Keseharian The Parengkuans dalam capture vidio.com

15 Februari kemarin saya menghadiri  Talk Show "Membina Keluarga di Era Digital"...



15 Februari kemarin saya menghadiri Talk Show "Membina Keluarga di Era Digital" Bersama The Parengkuans  bertempat di Penang Bistro Pakubuwono, Jakarta. Disini Erwin Parengkuan menceritakan bagaimana awalnya ia ditawari Vidio.com untuk program live show. Vidio.com merupakan kanal online berbagi video lokal serta sarana untuk menyalurkan dan menampung kreatifitas di era digital bagi masyarakat Indonesia. Vidio.com ini lebih ke media komunikasi. Isi dan segmen yang ada di Vidio.com juga difokuskan untuk masyarakat Indonesia, sekarang sudah ada aplikasinya di App Store dan Google Play Store.

Erwin parengkuan menikah dengan Jana selama 18 tahun, tepatnya sejak 20 Juli 1998. Mereka telah memiliki 4 orang anak sekarang , yakni Giulio, Marcio, Abielo dan Matacha. Meskipun sibuk dengan berbagai aktifitasnya ia dan istri tetap memprioritaskan keluarga. Erwin sangat konvensional dalam mendidik anak, mereka tidak mau anak-anak tumbuh besar dengan pengaruh orang lain, karena itu Erwin dan Jana sejak awal sudah komitmen tidak mau pakai jasa baby sitter. Erwin juga tidak mau memanjakan anak-anak dengan fasilitas. Anak-anak nya saja baru diizinkan memakai handphone begitu menginjak kelas 1 SMA. Erwin selalu berpesan kepada anaknya "Hp ini benda mati jangan sampai benda mati ini menguasai hidup kalian". Erwin sangat tegas sama anak-anaknya tapi tetap mengapresiasi mereka, kalau mereka memang harus dipuji misal dalam hal prestasi ya mereka benar-benar diberi pujian tapi kalau anak-anak melakukan kesalahan tetap diberi punishment, begitu juga sebaliknya Erwin dan istri tidak sungkan meminta maaf kepada anak kalau mereka berdua membuat kesalahanAnak-anak juga bebas mengemukakan pendapat, sikap saling terbuka ini sudah ditanamkan Erwin sejak dini.
Erwin dan 3 orang anaknya
Becky Tumewu yang turut hadir di acara ini juga mengungkapkan bahwa Erwin adalah sosok yang sangat kreatif, talkative dan hebat. Ia kenal Erwin sejak tahun 90an saat itu Erwin sudah menjadi penyiar di Prambors. Tahun 2003 mereka pernah bawa acara bareng kemudian mereka juga membangun sekolah bersama, sudah lama mereka berdua menjadi partner. Bahkan keluarga Erwin dan keluarga Becky sangat dekat begitu juga dengan anak-anak mereka. The Parengkuans adalah keluarga yang kompak, seru, adventures tapi tetap memegang norma-norma. Becky juga pada kesempatan ini mengucapkan selamat untuk The Parengkuans dan Vidio.com.

Awalnya Erwin tidak langsung menerima tawaran Mas Prami Rachmiadi (Chief Marketing Officer KMK Online), pertimbangannya Erwin nggak mau mengekspose anak-anaknya. Ia nggak mau anak-anaknya lebih banyak menggeluti dunia entertainment daripada sekolah.  Tapi mengingat anak-anaknya sudah besar dan sudah mulai mengenal sosial media ia memutuskan menerima tawaran Mas Prami untuk Vidio.com. Selain itu karena keinginan besar untuk berbagi berdasarkan pengalamannya. Proses dalam membuat Vidio.com ini berbeda, kalo video reality show melibatkan kameramen dan tim, kalo Vidio.com cuma dilakukan sendiri tanpa perlu tim, Erwin cukup merekam sendiri di rumah kegiatan kesehariannya dan keluarga , kemudian tinggal pakai aplikasi edit saja, ini yang menarik. Menurut Erwin ia memilih Vidio.com karena ini jadi pengalaman yang sangat berharga dan Vidio.com ini konten asli buatan Indonesia. 
ki-ka : Ajeng, Erwin, Prami,Silvia
Mas Prami sendiri memilih keluarga The Parengkuans selain ia sudah lama kenal dengan Erwin juga karena di Vidio.com memang mencari konten digital yang memang orang Indonesia yang membuat. Keluarga Erwin ini Indonesia banget kata Mas Prami. Mereka tidak pernah pakai bahasa luar seperti keluarga lain yang membiasakan anak memakai bahasa Inggris dalam keseharian. Mas Prami juga menambahkan kecanggihan teknologi digital bisa membuat kita terkenal tanpa harus membuat companyVidio.com ini berada diurutan ke 2 setelah youtube loh. Saat ini Vidio.com telah menampung lebih 170.000 video dan diakses lebih dari 10 juta pengunjung setiap bulannya. Yang membuat Vidio.com itu beda, selain kontennya Indonesia semua pemilihan video (kurasi) yang menentukan adalah tim Vidio.com. Kalau ada keluhan dari user pasti akan ditampung dan direspon oleh semua tim. Daripada menuhin gadget dengan materi video di sosmed, tampilkan saja di Vidio.com kalau tidak ingin dilihat orang bisa di unpublish juga.

Di acara ini hadir juga mbak Ajeng seorang psikolog anak dan relationship. Menurut Mbak Ajeng membina hubungan keluarga yang baik adalah dengan tidak menghilangkan norma-norma yg ada. Biasanya banyak orang tua yang menanyakan mengenai bagaimana menghindari pengaruh digital dan mengenalkan sex pada anak, banyak hal-hal yang tidak bisa dihindari dan banyak orang tua yang bingung. Dibutuhkan kebijakan orang tua untuk mengelola itu semua. Kita harus punya cara yang efisien, cara yang tepat adalah komunikasi karena kita dan anak-anak harus punya ikatan emosional. Apa yang dilakukan orang tua menjadi panutan atau contoh bagi anak. Misal kita melarang anak bermain gadget sementara orang tuanya seharian memegang gadget, seharusnya kalau kita melarang anak kita sebagai orangtua tidak melakukan hal yang justru kita larang. Mbak Ajeng menambahkan The Parengkuans hubungan emosional antara orang tua dengan anaknya sangat bagus. Erwin dan Jana sangat kompak, menjadikan diri sebagai contoh itu tidaklah mudah. Sebagai orang tua  "positif parenting" sangat dibutuhkan,  bagaimana cara kita komunikasi dengan anak juga berbeda, disesuaikan dengan umur anak nggak bisa disamakan.

tips dari mbak Ajeng dicapture dari Vidio.com
tips dari mbak Ajeng dicapture dari Vidio.com
Terakhir Ibu Silvia selaku Content Partnership Vidio.com mengatakan konten The Parangkuans adalah konten-konten yang melihatkan kesehariannya The Parangkuans, keharmonisan keluarga. Hubungan dengan anak, saling menghormati dan menghargai. Untuk melihat bagaimana keseharian The Parangkuans bisa mengunjungi http://www.vidio.com/@theparengkuans. Vidio.com sangat terbuka dan mengapresiasi  teman-teman yang ingin menuangkan ide-ide di Vidio.com.
 





 







You Might Also Like

5 komentar