiniah (@tutyqueen) on
kiri-kanan: Yendramin Halim - Gusmayadi -  Beng Rahardian 

Acara pameran seni di Lippo Mall Puri ini berlangsung mulai 11 April sampai 17 April 2016. Ada beberapa kegiatan yang dilakukan diantaranya workshop menghias kreatif bersama Marta Puri, workshop Art & Graphic bersama Sarwendah, workshop menggambar seni dan sastra bersama Beng Rahardian, dan di hari terakhir tanggal 17 April akan diadakan lomba gambar untuk anak-anak.  Di sini juga ditampilkan karya-karya pemenang lomba, karya instalasi menggunakan medium pensil hasil karya Kerstin Schulz seniman asal Jerman.


Tidak berhenti di sini saja, Faber Castell juga akan melanjutkan pameran seni ke Emporium Pluit Mall tanggal 25 April- 1 Mei 2016, Festival Citilynk Mall Bandung  tanggal 9 - 15 Mei 2016, Yogya City Mall, 18 - 23 Mei 2016, Grand City Mall Surabaya 23 Mei - 5 Juni 2016, Kemang Village Jakarta tanggal 1-7 Agustus 2016 dan Cambridge Mall Medan tanggal 31 Agustus-10 September 2016.

        sebagian hasil karya yang di pamerkan (masih banyak yang lainnya):



You Might Also Like

4 komentar

  1. Telaten banget ya yang bikin... salut sama kesabarannya.. enggak kebayang prosesnya...

    BalasHapus
  2. Wuaaahhh itu semua dari faber castell?? Aku hobi mewarnai colouring book utk ngisi waktu... dan pensil warna yg aku pake fav ttp faber castell krn ga gampang patah di raut dibandingin ama pensil warna merk lain :)

    BalasHapus