Lumayan Itung Itung Nunggu Tutup Usia

Aulia Lumintu B erawal dari sebuah tas pemberian suami. "Tasnya unik ya.." begitu kat...

Aulia Lumintu
Berawal dari sebuah tas pemberian suami. "Tasnya unik ya.." begitu kata saya ketika menerima hadiah pemberiannya. Ya saya sebut unik karena tas yang diberikan suami dibuat dari bahan daur ulang sampah yang sudah tidak terpakai lagi. "Kreatif..." lanjut saya. Tentu saja saya penasaran suami beli tas dimana. Ternyata suami beli ke temannya yang punya usaha memanfaatkaan daur ulang sampah menjadi barang berguna bahkan menjadi tambahan penghasilan. Sampah? 

Aulia, begitu sapaan ibu satu anak ini. Orang-orang lebih mengenalnya Aulia Lumintu. Lumintu sendiri adalah singkatan dari Lumayan Itung Itung Nunggu Tutup Usia kalimatnya sarat makna. Saya berusaha menerjemahkan makna dari kalimat ini 'mumpung masih hidup pergunakan waktu sebaik-baiknya untuk diri sendiri dan orang lain' kira-kira seperti itu. Memperingati Hari Ibu 22 Desember lalu entah mengapa saya ingin menulis tentang Ibu yang satu ini, sudah lama beliau berkiprah dibidang daur ulang sampah bersama suami dan orang tuanya. Bayangkan saja sampah merupakan masalah terbesar saat ini, total sampah organik dan beracun di Jakarta perhari mencapai angka 8000 ton. Orang-orang menganggap sampah sebagai sekumpulan bahan bekas yang tak bernilai tapi justru sebaliknya Ibu Aulia malah memanfaatkan sampah menjadi barang yang bernilai.
foto dari Aulia
Sampah yang didaur ulang oleh ibu ini biasanya sampah rumah tangga seperti bungkus odol. Bungkus odol yang dikumpulkan selanjutnya didaur ulang menjadi lembaran kecil dan nantinya akan dianyam seperti anyaman tikar. Nah setelah menjadi anyaman selanjutnya dijahit menjadi tas sesuai pola yang sudah disiapkan sebelumnya. Untuk mengerjakan ini tentu saja tidak dilakukan sendiri tapi beliau mempekerjakan orang-orang disekitar tempat tinggalnya yang tidak memiliki pekerjaan juga ibu-ibu yang memerlukan tambahan biaya hidup. Bahkan sekarang bersama suami Ibu Aulia membuat daur ulang sampah seperti CD bekas, pulpen, dan banyak lagi menjadi robot. Dan kreatifitas mereka ini mendapat sambutan hangat dari para pecinta lingkungan hidup.

Disini saya tidak akan menjelaskan secara gamblang mengenai pemasaran tas dari hasil daur ulang juga keuntungan yang didapatkannya. Tapi bagaimana impact dari kreatifitasnya memanfaatkan sampah yang bernilai ini. Ibu Aulia bisa membantu orang-orang di sekitar di tempat tinggalnya di Tangerang memperoleh tambahan hidup agar asap dapur tetap mengepul, bisa menjadi Ibu yang menginspirasi bagi perempuan-perempuan lain untuk memanfaatkan sesuatu yang selama ini dianggap sampah tak berguna yang akhirnya mempunyai value dan yang paling penting inspirasi bagi kita bagaimana cara kita menyayangi bumi.
foto dari Aulia
Tidak sebatas itu saja, Ibu Aulia juga bersedia mengajari dan memberikan workshop kepada siapa saja yang ingin belajar. Selama ini minat belajar kebanyakan dari anak-anak sekolah juga ibu-ibu PKK. Tentu saja ini bermanfaat terutama bagi anak-anak karena sejak dini sudah ditanamkan rasa sayang kepada bumi juga pengelolaan sampah. Dan yang paling penting anak-anak mengerti bahwa barang-barang kepunyaan mereka nantinya yang bakal tidak terpakai jadi sampah bisa disulap menjadi sesuatu yang berguna. Ibu Aulia berharap agar nantinya orang-orang bisa melakukan seperti yang beliau lakukan dalam hal pemanfaatan sampah untuk didaur ulang atau bisa jadi punya ide yang lebih kreatif lagi. Kalau bukan kita yang menyelamatkan bumi, siapa lagi? 

Begitulah cerita yang bisa saya rangkum dari sosok Ibu Aulia, sosok ibu yang sangat menginspirasi saya agar bisa menjadi lebih kreatif lagi, sosok ibu yang bisa memberikan peluang kerja bagi orang-orang sekitar dan bermanfaat bagi orang lain. 

You Might Also Like

6 komentar

  1. salut dengan semangat Ibu Aulia *jempol*
    langkahnya memanfaatkan sampah tidak hanya mengurangi jumlah sampah yang beredar namun mampu memberi penghasilan kepada ibu-ibu lain :)

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. Iya dek windah..kira2 kita punya ide kreatif apa ya hehe

      Hapus
  3. Kegiatannya sangat bermanfaat untuk orang lain. Keren sekali!

    BalasHapus