Hasrat Membaca di Era Digital

"B anyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan karena  perkembangan teknologi. Sei...

"Banyak sekali perubahan yang terjadi dalam kehidupan karena  perkembangan teknologi. Seiring dengan ritme teknologi yang berkembang pesat popularitas juga bisa dibangun secepat kilat. Bayangkan saja 15 tahun perkembangan sosial media mampu merubah habit dan mindset seseorang, bagaimana 15 tahun kedepan?  Kalau dulu nggak bisa keluar rumah kalau nggak bawa dompet, sekarang dompet diurutan ke 2  setelah ponsel. Kalau ditanya setiap orang pasti jawabannya hampir sama nggak bisa keluar rumah tanpa ponsel. Ya, fungsi ponsel sekarang sudah bergeser lebih banyak dipakai buat online ketimbang SMS dan telpon.  Hampir sepertiga populasi di dunia setiap harinya melakukan kegiatan online . Internet sudah jadi budaya bahkan sangat besar pengaruhnya."

Sebagai marketer tentu saja perkembangan teknologi mempengaruhi strategi pemasaran. Kesempatan terbuka bagi siapa saja untuk melakukan promosi termasuk didalamya pelaku bisnis. Dan untuk tetap gencar berpromosi melalui media digital harus konsisten memanfaatkan social media (socmed). Begitu juga dengan salah satu brand favorit saya Gramedia, siapa yang tidak kenal dengan brand yang satu ini. Sejak kecil saya selalu membeli buku dan perlengkapan sekolah di Gramedia di kota saya. Sampai saat ini pun kalau beli buku bacaan masih di Gramedia apalagi hampir di seluruh kota besar di Indonesia Gramedia sudah ada. Nah, bagaimana cara menjangkau konsumen yang mempunyai hasrat untuk membaca buku-buku yang hanya dijual di Gramedia? 

Dengan hadirnya media digital sekarang Gramedia berusaha meningkatkan loyalitas kepada konsumen dengan tetap berinteraksi di socmed seperti twitter dan facebook. Cara ini sangat efektif dan penting dilakukan untuk membuat keterikatan dengan konsumen. Quality harus lebih diutamakan dari quantity. Sesekali Gramedia juga memanjakan fans dan follower nya di socmed dengan membagikan hadiah lewat kegiatan kuis ataupun games. Ini sangat mengundang minat para follower dan fans luar daerah pastinya apalagi kalau hadiahnya buku (saya juga mau). Artinya Gramedia sudah beradaptasi dengan perkembangan media digital. Ketika suatu  brand  bisa beradaptasi dengan perubahan habit , tentunya mempengaruhi strategi pemasaran ke arah yang lebih baik.

Apalagi sekarang sudah ada website http://www.gramedia.com/  ini salah satu strategi bisnis untuk menjangkau konsumen di luar daerah memberikan kemudahan untuk memilih buku dan membeli secara online. Layaknya pelayanan di toko, website Gramedia tidak hanya menjual buku-buku bacaan saja tetapi ada beberapa pilihan kategori seperti buku, stationery , electronics, movie & musics, lifestyle, hobbies, computer & gadget kemudian kids, babies & toys. Jadi banyak pilihan buat para konsumen. Tinggal tentukan buku atau barang yang ingin dibeli kemudian pilih jenis menu pembayaran yang diinginkan kemudian tunggu pesanan tiba di alamat sesuai pemesanan. 

Buku-buku terbaru dan yang lagi diskon juga komplit di website nya, untuk pilihan buku bacaan kita juga bisa membaca deskripsi buku sebelum membeli, coba saja klik buku yang ingin dibeli disitu akan ada products detail dan deskripsi. Berselancar di website Gramedia seperti kita lagi berdiri di dalam toko. Ini sebuah inovasi di era digital, kini Gramedia mampu menjadi agen perubahan seiring pesatnya teknologi. Hasrat orang-orang diluar sana yang tetap ingin membaca bisa terpenuhi lewat media digital. Sesekali perlu juga membuat consumer research dengan memanfaatkan jasa layanan gratis online seperti Facebook polling atau Surveymonkey untuk membantu merancang plan selanjutnya agar kegiatan marketing lebih maksimal.

You Might Also Like

10 komentar

  1. Yang susah sekarang adalah hasrat membaca sudah mulai turun dan kebanyakan generasi penerus maunya yang instan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah2an nggak semua begitu ya mas, meski sekarang era "internet generation" kesadaran membaca jgn sampai menurun.

      Hapus
  2. Orang sekarang lebih sering megang gadget daripada megang buku. Saya sih gitu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya betul mbak...beradaptasi dgn perkembangan teknologi, tetap terpenuhi hasrat membaca via gadget ya mbak :-)

      Hapus
  3. saya suka baca ebook di hp.. sisi positif dan negatif itu memang ada ya mba tinggal bagaimana kita memanfaatkannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya tergantung kita memanfaatkannya saja, kalau saya sampai sekarang masih suka baca bukunya nggak dari hp soalnya merasa lebih puas saja :-)

      Hapus
  4. duh, jadi kepikiran, kapan ya terakhir ei baca buku

    BalasHapus